Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Part bonus


__ADS_3

Kania masih berdiri di teras rumahnya, tangannya masih memegang bibirnya yang membengkak akibat ulah suaminya sendiri yang menyerangnya tiba-tiba. Kania pun tidak sadar bahwa ada para pekerja memperhatikan majikannya, sedari tadi memegangi bibirnya sembari senyum-senyum sendiri. Mungkin bila tidak kenal, pasti akan mengira bahwa Kania tidak normal, 100% pun tidak penuh dengan utuh.


"Non, ada yang sakit bibirnya?" tanya si mbak yang sedang membersihkan taman bunga yang tertata rapi di halaman depan.


"Belum ada jawaban."


"Non kenapa? kog mbak perhatiin dari tadi diam saja, apa ada yang sakit? apa perlu mbak hubungi pak Yudha untuk segera pulang?" tanya mbaknya dengan raut kekhawatiran. Tangannya berkali-kali meremas ujung pakaiannya yang di kenakan mbaknya.


"Ehh- ke-napa mbak? tanya apa tadi mbak sampai Kania enggak dengar." suara Kania yang lembut mampu membuat mbaknya terdiam, lupa tadi tanya apa dirinya.


"A-pa ya? Mbak lupa non, maafin mbak ."


"Kenapa pakai minta maaf? tidak ada yang salah kog, mungkin Kania tidak denger mbak bicara apa?"


"Ya sudah lupakan saja, Kania masuk ke kamar dulu, mbak!"


"Duluan ya!"


Kania memilih masuk ke dalam kamarnya, menaiki tangga satu persatu sangat ringan. Belum genap satu hari, pagi ini dunianya sedang jungkir balik. Vitamin pagi dari suaminya mampu membuat dirinya bahagia, sungguh hatinya sedang bermekaran seperti bunga di halaman rumahnya.


Derrrtttttt derrrtttttt....


Membuka pintu kamar utama, ponselnya bergetar diatas meja kamarnya. Beberapa jam yang lalu, Kania tidak memperdulikan ponselnya, sengaja di silent supaya tidak mengganggu pacaran nya.


"Dara calling.." layar ponsel tertera nama adiknya, Kania berbinar bahagia. Bahagia adik nya menelepon untuk memberikan kabar, setidaknya adiknya sedang tidak kenapa-kenapa?

__ADS_1


"Assalamualaikum Kak, apa kabarnya? Ara kangen Kaka." ucap Ara seolah-olah rasa kangennya terobati dengan pelukan jauhnya.....


"Waalaikumsalam dik, betah kerja di sini dik?" tanya Kania untuk lebih tahu lagi, apa keinginan adiknya.


"Alhamdulillah betah kak, teman Ara jadi banyak dan banyak pengalaman baru yang bisa Dara ambil."


Mereka berbincang panjang kali lebar dengan topik yang berbeda, Kania super excited menanyakan teman lawan jenis adiknya.


"Ahhh Kaka mah suka gitu!"


💚💚💚💚💚


Pagi yang indah untuk jiwanya yang sedang berbahagia, Yudha memilih mengendarai mobilnya sendiri tanpa bantuan sopir pribadinya yang selalu setia mengantar jemput dirinya setiap kali berangkat dan pulang dari kantor.


Mengingat kejadian pagi sebelum berangkat, bibirnya mengulum senyum tipis, pagi terindahnya bersama sang istri.


Perasaan cinta yang tumbuh karena terbiasa, sampai sekarang ini semakin tumbuh subur seperti rumput yang selalu tersiram dengan air hujan.


Tiba di halaman kantornya, sudah ada petugas security yang akan memprakirakan mobilnya di tempat parkir biasanya.


"Selamat pagi pak, seperti biasa di tempat parkir langganan bapak kan."Tutur petugas security untuk menanyakan ulang, takutnya bos nya ingin berganti tempat parkir nya.


"Yoi tempat biasanya, Pak." sahut Yudha dengan bibirnya tersenyum tipis.


Tidak menunggu jawaban atau pertanyaan orang security di kantornya, Yudha memilih melenggang pergi ke ruangan nya.

__ADS_1


Dengan lift khusus Yudha masuk dengan menenteng tas kerja yang selalu di bawanya, karena isi nya yang keramat membuat dirinya sangat mencintai benda yang ada di dalam tas nya.


"Selamat pagi pak.." sapa sekertaris nya dengan berdiri, lalu membungkuk kan kepalanya sebagai tanda hormat kepada atasannya.


"Pagi juga.." ucap Yudha menyapa balik sekertaris nya.


"Ada jadwal apa hari ini?"


Sekertaris nya membacakan satu persatu agenda yang akan mereka hadiri dari pagi hingga menjelang sore hari. Yudha mendengarkan dengan seksama, sesekali kepalanya manggut-manggut mengerti tentang penjelasan sekertaris nya.


"Ada yang di tanyakan mungkin, Pak?"


"Enggak, terimakasih!"


Tidak ada pertanyaan, sekertaris nya sudah keluar dari ruangan bos nya. Yudha mulai fokus membuka satu persatu halaman berkas diatas meja, berkas sudah sangat menumpuk..


"Menumpuk itu kamu, pasti akan mas makan dengan sangat lahap."


Mampir ke cerita othor yang masih On going, mari-mari ikut di ramaikan supaya bikin othor semangat.



v


__ADS_1


__ADS_2