Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
S3 Part 7


__ADS_3

Senyum manis terbit di bibirnya Kania, melihat anak-anaknya sangat akur membuatnya sangat bahagia. Siapa yang tidak bahagia, melihat tumbuh kembang si bontot yang semakin hari, semakin gembul saja.


Nafsu makan keduanya sangat baik, meskipun sangat pemilih soal makanan, tetapi setiap kali ada makanan yang di sukai nya pasti akan sangat lahap sampai tidak tersisa di piringnya.


"Bunda....." sapa keduanya yang menoleh ke belakang. Kania berjalan seperti mengendap-endap, karena ingin memberikan surprise, tetapi rencananya tinggal rencana, duo bontot sudah tahu bahwa Bundanya yang menghampirinya.


"Bunda...." Sapa keduanya. Duo bontot langsung berlari ke arah Bundanya, Kania pun langsung merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan hangat anak-anaknya.


"Sayangnya Bunda!" Ucap Kania membalas pelukan hangat anak-anaknya.


Mereka bertiga hanyut dalam kemesraan, semakin mempererat pelukannya seolah-olah dunia milik bertiga saja, yang lainnya pada ngontrak.


"Anak-anak Bunda sedang main apa?" tanya Kania sembari menatap wajah keduanya bergantian.


"Main mobil-mobilan, Bunda." jawabnya Kaffa dengan menunjukkan mobil di depan Bundanya.


"Nuna, main boneka ini Bunda." jawabnya Kaynuna tidak mau kalah dengan kakaknya, Kaynuna juga menunjukkan bonekanya sama seperti kakaknya Kaffa.


"Pintarnya anak-anak Bunda." Ucap Kania mengacungkan dua jempolnya untuk keduanya.

__ADS_1


Dua bontot langsung tertawa cekikikan, mendapatkan pujian dari Bundanya membuat keduanya senang bukan main. Meskipun hanya sekedar pujian semata, tetapi sudah membuat dua bontot jingkrak-jingkrak bahagia.


*******


Yudha baru saja bergabung dengan anak-anak, dan istrinya. Hatinya membuncah bahagia, bahagia melihat mereka penuh dengan kemesraan, ada rasa haru melingkupi hatinya.


"Dad, Kaka dan adik kangen!"Ucap keduanya beralih menatap wajah Daddy-nya.


"Dad, juga kangen dengan kalian." sahutnya Yudha.


Yudha menghampiri sang istri, tangannya langsung merengkuh tubuh dua anak-anaknya.


"Hahahaha keduanya tertawa lebar, karena mendapatkan serangan dari Daddy-nya yang tidak ada ampun."


"'Hah..... udah dad, geli! kaka geli. dad, adik juga geli dad!" Suara rengekan keduanya, tidak di gubris Daddy-nya, Yudha masih asik menggelitik perut anak-anaknya secara bergantian.


Kania yang berada di sampingnya ikut tersenyum, melihat kedekatan anak-anak dengan Daddy-nya. Meskipun suaminya sangat tegas mendidik anak-anak, dan perfeksionis dengan karyawan di perusahaan, tetapi bila sedang bersantai seperti sekarang ini, Yudha sangat hangat dengan keluarganya, terutama sangat menyayangi anak-anak, dan juga istrinya.


Bagi keduanya keluarga tetap prioritas utama, pekerjaan nomor dua. Keluarga adalah tempat untuk pulang, tempat untuk melepaskan rasa lelah karena seharian bekerja, dan keluarga juga tempat untuk berbagai keluh kesah, dan kebahagiaan.

__ADS_1


Keluarga adalah tempat untuk pulang


*******


Setelah bersantai di ruang keluarga, mereka sudah duduk manis di meja makan. Hari juga sudah gelap, kayaknya sebentar lagi akan turun hujan.


Satu keluarga sedang makan malam bersama, anak-anak juga sudah berkumpul di tempat makan, mereka menempati tempat duduknya masing-masing.


Tidak ada pembicaraan yang serius, mereka lebih fokus untuk melahap makan malamnya. Sesekali Yudha dan Kania menimpali percakapan dua bontot, akhir-akhir ini mereka sedang tidak bersahabat, masalah kecil saja ujungnya pasti panjang.


Itulah dunia anak-anak, mereka masih butuh pengawasan, butuh perhatian ekstra ketimbang dengan kakak-kakaknya.


Sabar itu kuncinya, Untung Kania sangat penyabar menghadapi tingkah polah anak bontotnya yang super sangat aktif.


Mereka sangat kritis menanyakan ini itu, terkadang Kania bingung mau memberikan pengertian yang gimana? karena keduanya tidak akan berhenti bertanya sebelum puas mendapatkan jawaban yang tepat dari kedua orang tuanya.


#Selamat menyambut lebaran esok hari


#Semangat puasanya untuk hari terakhir ya!

__ADS_1


__ADS_2