
Satu minggu kemudian...
Kehidupan rumah tangga Yudha, dan Kania tambah bahagia, karena sudah tidak ada pengganggu dalam rumah tangganya, Intan sudah pulang ke negara asalnya Perancis.
Pagi ini sengaja Yudha tidak berangkat ke kantor, karena ingin menemani istrinya untuk memeriksakan kandungannya.
"Akak Enzi itut ya, Unda." Tutur Kenzi yang sudah menempel kepada Bundanya.
"Akak kan ingin hiyat Adik cowok apa cewek, Unda."Tutur Kenzi yang merayu Bundanya, agar di perbolehkan Bundanya untuk ikut ke rumah sakit.
"Iya sayang, kakak Kenzi boleh ikut." Sahut Bundanya.
"Yeeeehh! akak Enzi oleh itut! hiyat Adik." Seru Kenzi yang bersorak-sorak.
Setelah mereka sudah siap, ketiganya menuruni anak tangga, Kenzi di tuntut Daddy-nya, dan satu tangannya untuk mengengam tangan Bundanya.
Bik Siti yang melihatnya dari bawah, tersenyum bahagia akhirnya mereka bisa melewati masa-masa dimana masa lalu Yudha kembali datang, dengan kedatangan Intan orang yang ada di masa lalunya.
Hari ini bisa melihatnya bergandengan tangan, dan saling tersenyum. Membuat bik Siti ikut bahagia, badai datang pun cepat pergi.
Flashback On
__ADS_1
Di perjalanan pulang dari rumahnya Yudha, Intan tidak henti-hentinya menangis, dan Tom siap menjadi sandaran orang yang pernah menjadi masa lalu bosnya.
Tidak sungkan-sungkan Intan, memberanikan dirinya untuk memeluk dada bidangnya Tom. Seorang pria yang baru saja di temui nya, menumpahkan kesedihannya.
Setelah sampai Bandara, tidak ada kata yang terucap di keduanya, tugasnya Tom mengantar Intan sampai Negaranya Perancis..
Setelah sampai kabin pesawat, tidak berselang 10 menit. Intan tidur di pelukannya Tom, mungkin karena lelah menangis tiba-tiba Intan memeluknya, dan menyandarkan kepalanya di dada bidangnya.
"Cantik..." guman Tom merapikan poni rambutnya yang menutupi wajahnya.
Tom ikut tersenyum, dan tidur bersama dalam satu dekapannya. Mereka berdua saling mencari kehangatan, dan kenyamanan dalam tidurnya.
Kurang dari 16 jam perjalanan di udara, mereka mendarat di Bandara Paris Charles de Gaulle atau disebut Bandara Roissy Airport. Mereka berdua mendarat dengan selamat.
Berdua memesan kamar dua, berhubungan penuh akhirnya mereka tidur satu kamar, dan satu kasur pula.
"Makasih, sudah mau mengantarku." Tutur Intan yang meremas-remas bajunya.
"Sama-sama! karena un perintah Pak Yudha." Sahut Tom, yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
Sekilas Tom melirik Intan yang masih mondar-mandir di dalam kamar, "Gimana ini, Intan bisa tidur bila tidur satu ranjang dengan pria, yang baru saja Intan kenal." guman Intan lirih.
__ADS_1
Setelah melalui pergulatan batinnya, Intan ikut merebahkan tubuhnya di samping Tom, yang sudah memejamkan kedua matanya terlebih dahulu, Intan meliriknya sekilas sebelum menaikkan selimut sebatas dadanya mulai memejamkan matanya yang mulai mengantuk.
Dalam alam tidak sadarnya, Intan merangsek tangannya untuk mencari kenyamanan di dadanya Tom, Memainkan sebentar buah dadanya Tom, yang membuat Tom tidak bisa menahannya terjadi malam panjang di antara keduanya.
Intan yang mulai terbangun dari tidurnya, syok melihat dirinya yang bugil dengan banyak tanda keunguan disekitar bukit kembarnya. Tom yang mengambil kesuciannya, yang niatnya untuk di serahkan ke suaminya kelak pria yang dicintainya.
Intan berjalan ke kamar mandi, dengan jalannya sedikit tertatih-tatih karena intinya yang masih sakit, dan perih tetapi Intan menahannya.
Setelah Tom terbangun dari tidurnya, seolah-olah sedang tidak terjadi apa-apa. Intan berbicara selayaknya teman biasa yang sudah kenal lama, tanpa ada rasa canggung sama sekali.
Keduanya meninggalkan penginapan dengan kenangan yang tidak bisa Intan lupakan, Setelah mengantar Intan sampai rumahnya, Tom langsung pulang menuju Bandara untuk kembali ke tanah air.
"Tumbuhlah di rahimnya, Mama." guman Intan dengan mengelus perutnya.
Biarlah cerita mereka berdua jadi kenangan indah, Entah kapan lagi mereka akan bertemu, hanya takdir, dan waktu yang bisa menjawabnya.
"Terimakasih untuk kenangannya."
Flashback Off...
Terima kasih yang sudah suka cerita ini, like , komentarnya, dan votenya..
__ADS_1
Tanpa kalian cerita ini tidak akan sampai saat ini, makasih support, dan dukungannya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya.