Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 135


__ADS_3

Happy reading


Selamat 01 Desember.


Selamat hari gajian.


Usia kehamilan istrinya menginjak bulan ke-3, membuat Yudha kalang kabut menuruti ngidam istrinya yang minta makanan yang aneh-aneh, yang tidak ada di jual di Jakarta.


Mau tidak mau Yudha mencarinya ke pelosok kota Jakarta, untuk menemukan makanan yang diinginkan istrinya.


Yudha ingin menjadi suami siaga, sebisa mungkin Yudha menuruti keinginan ngidam istrinya bila itu masih batas kewajaran, karena Yudha tidak mau anaknya ileran kata orang-orang terdahulu.


Sore ini selepas pulang kerja istrinya tiba-tiba ingin makanan selad Solo, ciri makanan khas solo yang jarang di jumpai di Jakarta.


Demi istrinya, dan Debay yang masih di perut istrinya Yudha akan mencarinya sampai ketemu, karena rasa cintanya dengan sang istri, Yudha rela berkorban menuruti ngidamnya.


Setelah muter-muter sekitar Jakarta sampai malam hari, akhirnya Yudha menemukan pedagang kaki lima yang berasal dari Kota Solo yang mengadu nasib ke Ibu Kota demi uang lembaran warna merah hehehe.


Setelah membayarnya Yudha bergegas menuju mobilnya kembali, dan mulai mengemudinya dengan kecepatan sedang, karena Yudha tidak mau terjadi apa-apa membuat anak, dan istrinya mengkhawatirkan nya bila Yudha sakit.


Senyum tidak pernah luntur di sudut bibirnya Yudha, membayangkan saja melihat semburat merah di pipi istrinya, membuat Yudha ingin cepat-cepat sampai rumah dengan selamat.


Perjalanannya di tempuhnya 1 jam dengan kecepatan sedang, apabila lebih kencang tidak akan memakan waktu lama mungkin 30 menit sudah sampai.


Tin...tin...tin....


Bunyi klakson dari luar pagar rumahnya, membuat penjaga rumah terbangun dari tidurnya untuk membukakan pintu untuk majikannya.


"Malam pak! tumben malam banget baru tiba di rumah." Ucapnya penjaga rumah.


"Muter-muter nurutin ngidam istri, Pak." Jawabnya Yudha dengan terkekeh geli sendiri membayangkan mencari sampai pelosok Kota Jakarta.


Yudha sangat lega bisa menuruti keinginan istrinya, yang mau mengandung anaknya yang kembar dengan jenis kelamin belum di ketahui, karena usia kehamilannya masih mau memasuki bulan ketiga.


"Yudha ke dalam dulu ya, Pak." Tutur Yudha meninggalkan penjaga rumahnya,dan masuk ke dalam rumah dengan menentang tas kerja, dan kantong plastik


"Sayang, Mas pulang! Kamu di mana?" tanya Yudha yang mencarinya sedikit berteriak, karena tidak ada sahutannya.


Yudha memasuki kamar utama dengan langkah ringan tanpa beban, sekarang ada istrinya yang di rumah sedang menunggunya pulang kerja.


Sebentar lagi akan menjadi seorang Daddy dari baby twins yang sedang istrinya kandung, Menjadi Daddy dari ketiga anaknya. Kebahagiaan bertubi-tubi menghampiri keluarganya Yudha.


Ceklek....

__ADS_1


Yudha Membuka pintunya sangat pelan, takut istrinya yang tertidur pulas. Yudha melonggarkan kepalanya untuk melihat suasana di dalam kamar dengan lampu menyala.


Melihat istri, dan anaknya tertidur pulas saling memeluk. Membuat Yudha membuncah rasa bahagia, istrinya adalah pelengkapnya, ibu sambung yang menyayangi Kenzi dengan tulus.


"Sayang...." Sapa Yudha mengelus pipinya Kania yang nampak lebih chuby.


"Eughhh... Istrinya membuka kedua matanya."


"Apa Mas?" tanyanya Kania.


"Selad Solo nya sudah Mas belikan." Jawabnya Yudha sedikit tersenyum melihat reaksi istrinya.


"Suapin ya ya ya." Tutur Kania dengan jelas nampak binar bahagia di kedua matanya.


Cup Cup...


Yudha mengecup kedua pipi istrinya semakin membuatnya gemas, dan ingin mendusel-dusel di dada istrinya.


"Iya-iya Mas suapin, tetapi di kasih jatah ya." Sahut Yudha menawar menaik turunkan kedua alisnya.


"Hmmm, mau nggak ya?" Tanya Kania yang pura-pura sedang berfikir.


Melihat wajah suaminya yang sedikit lesu, membuat istrinya tidak tega, karena sudah berjuang muter-muter Jakarta untuk memenuhi ngidamnya Kania.


"Mas suapin dulu tapinya." Tutur Kania.


Yudha sudah siap untuk menaruhnya di wadah, dan sedikit mengaduk-aduknya supaya tercampur semuanya dengan kuahnya, karena Yudha minta kuahnya di pisah.


"Aaaakhh sayang." Tutur Yudha menyodorkan sendok di bibirnya Kania.


Kania langsung melahapnya sedikit tergesa-gesa, karena saking enak rasanya, sangat pas di lidahnya membuatnya makan dengan terburu-buru.


"Pelan-pelan sayang."


"Ini enak! Kania suka."


"Makasih Mas! Cup ... Kania mengecup pipi suaminya.


Ini yang selalu membuat Yudha bersemangat menuruti ngidam istrinya, karena Kania selalu menghargai usahanya, istrinya selalu melahap makanan yang baru saja di carinya di pelosok Kota Jakarta.


"Sangat manis! Mas suka, sayang." Tutur Yudha.


Selesai menyelesaikan makannya, Yudha mengembalikan bekas makanan ke dapur dulu, Kania mengambil minumnya sendiri diatas nakas.

__ADS_1


"Alhamdulillah kenyang."


"Sayang..." Sapa Yudha merengkuh pinggang istrinya, dan mulai mengendus-endus lehernya.


"Pelan-pelan ya! kasihan Kenzi kalau bangun." bisik Kania.


Tersenyum penuh kemenangan, akhirnya istrinya pasrah menyerahkan jiwa raganya untuk suami tercintanya.


Yudha mulai membawa Kania ke kamar sebelah, untuk menyelesaikan ritualnya. bila di dalam kamarnya takut anaknya terganggu, dan terbangun malah membuat Yudha tidak bisa menyatukan miliknya dengan milik istrinya.


"Aaaakkkhhhh." Pelan-pelan Mas..." Bisik Kania yang sudah sangat ingin bertemu dengan milik suaminya.


"Mas kangen ini! Cup .. Cup...Cup...


Yudha mengecup seluruh tubuh istrinya tanpa tersisa, dan memuja tubuh istrinya yang semakin hari membuatnya kecanduan, karena semenjak hamil istrinya tambah seksi, dan sangat sangat sangat cantik di mata suaminya.


Tangannya mulai bergerilya menyusuri tubuh istrinya, memainkan peranan untuk memberikan kenyamanan istrinya yang sedang mengandung anaknya.


Kepalanya Yudha sudah turun kembali untuk menginvasi leher jenjang istrinya, dan Mulai bermain di bukit kembarnya yang bertambah besar, dan membuat suaminya ingin segera melahapnya.


"Ini seksi sayang." bisik suaminya.


"Akhhh Mas ."


Suaminya semakin semangat merangsang istrinya yang mulai menggeliat ke kanan kiri, membuat Kania kalang kabut menerima rangsangan suaminya.


Tangannya Yudha mulai meraba perut istrinya, yang mulai nampak membuncit karena hamil baby twins yang hamil tidak seperti pada wanita umumnya.


"Daddy sayang kalian, sayang kakak Kenzi, dan Bunda." bisik Yudha menciumi perut istrinya berulang-ulang kali saking terlalu gemasnya.


"Geli Mas Iya disitu!" Tutur Kania.


Tangan suaminya mulai menjalar ke bawah, dan mulai membelainya sedikit memberikan cubit-cubitan kecil di intinya, membuat istrinya tidak bisa diam saking nikmatnya tangan suaminya yang semakin nakal di intinya.


Membuat sang istri tidak tahan, tidak untuk mendesah menikmati permainan yang sangat lihai tangannya menari-nari di intinya membuatnya sangat basah, dan becek terdengar bunyinya.


Karena sudah tidak tahan, suaminya mulai memasukkan pusakanya karena sudah di ubun-ubun kepalanya.


"Ahhhkkk ........" mereka meneriaki namanya masing-masing. saling melempar senyum.


Cup....


Suaminya mengecup keningnya, dan menggulingkan tubuhnya di samping istrinya, "Capek sayang." bisik Yudha.

__ADS_1


Kania mengangguk "Iya Mas capek." lalu memeluknya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.



__ADS_2