Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 part Duapuluh Satu


__ADS_3

Setelah melakukan penerbangan dari bandara internasional Singapura, mereka bertiga sudah sampai di Bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta.


Aira selama di dalam pesawat nampak anteng, sesekali merengek minta susu atau bobok-nya yang terganggu karena tempatnya yang kurang nyaman. Ajaibnya Aira setiap kali merengek, di pok-pok pantatnya langsung terdiam sampai terdengar dengkuran halusnya.


Intan sudah menghubungi keluarganya bahwa akan pulang ke Indonesia hari ini, sebelum keluar dari bandara mereka bertiga menyempatkan diri untuk makan bertiga, kebetulan juga Aira sudah bangun dari tidurnya.


"Aira mau makan apa, sayang?" tanya Tom yang sedang memangku Aira-nya. Aira yang berada di pangkuannya Tom menjawab dengan gelengan kepala, dan memilih memejamkan matanya kembali.


Intan yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya, tangannya terulur untuk mengusap lembut rambutnya Aira yang mulai sedikit berantakan.


Aira nampak memejamkan kedua matanya lagi, kepalanya mendusel-dusel di ketiak Tommy mencari kenyamanan. Intan hanya menanggapi tingkahnya Aira hanya tersenyum tipis, lagi-lagi Intan sangat gemas dengan Aira.


💚💚💚


Keduanya nampak canggung, tidak ada yang mau memulai untuk berbicara. Intan mengalihkan dengan makanan di piringnya, sedangkan Tom lebih memilih menatap lekat-lekat Aira, sesekali merapikan rambut Anaknya dan mengusap lembut keringat Aira-nya dengan sangat sayang.


Sampai makanannya habis, keduanya tidak ada yang mau memulai mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Intan hanya melirik sebentar Tom yang sedang memangku Aira-nya, yang nampak nyaman dalam bobok-nya.


Kring....kring....


Ponsel Intan berdering beberapa kali, sampai Intan tidak terganggu karena Intan masih sibuk dengan pikirannya.


Kring....kring....


Intan dibuat terjingkat kaget, karena ponselnya berdering kembali ada beberapa panggilan tak terjawab dari Bundanya, kembali lagi ponselnya Intan berdering, buru-buru Intan menggeser warna hijau dan mengangkatnya dengan raut bahagia, terpampang jelas nama Bunda di layar ponselnya Intan.


"Assalamu'alaikum Bunda." Sapa Intan dengan raut wajahnya yang berseri-seri, saking bahagianya bisa pulang ke Indonesia ketemu bundanya kembali dan keluarga yang lainnya.


"Walaikumsalam Sayang, sudah di mana? dari tadi bunda telepon kok tidak di angkat?" Jawabnya bundanya.


"Intan baru saja turun dari pesawat, langsung kebelet ke kamar mandi, Bun." Tutur Intan yang menyengir ke arahnya Tom. Intan berbohong dengan Bundanya, karena Intan tidak mau bundanya berfikir yang tidak-tidak.


"Kamu itu harusnya ngabarin bunda dulu, kan Bunda khawatir! cucu Oma mana, Tan?" tanya bundanya Intan, Oma-nya Aira.

__ADS_1


"Bobok Bun! mungkin kecapekan." Ujar Intan melirik sekilas ke arah Aira yang sedang bobok pulas di pangkuan tom.


"Maaf bunda, Intan hari ini mau menginap di hotel dulu baru besok Intan dan Aira berkunjung ke rumah." Tutur Intan yang sedikit tidak enak hati, Intan butuh waktu untuk ketemu dengan keluarganya kembali, rasanya begitu asing sekian tahun pergi dan Intan harus kembali ke rumahnya.


"Kenapa sayang? nggak langsung ke rumah, kita semuanya menyayangimu Tan." tanya Bundanya.


"Intan butuh waktu untuk istirahat, Bun! Intan juga butuh ketenangan sebelum pulang ke rumah."


"Ya sudah, bila itu sudah menjadi keputusanmu! Bunda berharap besok kamu dan cucu Oma bisa secepatnya pulang ke rumah."


"Makasih Bun atas pengertiannya, Intan dan Aira sayang Bunda."


Intan sudah mematikan sambungan telepon, Intan menyadarkan kepalanya di kursi dan memejamkan kedua matanya,


"Apakah keputusannya sudah benar? Apakah malah salah?" ucapnya Intan di dalam hatinya yang gundah gulana.


Rasanya Intan belum siap bertemu dengan keluarganya, tetapi hidup terus berjalan. Cepat atau lambat keluarganya harus tahu keberadaan Aira-nya, dan Intan tidak memungkiri rasa kangennya untuk bertemu keluarganya kembali sangat membumbung tinggi.


💚💚💚


"Ada apa sayang?" tanya Tom yang sedikit khawatir dari tadi Intan hanya memejamkan matanya, dan hanya diam saja setelah menerima telepon dari Bundanya.


"Nggak pa-pa! ngantuk saja." Jawabnya Intan singkat.


"Sini biar Aira sama Aku, pasti kamu capek kan dari tadi kamu yang memangku Aira." Tutur Intan yang menatap manik matanya Tommy, ada gurat kelelahan di matanya.


"Antar Aku dan Aira ke hotel sekarang!" Ujar Intan to the point.


"Ayo!" Tom mengengam tangannya Intan, tiga koper besarnya Intan sudah di bawa orang yang menjemputnya Tom, koper sudah di masukkan ke dalam bagasi mobil.


Mereka berjalan menuju tempat parkir, mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju apartemen-nya Tom yang terletak di pusat kota Jakarta.


Karena kelelahan Intan tertidur sangat pulas, dan menyenderkan kepalanya di bahunya Tom, tanpa ketidaksengajaan dari Intan.

__ADS_1


💚💚💚


Mereka sudah sampai apartemen-nya Tom, Intan tidak banyak bicara, mungkin lelah Intan lebih memilih mengikuti Tom dari belakang, sesekali menguap rasa kantuknya yang sudah tidak bisa di tahan lagi.


Setelah Tom membuka akses pintu masuk apartemennya, Tom mulai merebahkan tubuhnya Aira diatas kasur. Tom menyerahkan minuman kaleng untuk Intan, dan mereka sedang duduk berdua di ruang tamu.


"Makasih, Tom." ucapnya Intan menerima minuman kaleng.


"Tan, maukah kamu menikah denganku?" tanya Tom sembari berlutut di hadapan Intan, dan tangannya menggenggam Intan.


"Apa menikah !" Tukasnya Intan yang di buat syok pertanyaan Tom yang secara tiba-tiba, dan momentumnya tidak begitu pas.


"Tidak semudah itu Tom, bagaimana kalau Aira menanyakan perihal tentang kamu, sedangkan Aira menganggap kamu Om hanteng-nya bukan Papa kandungnya." Tutur Intan panjang lebar menjelaskan statusnya mereka, Intan tidak mau Aira-nya bingung tentang Papa kandungnya. Yang di anggapnya Om hanteng-nya, tiba-tiba menikah dengan Mamanya, dan jadi Papa-nya.


"Kita akan jelaskan pelan-pelan dengan Aira, Aira pasti mau mengerti." Ucap Tom yang tidak mau lepas dari genggaman tangannya Intan.


"Udahlah Aku mau tidur, udah ngantuk." Intan berlalu dari hadapannya Tom, memilih memasuki kamarnya untuk menyusul putrinya yang lelap dalam tidurnya.


"Mama sayang, cinta Aira selamanya." Bisiknya.


💚💚💚


Tom menyadarkan kepalanya di sofa ruang tamu, memijat pelipisnya yang begitu pusing menghadapi satu saja perempuan.


"Ahhh.....!" Tom yang menjambak rambutnya untuk mengeluarkan rasa kesal.


Tom bangkit dari duduknya, menghampiri dua orang perempuan yang berarti dalam hidupnya, sedang bobok sangat pulas, ada rasa yang menghangat melihat keduanya saling berpelukan.


"Sweet dream sayang..." Bisiknya Tom, Tom mengecup keningnya Intan dan Aira bergantian. Tom menaikkan selimutnya, dan memelihara tidur di sampingnya Aira, memeluknya dan tangannya Tom dan Intan saling bertautan.


Malam ini mereka tidur bertiga, berharap hari esok lebih baik daripada hari ini, berharap Intan mau berubah pikiran untuk menikah dengannya. Tom lakukan semuanya untuk Aira, dan Intan ibu dari Anaknya, perempuan yang Tom cintai secara diam-diam.


Jangan lupa kalau suka ceritanya autthor, simpan ya di favorit biar tahu setiap autthor Up.

__ADS_1


__ADS_2