Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 166


__ADS_3

Tepat hari ini 40 hari usia kedua Anak kembarnya, Yudha dan Kania menyiapkan tiga ekor kambing untuk aqiqah kedua Anak kembarnya.


Rencananya Yudha ingin memesan kambing aqiqah yang sekalian jadi, tetapi Kania kurang setuju karena ingin menyembelih kambing, dan memasaknya dirumahnya. Akhirnya Yudha mengalah mengikuti kemauan istrinya..


Jadilah sekarang di rumahnya banyak saudara, tetangga, kerabat ikut membantu memasak atau penyembelihan kambing pada acara aqiqah kedua Anaknya.


Tidak ketinggalan antusias Kenzi yang asyik melihat pemotongan kambing di belakang rumahnya. Ada beberapa anak kecil, yang merupakan Anak dari tetangganya Yudha yang ikut melihat. Anak-anak kecil seusia Kenzi sangat senang, karena jarang tinggal di kota penyembelihan kambing sendiri, yang biasanya pada katering.


"Hiyat Daddy kambingnya angis." Tutur Kenzi sedikit iba melihat kambing di sembelih tepat di rumahnya.


"Hmm." Jawab Daddy-nya.


"Duyu kakak pas lahil! Kakak di potongin kambing sepelti Adik ndak, Daddy?" tanyanya Kenzi.


"Dulu kakak di aqiqah juga, tetapi kakak dulu di pesenin pakai katering! enggak masak sendiri seperti Adik." Jawabnya Yudha mengusap lembut rambut Anaknya.


"Ohh cama belalti."


Sebenernya Yudha sangat ngilu melihat darah yang keluar dari leher kambingnya yang di sembelih bergantian. Sedangkan Kenzi sangat antusias, karena ini yang pertama Kenzi melihat kambing disembelih di depan kedua matanya.


"Daddy dalahnya banyak! melah-melah kelual."


"Hiyat Daddy kambingnya tidak belgelak."


"Kalau Adik hiyat! Adik asti akut sepelti kakaknya Enzi ndak ya, Daddy."


"Daddy kambingnya au dibawa kemana? kok diangkat ke sana."


Masih banyak pertanyaan yang keluar dari bibirnya Kenzi, banyak kosakata yang sudah lebih jelas pengucapan huruf-hurufnya. Yudha mendengar beberapa pertanyaan Anaknya cuma mengulum senyum sembari merapikan rambut Anaknya yang sedikit berantakan tertiup angin.


Setelah menyaksikan pemotongan kambing, Kenzi naik ke kamar kedua Adiknya berada, sedangkan Yudha masih di belakang rumahnya. Di belakang rumahnya masih banyak orang yang membantu penyembelihan kambing, dan beberapa kali juga Yudha nampak asyik mengobrol dengan tetangga, kerabat.


***


Di lantai dua kamarnya ketiga Anaknya berada, di samping kirinya kamar Kama dan Kalila, sebelah kanan kamarnya Kenzi. Sedangkan Yudha dan Kania kamarnya berada di tengah-tengah ketiga Anaknya.


Ceklek...


Pintu kamarnya terbuka menampilkan sosok Kenzi menyengir kuda, dan menutupnya sedikit kasar. Membuat kedua Adiknya menangis karena acara tidurnya, dan nenennya di gangguin kakaknya.


"Oeeekkk......" Suara tangisan kedua kembarnya sampai memeki telinga, karena suara keduanya saling bersahutan.


"Cup Cup Cup Sayang..."

__ADS_1


"Kaget ya! Kakak buka pintu ya! kan kakak nggak sengaja sayang, karena Kakak nggak tau kalau Adik lagi bobok dan *****."


"Cup Cup Cup...."


Kania mengecup pipi keduanya bergantian, dan menggoyangkan tubuhnya di dalam gendongannya, sedangkan si adik di gendong budenya yang baru kemarin tiba ke Jakarta. Untuk menghadiri acara aqiqah cucu kembarnya.


Kenzi yang melihat Adiknya menangis, dan sekarang sudah diam. Kenzi menghampiri kedua Adiknya yang di tidurkan diatas kasur, dan tangan kakinya bergerak seperti sepeda. Membuatnya langsung meminta maaf dengan Bundanya, dan kedua Adiknya.


"Solly Dik! Kakak ndak tahu kalau Adik lagi bobok."


"Aaf Bunda! Kakak bikin Adik kaget."


"Enggak apa-apa sayang! Kakak kan tidak sengaja."


Mendengar jawaban Bundanya membuat Kenzi lega, dan bisa tersenyum sumringah Bundanya tidak memarahinya, dan malah tersenyum tulus.


***


Yudha melihatnya dari pintu ikut tersenyum tipis, ini yang membuat Yudha semakin cinta dengan istrinya. Kasih sayangnya tidak pilih kasih kepada ketiga Anaknya, Kania bagi rata sesuai porsinya.


Yudha memasuki pintu kamarnya dan menutupnya pelan-pelan. Tiba-tiba langsung mengecup kening istrinya, dan mencium pipi tembem keduanya.


"Udah selesai belum masa nifas-nya, Bunda?" Bisiknya Yudha.


"Tunggu Daddy bobol gawangnya."


"Gawang apa."


"Gawang yang dibawah."


"Mesum."


Kenzi yang melihat Daddy Bundanya berbicara bahasa planet, Membuat Kenzi mengernyitkan dahinya.


"Daddy ama Bunda bicala apa kok kakak ndak ngelti." Batinnya Kenzi.


"Bunda." panggilnya Kenzi.


Belum selesai Kania menjawab panggilan Anaknya Kenzi, Kama sudah menangis memasukkan jari-jari tangannya ke dalam mulutnya.


"Mau ***** ya."


"Kama mengerjap kedua matanya lucu, dan menjulurkan lidahnya."

__ADS_1


Saking gemasnya, Kania mencium seluruh wajah Anaknya dan di ikuti Daddy-nya, dan Kakak Kenzi yang mengakibatkan Kalila ikut menangis.


"Tadi kakak panggil Bunda! ada apa?" tanyanya Bundanya.


"Ndak jadi Bunda! Kakak lupa."Jawabnya Kenzi menyengir giginya yang putih bersih nampak terlihat.


"Kania mengusap rambut Kenzi, dan mengecup puncak kepalanya."


****


Acara pengajian aqiqah akan segera di mulai, beberapa tamu undangan sudah berdatangan. Setelah menidurkan kedua Anaknya, Kania memandikan Kenzi memakaikan pakaian yang senada dengan Adik kembarnya, dan Daddy Bundanya.


Nampak Yudha teng bersiap-siap untuk mandi, dan mengganti pakaian yang senada dengan ketiga Anaknya yang kali ini nampak sangat tampan, dan cantik seperti duplikat dirinya waktu masih kecil.


Setelah membantu Suaminya bersiap, dan Anaknya Kenzi bersiap juga. Kini giliran Kania yang bersiap, Yudha dan Kenzi bergantian menunggu si kembar yang masih pulas dengan tidurnya.


Setelah selesai mandi, ganti pakaian dengan warna senada dengan ketiga Anaknya, dan suaminya. Kania sedikit memoleskan bedak tipis-tipis di wajahnya, dan memoleskan lipstik tipis biar tidak terlihat pucat.


Kania mengenakan kerudung yang senada dengan warna pakaiannya. Siapapun yang memandangnya pasti jatuh cinta pandangan pertama.


Tiba-tiba Yudha memeluk istrinya dari belakang, dan menciumi lehernya yang tertutup dengan kerudungnya.


"Cantik sekali istriku." bisiknya Yudha


"Tidak sabar menunggu nanti malam! Mas enggak tahan, Yank."


Kania merasakan tonjolan di pantatnya, tetapi Kania pura-pura tidak tahu karena Kania tidak mau make-upnya berantakan akibat ulah suaminya yang kelewatan mesum tingkat akut.


"Mas jangan seperti ini! lepaskan dulu! kasihan tamu yang sudah datang."


Mendengar kata tamu, Yudha tersadar bahwa hari ini dirumahnya sedang diadakan acara aqiqah kedua Anak kembarnya. Buru-buru Yudha melepaskan pelukannya, dan mulai merapikan penampilannya kembali yang sedikit berantakan akibat ulahnya yang tidak bisa menahannya.


***


Mereka akhirnya turun bersamaan, dengan posisi kedua Anaknya di gendong kedua Neneknya, dan Kenzi berjalan di tengah-tengah kedua orang tuanya.


"Nampak tamu yang melihat terlihat kagum, keluarga yang harmonis semoga menjadi panutan keluarga yang lain." Seloroh tamu yang berbicara.


Serangkaian acara Aqiqah kedua Anak kembarnya, tamu undangan sudah mulai pulang. Tinggal masih beberapa tetangga rumah, dan kerabatnya yang masih di rumahnya Yudha.


Nampak kedua Anak kembarnya di letakkan di box bayi, di depan kedua orang tuanya. Nampak Kalila yang mencium si kakak Kama yang masih tertidur pulas.


__ADS_1


__ADS_2