
Jangan lupa Rate-nya☺☺☺
.....Satu minggu kemudian...
Yudha menjalani hari-harinya seperti biasa pagi pergi ke kantor, sore hari pulang ke rumah untuk menghabiskan waktu bermain dengan anak semata wayangnya.
Tidak ada yang berubah dalam satu minggu ini semua berjalan bagaimana mestinya. Yudha sangat sibuk dengan proyek barunya di Kalimantan.
Soal Kenzi hmm jangan di tanya pasti merengek minta ketemu bundanya yang satu minggu terpisah karena Kania dan Dara pulang ke kampung halaman bapak ibunya di Semarang.
Flashback
Setelah dari taman belakang mereka semua berkumpul di ruang keluarga, untuk menonton televisi kartun Upin Ipin kesukaan Kenzi sebelum makan malam tiba.
Di tengah perbincangan tidak sengaja Mamanya Yudha menyinggung tentang ibu sambung buat Kenzi cucunya.
"Apa Kania sudah ada pasangan?" tanyanya Neneknya Kenzi.
"Belum tante!" Jawab Kania menggelengkan kepala dan berkata lugas.
"Kania mau jadi ibu sambung cucuku?" tanyanya Neneknya Kenzi sekali lagi.
Kania terdiam mau menjawab apa, Kania bingung di satu sisi Kania sangat menyayangi Kenzi, di sisi lainnya Kania belum ingin menikah karena masih punya tanggung jawab terhadap Dara Adiknya.
__ADS_1
Takutnya Kania menikah kelak, suaminya Kania tidak bisa menerima adiknya, itu yang selalu Kania pikirkan sebelum melangkah untuk menikah.
Neneknya Kenzi menghela nafasnya memutar ekor matanya melihat ke arah suaminya, Kenzi, dan Yudha sedang menonton televisi. "Menunggu jawaban Kania sama saja menunggu hujan turun!" ucap Neneknya Kenzi.
Nyonya Pradipta mengalihkan pembicaraan, "Bukankah Kenzi sangat dekat denganmu?" tanyanya nyonya Pradipta mengengam tangan Kania.
"Iya tante! Kania sangat menyayangi Kenzi seperti anak sendiri!" Celetuk Kania membekap mulutnya dengan mudahnya bilang "Anak sendiri di depan neneknya Kenzi bisa berabe urusannya jadi panjang" ucap Kania di hatinya.
Nyonya Pradipta tersenyum mendengar jawaban Kania yang tulus menyayangi cucunya.
"Yudha bagaimana dengan Kania?" tanya Mamanya.
"Bagaimana apa Ma?" Jawab Yudha ekor matanya melirik mamanya yang masih mengengam tangan Kania.
Brrffff....
Yudha menyemburkan air minumnya yang ada di dalam mulutnya. kata-kata mamanya membuat Yudha terlonjak kaget dan terkejut.
"Menikah Ma?" Ujar Yudha melirik ke arah Kania.
Menikahlah, Nak....
Flashback Off
__ADS_1
Istri, ibu sambung untuk Kenzi terus berputar bagaikan kaset rusak. sebenernya Yudha sangat menyukai Kania, Kania adalah wanita yang cantik, dan penyayang, tetapi untuk menikah belum ada di kamusnya Yudha untuk sekarang ini.
Tok...tok...tokk...
Tidak ada jawaban dari dalam akhirnya sekertarisnya menyelonong masuk ke ruangan Pak Yudha.
Pak...Pak...
"Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dulu, Net?" tanyanya Yudha yang siap menyemburkan awan panasnya.
"Saya sudah mengetuk pintu berkali-kali, tidak ada jawaban, Ya sudah! saya masuk ke dalam." Ujar Nety yang berlenggak-lenggok jalannya.
"Sepertinya bapak lagi banyak pikiran?" Ujar Nety duduk di meja kerjanya Yudha dengan membusungkan dadanya.
Niat Nety untuk menggoda bos nya pupus sudah, Yudha masih saja tidak tertarik dengan tubuh seksinya.
"Minggir.... "teriaknya Yudha mengibaskan tangannya untuk menjauh dari meja kerjanya.
Setelah menormalkan nafasnya yang memburu, Yudha meninggalkan Nety untuk ke kamar mandi mencuci mukanya dan sedikit meredam emosinya.
"'Ada apa Net?" tanyanya Yudha mengusap wajahnya dengan kasar. hampir saja saya terbawa suasana syahdu hiho...
#Terima kasih like, koment, vote nya readers
__ADS_1
#Tak bosan-bosan author minta dukungannya untuk cerita recehku ini.