
Selamat hari Sabtu
Happy weekand☺☺☺
***Happy reading
Jangan lupa Rate-nya***
Yudha berbaring di samping anaknya, memeluknya sangat erat bertubi-tubi menciuminya. Daddy sayang, cinta Kenzi setelah mengucapkan kata-kata cinta Yudha mengecup kening Kenzi, lalu beranjak dari tempat tidurnya untuk menelepon sekertarisnya bahwa tidak kembali ke kantor lagi.
Merogoh handphone di saku celananya, Yudha mendial nomer sekertarisnya beberapa kali mendial belum ada tanda-tanda untuk di angkat sekertarisnya. Lalu Yudha keluar kamar mencari Kania yang sedang sibuk mempacking barang-barang yang akan dibawa ke Kalimantan.
"Saya lagi apa?" Yudha memeluk Kania dari belakang dan menghirup dalam-dalam aroma wangi lavender di tubuhnya Kania. "Saya suka wanginya lebih menenangkan".
Drttt drttt drttt........
Yudha merogoh handphone di celananya untuk melihat siapa yang meneleponnya, "Ganggu saja" batin Yudha.
Tertera di layar handphonenya "Nety Pradipta Group" Yudha mengangkatnya dengan lesu, dan sedikit keberatan bila pelukannya harus terlepas dulu dari Kania.
__ADS_1
"Sayang sebentar ya, Mas angkat telepon dulu!" Yudha membisikkan ke Kania bahwa ada telepon penting yang harus Mas angkat. Yudha memperhatikan ke arah Kania bahwa yang menelepon Nety sekertarisnya.
"Assalamu'alaikum Net." Sapa Yudha duluan di telepon.
"Walaikumsalam Pak! ada apa menelepon? ada yang bisa Nety bantu Pak?" tanyanya Nety tanpa basa-basi langsung to the point dan bertanya secara beruntun.
"Net, nanti kalau ada yang mencari saya bilang saya tidak kembali ke kantor, mau langsung terbang ke Kalimantan kurang lebih seminggu saya di sana." Ujar Yudha mendikte sekertarisnya lebih rinci.
"Siap Pak laksanakan!" Jawab Nety memberikan hormat seperti militer.
"Kamu bisa di andalkan Net." Ujar Yudha tersenyum tipis.
Ceklek...
Yudha Membuka pintu kamar anaknya sangat pelan-pelan banget takut anaknya terbangun. Yudha berjalan ke ranjangnya Kenzi seperti mengendap-ngendap supaya tidak terdengar suara langkah kakinya.
Mengusap lembut dahi anaknya seperti sedang bermimpi yang nampak mengkerut dan sesekali tersenyum manis. membuat Yudha juga ikut tersenyum melihat anaknya yang sedang bermimpi indah mungkin.
Mengecup kening dan bibirnya sangat singkat, Yudha meninggalkan kamar anaknya menutup pintu sangat pelan-pelan.
__ADS_1
"Kenzi masih tidur?" Ujar Kania yang ikut duduk di ruang keluarga sedang menikmati acara berita di televisi.
"Iya sayang masih." Yudha merebahkan tubuhnya di sofa dan meletakkan kepalanya di pangkuan Kania sebagai bantalnya.
Kania membelai lembut rambutnya Yudha dengan sayang, seketika Yudha membalikkan badannya untuk membenamkan kepalanya di perut Kania dengan mata yang terpejam menikmati elusan tangan Kania yang lembut.
"Tidur bentar ya." Ujar Yudha yang semakin membenamkan wajahnya di Kania, menghirup dalam-dalam wangi tubuhnya Kania.
"Tidurlah." kembali Kania menganti caneel telivisinya yang mulai bosan menunggu orang yang tidur di pangkuannya.
Mendengar dengkuran halus Yudha membuat Kania tersenyum bagaikan nyanyian merdu yang sangat indah untuk dinikmati.
Sayup-sayup Kania mendengar suara tangisan dan panggilan dengan sebutan Bunda, Kania tersadar dan membangunkan Yudha yang sudah tertidur di pangkuannya.
"Sayang bangun." bisiknya di daun telinganya Yudha sembari Tangan Kania mengusap pipinya Yudha dengan lembut.
Eughhh.....
"Sayang bangun, itu Kenzi memanggil kayaknya sudah bangun. Kania bergegas meninggalkan Yudha yang masih mengucek-ngucek matanya, berlari ke kamarnya Kenzi untuk melihat anaknya yang mungkin sudah bangun.
__ADS_1