
Menjelang persalinan istrinya, Yudha sudah libur dari kantornya karena ingin menemani istrinya di sisa-sisa kehamilan yang semakin hari, semakin dekat. Seperti pagi ini Kenzi juga ikut mogok tidak ingin masuk sekolah, sebelum Adiknya lahir ke dunia.
Kenzi juga ingin menemani Bundanya di rumah, Sebelum sarapan di mulai Kenzi bermain dulu di ruang khusus bermain yang di desain khusus untuk Kenzi, dan kedua adiknya.
"Brumm....brummm.." Tutur Kenzi dengan gayanya seolah-olah sedang menaiki sepeda motor mainannya.
"Wushhhh....." Suara motor yang berjalan sangat kencang.
"Kakak lagi main apa? kok suaranya ke dengeran dari luar." Tanyanya Yudha sembari berjalan menghampiri Anaknya yang masih asyik dengan mainannya.
"Mobil Daddy." Jawabnya Kenzi singkat.
"Saking sibuknya main! Daddy di cuekin!" Ujar Yudha yang pura-pura cemberut.
"Hehe soli Daddy." Jawabnya Kenzi.
Kenzi mulai meninggalkan mainnya beralih meminta di pangku Daddy-nya, Kenzi mulai memainkan kaos Daddy-nya, dan menekan-nekan perut di Daddy-nya yang di tekannya sangat keras.
"Kok pelut Daddy kelas?" Tanya Kenzi yang semakin penasaran dengan isi di dalam perut Daddy-nya.
__ADS_1
"Karena Daddy suka olahraga, Kak." Jawabnya.
"Ayo Daddy olahlaga biar peyut akak sepelti unya Daddy." Seru Kenzi yang turun dari pangkuan Daddy-nya, dan menggeret tangannya untuk berdiri dari duduknya.
"Besok aja ya olahraganya! Daddy dan Kakak juga udah mandi! entar Bunda marah kalau waktu sarapan kita pergi olahraga." Tutur Yudha menjelaskan ke Anaknya.
"Oce Daddy! hanji ya Daddy." Sahut Kenzi menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Daddy-nya.
****
Kania pagi ini masih sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya. Kania masih mengingat kata-kata Dokter Ferguson yang harus banyak bergerak, dan beraktivitas tetapi tidak berlebihan.
Setelah selesai memasak menu sarapannya, Kania mulai masuk ke dalam kamar untuk mandi kembali, biar tidak bau bawang yang bikin suaminya tidak betah ada di sampingnya.
Selesai membersihkan dirinya, Kania keluar kamar dengan wajahnya kelihatan lebih fresh, dan sudah wangi. Walaupun sederhana, tetapi kecantikan Kania sangat alami dengan kulit putih langsat-nya.
Setelah hamil Kania sangat cantik, sangat seksi versinya Yudha, tetapi versi autthor juga ya hehehe.
Melihat suami, dan anaknya sudah duduk di kursi makan, Kania mulai berjalan menghampirinya dengan perut buncitnya, yang berjalan sangat kesusahan.
__ADS_1
Kania mencium kanan kiri pipi suami, dan Anaknya. Kania mulai mengambilkan nasi untuk kedua jagoannya.
"Kakak mau sama apa?" tanyanya Kania.
"Akak ama ayam goyeng, Unda." Seru Kenzi dengan semangat 55.
"Mau satu apa dua, Kak?" tanyanya Kania.
"Atu Unda! ental alau abis akak au agi, Unda." Tutur Kenzi dengan mulutnya yang sudah penuh dengan makanan.
***
"Mas mau sama apa?" tanyanya Kania.
"Mau sama kamu di dalam kamar!" Jawabnya Yudha.
Belum juga Yudha melanjutkan bicaranya, Kania sudah melotot kedua matanya, dengan semburat rona merah di kedua pipinya. bila mengingat semalam Kania sangat agresif, semenjak hamil Kania sangat sensitif terhadap sentuhan suaminya.
Yudha juga sangat tidak bisa lepas, semenjak istrinya mengandung rasanya sangat enak, bener-bener membuat Yudha ingin lagi, dan lagi, padahal pernikahannya dengan mommynya Kenzi tidak seperti bersama Kania.
__ADS_1