
Author double Up. Terimakasih like, vote, komenya. Terimakasih yang sudah mau membaca cerita ini☺☺☺
Yudha menaiki kasur ke tempat tidur di sebelahnya Kenzi, Yudha memeluknya dan tiduran di sampingnya.
Tangan Yudha melingkar ke tubuh putranya sesekali mencium rambutnya yang wangi shampo bayi membuat Yudha menghirup dalam-dalam wanginya.
Wangi yang sangat menenangkan batin Yudha.
Yudha ikutan tertidur di samping putranya, memeluknya dengan erat seperti tidak ingin Kenzi sakit yang membuat Yudha pusing tujuh keliling.
Satu jam tertidur di kamar Kania, tiba-tiba ada suara seseorang yang sedang membuka pintu kamarnya Kania.
Dara melihat Kania dan Pak Yudha yang sama-sama saling memeluk Kenzi membuatnya tersenyum senang.
"Semoga Kakak bahagia batin Dara menutup pintu kamarnya Kania dengan pelan-pelan takut menganggu mereka yang tidur saling memeluk.
" Kania terbangun dari tidurnya yang niat awalnya cuma menemani Kenzi tidur malah Kania ikut tertidur juga."
Kania kaget ada tangan besar yang memegang tangannya, Kania menoleh ke sampingnya Kenzi. ada Pak Yudha yang ikut tertidur sambil memeluk anaknya, tanpa di sadari Kania tersenyum kecil.
__ADS_1
"Pak Yudha makin tampan kalau sedang tidur!" ucap Kania mengangumi wajah Daddy-nya Kenzi.
"Kenapa kok aku jadi mengaguminya batin Kania berusaha menghilangkan pikirannya tentang pak Yudha."
Kania beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi karena badannya sudah lengket dan bau karena bangun tidur belum membersihkan badannya, tahu-tahu Kenzi terbangun merengek memanggil namanya.
"Akhirnya Kania ikut tertidur lagi setelah meninabobokan Kenzi."
Kania menaikkan selimutnya untuk menutupi tubuhnya Kenzi dan Pak Yudha yang tambah meringkuk mencari kehangatan.
"Un...da... unda!" teriaknya Kenzi mencari aunty Kania yang sudah tidak ada di sampingnya setelah bangun tidur.
Kenzi sudah bangun dan sekarang sedang duduk di atas tempat tidur sambil menangis dengan sesenggukan mencari Bundanya.
"Cup Cup Cup Kenzi jangan nangis kita cari bunda." ucap Yudha menciuminya pipi bakpao, dan puncak kepalanya.
Yudha langsung mengendong Kenzi keluar dari kamar untuk mencari Kania, Kenzi di gendong Daddy-nya masih dengan suara sesenggukan dan bekas air mata di pipinya membuatnya kemerahan seperti pakai blush-on.
"Itu bunda!" ucap Yudha menunjukkan keberadaan Kania yang sedang mengobrol dengan kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Un..d...a....." teriak Kenzi dengan suara masih sesenggukan karena habis menangis.
Semua orang menoleh ke sumber suara yang ada di belakangnya memanggil nama Kania. Membuat kedua Kakek Neneknya tersenyum bahagia ternyata Kenzi sangat tergantung dengan Kania.
"Uluuhh..uluh.. Kenzi kenapa?" ucap Kania mengendong Kenzi yang sudah langsung nemplok di pelukannya.
'U..nda ingg..alin Enzi." jawab Kenzi masih sesenggukan.
"Bunda nggak ninggalin, cuma mencari udara di luar kamar!" ucap Kania memberikan penjelasan kepada Kenzi.
"Cup... Cup Kania mencium puncak kepala, pipi kanan kiri, udah ya nangisnya." ucap Kania dengan teduh.
"Kenzi makan ya, terus minum obat!" kata Kania.
"Iy..a u.n.da" jawab Kenzi menganggukan kepalanya.
"Anak pintar, siapa dulu Kenzi" Kenzi langsung tersenyum di puji Kania.
Selesai makan dan minum obat Kenzi minta di gendong Kania dengan kain yang Yudha bawa.
__ADS_1
Senyum smirk di tunjukkan kedua Kakek Neneknya, keduanya melirik sekilas Kania dan Yudha secara bergantian.
Rencana perjodohan Yudha dan Kania akan mulus melihat Kenzi yang nemplok terus dengan Kania.