
Satu minggu kemudian.....
Intan sangat bahagia selesai acara pertunangannya, Intan sudah kembali masuk ke kanto lagi. Sudah mulai aktivitasnya seperti sebelumnya Intan pindah ke luar negeri, sedangkan Aira sudah masuk sekolah Playground dekat rumahnya.
Pagi ini seperti pagi sebelum-sebelumnya, Intan dan keluarga sedang menikmati sarapannya. Aira juga sudah rapi dengan seragam sekolahnya yang baru, Intan juga sudah rapi dengan pakaian kantornya, tidak ketinggalan juga Opa Oma-nya juga sudah duduk manis menunggu Intan dan Aira untuk sarapan bersama.
Setelah mereka sarapan bersama, Intan pamit untuk pergi ke kantor duluan karena ingin mengantar Aira terlebih dahulu ke sekolahnya. Di sepanjang jalan Aira terus saja bernyanyi, menyanyikan lagu-lagu anak kecil yang di ajarkan Bu gurunya di sekolah. Di jok belakang, Aira sedang menyanyikan lagu di sekolahnya.
Binatang ciptaan Allah
Jelapah-jelapah lehelnya panjang
Kulitnya belang-belang iiih lucu cekali
Jelapah-jelapah itu namanya
Jelapah-jelapah ciptaan Allah
Jalannya lompat-lompat
Telingannya panjang
Kulitnya hitam putih iiihhh .. lucu.. cekali
Kelinci-kelinci itu namanya
Kelinci-kelinci itu ciptaan Allah...
Jalannya menggal-menggol
Mulutnya panjang
Bulunya putih bersih..ihh lucu..cekali
Bebek wekwek-bebek wekwek itu namanya
Bebek wekwek-bebek wekwek itu ciptaan Allah...
"Yeeeehh Aila ica nyanyi sepelti Bu gulunya Aila, Ma." Serunya Aira bertepuk tangan, dan menampilkan giginya yang rapi.
Intan yang melihat Anaknya bahagia, dan bisa menghafalkan lagu-lagu yang di pelajari dari bu gurunya di sekolah. Intan ikut tersenyum tipis, memperhatikan Aira-nya dari spion mobilnya.
Mereka berdua sudah tiba di sekolahnya Aira, Intan mengandeng tangannya Aira menuju kelasnya. Senyum lebarnya tidak pernah padam, selalu menebar senyumnya, baik di sekolah maupun di rumah.
__ADS_1
"Sekolah yang rajin ya, Aira tidak boleh nakal harus berteman dengan teman-teman di sekolah, Aira harus nurut apa kata Bu guru ya sayang." Ucap Intan berjongkok di depannya Aira, sembari tangannya memegang kedua tangan Aira.
"Ciap Ma, Aila celalu ingat pesan Mama" Ucapnya dengan senyum terukir manis di sudut bibirnya.. Tangan Intan terulur untuk mengusap rambutnya Aira, dan mengecup pelipis Aira singkat.
"Da...da..da.. Mama..." Ucap Aira melambaikan tangannya, dan tangan satunya di gandeng dengan Bu guru untuk masuk ke dalam kelasnya.
Setelah memastikan Aira sudah masuk ke dalam kelasnya, Intan masuk ke dalam mobilnya untuk menuju ke kantor yang jaraknya tidak begitu jauh dari sekolahnya Aira.
Mengingat kejadian di mobil dengan Aira, dan di depan sekolahnya tadi, Intan tersenyum tipis.
"Aira semakin hari, semakin gemesin dan pintar." ucap Intan hanya mampu membatinnya dihati.
πππ
Tom tersenyum lebar melihat tingkah Aira di dalam mobil Mamanya, Intan sengaja mengirimi Tom video Aira yang sedang bernyanyi di dalam mobil dengan suara yang belum begitu jelas. Tetapi bagi Tom itu sudah membahagiakannya, melihat tumbuh kembang putrinya semakin pintar.
Sebagai Papa-nya Tom sangat bangga, Aira tumbuh di lingkungan yang mendidiknya dengan baik, terutama Intan yang begitu sabar dan menyayangi Aira dengan kasih sayang yang tulus.
Mengingat nama Intan, Tom merindukan gadis-nya, belahan jiwanya, pemilik hatinya, calon istrinya. Tom sangat merindukan Intan, cintanya sangat besar setelah acara pertunangan satu minggu yang lalu, membuat Tom menyadari betapa berharganya Intan dan Aira di hidupnya.
"Ahhh rasanya Aku ingin cepat-cepat Syah." guman Tom sangat lirih, sembari tangannya membelai foto di wallpaper di layar ponselnya.
"Ingin rasanya waktu cepat berjalan seperti harapan Tom, yang ingin segera menikahi wanita pujaannya, Wanita yang melahirkan Anaknya Aira."
"Rasanya Aku mulai merindukannya." guman Tommy di sertai seringain-nya.
Tom meraih gawainya yang di letakkan di meja kerjanya, mendial nomer seseorang, tetapi tidak ada jawaban hanya nada operator yang menjawab.
"**Kemana Mamanya Aira kok di telepon hanya suara operator, uhhh nggak tahu apa kalau ada yang lagi mala rindu." Ucap Tom lirih.
πππ
Di sekolahannya Aira**
Pagi ini Aira nampak bersemangat karena pagi ini pelajarannya di luar ruangan, semua murid Playground di ajarin cara menyirami tanaman dengan media pot. Nampak Anak-anak Playground antusias, ini pelajaran pertamanya mengenal cara menyirami tanaman yang benar.
"Anak-anak perhatikan bu guru dulu ya, baru nanti boleh menyiram tanaman-nya bergantian." Tutur Bu Hera menerangkan dan memberikan contoh cara menyiram yang benar.
"Baik Bu gulu!" Jawabnya kompak, hanya suara Aira yang begitu lantang dan bersemangat.
Setelah memperhatikan apa yang di terangkan Bu gurunya, Anak-anak sangat mudah memahaminya, sudah mencobanya secara bergantian.
Ada rona bahagianya di wajah anak-anak didiknya, ada yang mulai berebutan duluan, ada yang tidak mau takut basah, kotor, atau berkeringat itulah berbagai macam tingkah anak didiknya yang banyak variasinya.
__ADS_1
Tidak berselang lama, jam pulang sekolah Playground tiba. Aira sudah di jemput Intan, Intan menunggunya di dalam mobil dekat gerbang sekolah. Detik berikutnya Aira menghamburkan diri keluar kelas, sesekali Aira mengobrol dengan temannya, di selingi dengan tertawa cekikikan.
"Aira....." panggil Intan dengan cara melambaikan tangannya, dan kaca mobilnya sudah Intan turunkan terlebih dahulu.
"Mama...." Jawabnya Aira dengan wajahnya yang berseri-seri karena di jemput sang Mama.
Setelah Aira berpamitan dengan temannya, dengan alasan di jemput duluan, dan temannya di tawarin untuk bareng dengannya tidak mau, Aira langsung masuk ke dalam mobil.
"Ma, tadi pelajalannya selu anget Aila suka, ampai pakaian Aila basah kena ail." Serunya Aira menceritakan kegiatan selama belajar di sekolahnya.
"Iya sayang, Mama juga bahagia melihat Aira nyaman di sekolah." Sahutnya Intan sembari tangannya satu terulur mengelus rambutnya Aira, yang kebetulan Aira duduk di bangku sebelah Mamanya.
"Aira suka sekolahnya?" tanya Intan
"Suka Ma, suka anget!" Jawabnya Aira semangat.
Mobilnya Intan sudah memasuki pelataran parkir restoran cepat saji di jalan X, Intan turun duluan untuk membukakan pintu untuk Aira, mereka berjalan berdua masuk ke dalam restoran.
Sedangkan di meja sudah ada Tommy yang menunggunya dengan gadget di tangannya, tidak memperhatikan kedua perempuan yang berjalan menghampiri mejanya.
"Papa..." Sapa Aira yang berjalan lebih cepat untuk sampai ke meja Papa-nya.
"Tom Mendongakkan wajahnya melihat siapa yang memanggilnya, langsung menutup gadget-nya dan merentangkan kedua tangannya untuk mengangkat tubuhnya Aira tinggi-tinggi."
"Hahahaha jeli pa, Aila au tulun, Aila akut atuh ental akit." Tom semakin mendusel-dusel di perut Aira, dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
Intan yang melihat kekompakan Anak dan ayah, tersenyum tipis memperhatikan keduanya yang bercanda.
"Udah Mas nanti Aira muntah, kalau kebanyakan ketawa." Ucap Intan melerai Tom untuk menyudahi mengangkat Aira, dan menciumi perutnya.
Setelah Aira duduknya lebih tenang, sudah minum Aira mulai menceritakan pengalaman barunya di sekolah, Tom yang mendengarnya sangat bangga, putrinya sungguh pintar, bener-bener keturunannya mewarisi sifatnya.
**Maaf yang nungguin cerita ini, kemarin autthor tidak Up karena idenya mentok pingin liburanπππ
Part ini menurut readers gimana? pasti banyak yang tidak nyambung maklum ya autthor lama tidak pergi liburanπππ
Jangan lupa simpan di menu favorit
LIKE
KOMENTAR
RATE-NYA
__ADS_1
VOTE**