Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 42


__ADS_3

Yudha memboyong Kania dan Dara untuk ke rumah Yudha yang di Jakarta, karena besok adalah ulang tahun putranya Kenzi Pradipta bertepatan hari Minggu.


Kenzi dari tadi tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Aunty Dara yang sedang menggodanya.


"Da...ddy olong!!! aunty dala ak...alin Enzi !" ucap Kenzi suara terbata-bata karena tertawa Hahahaha......."


"Udah Dara nanti Kenzi kecapekan!" ucap Kania melerai Dara yang sedang asyik menggoda Kenzi.


"Bialin kak, Dara terlalu gemas dengan pipi bakpao ini!" ucap Dara membela diri.


"Aunty Uda! Enzi apek!" ucap Kenzi dengan suara ngos-ngosan.


"As hhh capeknya......" ucap Dara mengusap keringat di keningnya padahal mobil ber-AC mana mungkin keluar keringat hehehe itu cuma aktingnya Dara ya readers....


Yudha melihat interaksi antara Kania, Dara, dan Kenzi Lewat spion depan membuat Yudha tertawa kecil .


"Seandainya kamu masih hidup sayang......"


Yudha memejamkan matanya sebentar untuk menepis bayangan istrinya yang berkelebat memenuhi pikirannya. kebetulan terjadi kemacetan yang padat merayap dari Bekasi ke arah Jakarta .


Yudha menyandarkan kepalanya di jok depan tempat Yudha yang memegang kemudi. Yudha memejamkan matanya sejenak untuk melepas rasa lelah karna pulang pergi di kemudikan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Pak! Pak! Pak Yudha!" ucap Kania menepuk pundaknya dari kursi belakang.


"Bapak tidur?" tanyanya Kania merasa khawatir dengan kondisi Yudha menghadapi kemacetan di perjalanan.


"Sedikit Kania!" ucap Yudha dengan suara serak seperti orang bangun tidur.


"Istirahat dulu pak! kalau ngantuk apa capek." ucap Kania menenangkan.


"Terimakasih" ucap Yudha dengan tersenyum.


Yudha menengok ke kursi belakang Kenzi dan Dara sudah tertidur pulas. melihat Kania yang nampak kecapekan karna Kenzi tidur di pangkuan Kania. membuat Yudha tersentuh akan kebaikan dan kasih sayang Kania kepada anaknya Kenzi.


"Kania kalau capek dan ngantuk di tinggal tidur saja, Kenzi tidak akan mudah bangun kalau di pangku seperti itu" ucap Yudha menyakinkan lewat matanya.


Melihat Kania yang menurut, senyum terbit di garis bibirnya Yudha. Yudha sangat perfeksionis dan keras kepala yang tidak mau di bantah siapapun kecuali Kenzi dan kedua orang tuanya.


Bagi Yudha Kenzi dan kedua orang tuanya adalah nyawanya, semangatnya, melihat Kenzi bahagia adalah harapan dan tujuan Yudha saat ini.


"Apapun akan Daddy lakukan, demi kebahagiaanmu sayang"


Kurang lebih satu jam perjalanan mobil Yudha memasuki pagar rumahnya dengan membunyikan klakson orang rumah pasti hafal. Satpam rumahnya langsung membukakan pagarnya.

__ADS_1


"Tumben Pak Yudha jam segini baru nyampe rumah?" tanyanya Pak satpam kepada majikannya.


"Dari Bekasi Pak!" ucap Yudha basa-basi


"Yudha duluan Pak, membunyikan klakson mobil!" ucap Yudha


"Monggo Pak Yudha!" ucap satpam dengan tersenyum dan melambaikan tangannya.


Tok tok tok tok tok


"Bik Yudha pulang"


Ceekklek.....


"Tumben pulangnya malam pak?" tanyanya Bik Siti.


"Dari Bekasi jemput Kania dan Dara bik!" ucap Yudha .


Yudha kembali ke mobilnya untuk membangunkan Kania dan Dara yang masih tertidur pulas walau mobil sudah berhenti halaman rumah.


"Kania, Dara bangun sudah sampai!" ucap Yudha menepuk tangan Kania dan Dara secara bergantian.

__ADS_1


"Euuuugggghhhhh...."


Udah sampai ternyata ucap Kania Dara bersamaan.


__ADS_2