Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 105


__ADS_3

Selesai drama makan siang di kantor, Kenzi yang kekenyangan akhirnya tertidur pulas di pangkuan bundanya. Kania mengecup keningnya lama, dan mengusap-usap Puncak rambutnya Kenzi yang sudah mulai sedikit panjang.


"Sayang, pulang kantor nanti berkunjung ke makam mendiang Nena ya." Ujar Yudha yang minta persetujuan calon istrinya, yang akan menjadi ibu sambung anaknya, Yudha ingin memperkenalkan lebih dekat dengan mendiang istrinya.


"Iya! nunggu Kenzi bangun dulu ya." Ujar Kania mengusap-usap tangannya Yudha yang sedang mengengam tangannya Kania.


"Pindah kamar yuk!" ajak Yudha yang sudah merentangkan tangannya untuk menyambut tangannya Kania yang sudah terulur.


"Emang disini ada kamarnya?" tanyanya dengan muka polosnya.


"Ada! kamar pribadi khusus untuk hmmm." goda Yudha yang menatap reaksi Kania yang diam melongo dengan pikiran kotornya.


"Kamu mikirin apa bengong begitu." Ujar Yudha di hadapan Kania yang jaraknya sudah tinggal 3 cm.


"Pasti mesum ya!" Ujar Yudha menaik turunkan alisnya yang sedang mengoda Kania yang sudah seperti kepiting rebus pipinya.


"Dasar!!" Kania melempar bantal sofa yang ada disampingnya mengenai mukanya Yudha yang tersenyum misterius.


"Udah ah saya mau ke kamar menidurkan Kenzi." Ujar Kania yang bangkit dari duduknya dengan mengendong Kenzi, dan masuk ke kamar pribadi yang ada di kantornya Yudha.


Kania ikut merebahkan tubuhnya di samping Kenzi yang nampak tertidur sangat pulas. Kania mencoba mengecup pipinya saja tidak terusik sama sekali.

__ADS_1


Akhirnya Kania ikut memejamkan matanya sembari memeluk anaknya, yang tidak terganggu sama sekali dengan gerakan tangannya.


15 menit Yudha membuka kamarnya, dan melihat kedua malaikatnya tertidur pulas saling memeluk, membuat Yudha masuk ke dalam, dan menghampirinya mengecup keningnya satu persatu, dan menaikan selimutnya sebatas dada.


Yudha kembali menutup pintunya sangat pelan takut mereka berdua terbangun, dan kembali bekerja memeriksa berkas-berkas yang masuk ke ruangannya, baru saja di antarkan sekertarisnya.


Melamun sebentar dengan memainkan bolpoin di bibirnya, membuat Yudha tersenyum penuh kemenangan sebentar lagi akan melepas masa dudanya dengan wanita muda yang masih usia 23 tahun.


Drttt drttt drttt drttt....


Handphone Yudha yang berada di atas meja kerjanya bergetar berulang-ulang, menyadarkan Yudha dari khayalan indahnya. dan melihat notifikasi dari siapa.


"Assalamu'alaikum Yah." Sapa Yudha kepada ayahnya di teleponnya.


"Kapan keluarga Kania akan berkunjung ke Jakarta?" tanya tuan Pradipta kepada anaknya Yudha.


Kata Kania, "Kalau tidak malam ini, besok pagi Yah."


"Kalau sudah di Jakarta kabari ayah dan Mamamu." Ujarnya Ayahnya menekan kata Mama, supaya Yudha tidak lupa menelepon Mamanya.


"Baik Yah!"

__ADS_1


Telepon terputus, Yudha meletakkan kembali teleponnya di atas meja kerjanya, dan kembali memeriksa berkas-berkas di mejanya sebelum jam 16 sore harus selesai, karena Yudha ingin pulang lebih awal untuk berkunjung ke makam mendiang istrinya.


Pukul 15.00 Kania dan Kenzi sudah bangun, yang masih mengucek-ngucek matanya untuk menatap kamarnya yang berbeda.


Ceklek...


"Udah bangun sayang." Ujar Kania dari kamar mandi untuk mencuci mukanya, biar keliatan lebih segar usai bangun tidur.


"Ini Kamal ciapa unda?" tanya Kenzi celingak-celinguk melihat isi kamarnya, seperti kamar cowok.


"Ini punya Daddy, sayang." Ujar Kania mengangkat Kenzi untuk duduk di pangkuannya.


"Kok Enzi balu tau, Daddy unya lumah di cini." Jawab Kenzi dengan wajah yang polos, suara serak khas bangun tidur.


"Ini di kantor sayang." Kania mengelus rambutnya Kenzi.


"Ayo kelual unda! hiyat daddy!" tangan Kenzi langsung menarik tangan bundanya untuk di ajak keluar kamar menemui daddy-nya.


Kania mengendong Kenzi, yang masih sedikit mengantuk kepalanya masih di ceruk leher bundanya.


"Jagoan Daddy udah bangun ya." Ujar Yudha mengambil Kenzi dari gendongan bundanya, yang masih menyesuaikan cahayanya.

__ADS_1


"Pulang kerja nanti berkunjung ke tempat mommy ya sayang." Ajak Yudha.


Kenzi mengangguk, dan menaruh kepalanya di dada bidang daddy-nya, dan memainkan kancing bajunya Daddy-nya sesekali mendongak ke atas untuk melihat Daddy-nya yang sedang berbicara dengan bundanya.


__ADS_2