
Hari-hari yang mereka lalui penuh dengan suka duka, tangis bahagia, dan penuh dengan perjuangan untuk mengapai mahligai cinta pernikahan yang hakiki.
Seperti sore ini Yudha sengaja pulang dari kantor jam 3sore lebih awal dari pada biasanya, Yudha ingin menikmati quality time dengan keluarganya terutama anak-anak.
Semakin hari, semakin anak-anak tumbuh dewasa semakin susah waktunya untuk bisa bermain bersama.
Di sore yang cerah ini Yudha menghabiskan waktu dengan anak-anak, mulai dari renang, main petak umpet, dan berbagai permainan mereka lalui bersama penuh tawa dan bahagia.
Moment seperti ini yang sangat Yudha rindukan, bisa menjalani hari-harinya dengan anak-anak tanpa ada hambatan maupun gangguan yang berarti.
"Daddy hayo kita main lagi, kita renang lagi yuk dad." Ujar Kama yang sudah siap dengan pakaian renang nya, Kama sangat menyukai olahraga renang sama halnya dengan kembarannya Kalila, Lila sangat menyukai olahraga renang juga.
"Ayo main petak umpet lagi dad." Tutur Kaffa yang sudah memegang tangan sang Daddy, Kaffa sangat penyuka alam terbuka, tidak begitu menyukai olahraga yang berbau dengan air.
__ADS_1
Belum juga Yudha menjawab pertanyaan putranya Kama, tangannya sudah di pegang dan di tarik oleh Kaffa yang sudah tidak sabaran mengajak dirinya bermain.
"Abang Kaffa renang sendiri dulu, Daddy nemenin Kaffa bentar! nanti Daddy ke kolam renang tempat Abang ya." teriaknya Yudha memberikan pengertian untuk putranya, berharap putranya paham maksud ucapannya karena Kaffa tidak bisa di bantah.
"Oke Daddy." Kama mengacungkan jari jempol nya, dan tersenyum kearah Daddy-nya dengan tulus.
Yudha pun membalas dengan senyuman tidak kalah manisnya, sebagai seorang Daddy Yudha sangat menyayangi anak-anak nya, tidak pernah membeda-bedakan satu dengan yang lainnya menurutnya sama. Anak-anak mempunyai porsi masing-masing, karena usia mereka yang tidak terpaut jauh dari kakak-kakaknya.
💚💚💚💚💚💚💚
"Mbak tolong beresin ya dapurnya, biar Kania yang menata makanan diatas meja." Ujar Kania berbicara pada si mbak yang sedang menunggu air mendidih untuk mandi anak kembarnya yang bungsu.
"Siap non!" Marni menyahuti ucapan majikannya, bagi Marni majikannya sangat baik dan sudah menganggap nya seperti keluarga sendiri.
__ADS_1
"Kania tinggal ya mbak." ucap Kania berlalu meninggalkan dapur, untuk menyusul anak-anak yang sedang bermain dengan Daddy-nya.
"Oke non!" sahut mbak Marni mengacungkan jempol nya.
Dirasa semuanya sudah beres, makanan sudah tertata rapi diatas meja Kania bergegas meninggalkan area dapurnya. Dengan keringat di dahi nya, Kania melangkah kan kaki nya ke taman menemui anak-anak dan suaminya.
"Bunda...." sapa dua bungsu yang berlari ke arah Bundanya, baru saja Kania ingin melangkah kakinya keluar rumah langsung di sambut tubruk kan dua kembar.
"Aduh duh kesayangan Bunda, bau acem banget." Kania pura-pura menutup hidungnya, padahal tidak asam sekali malah masih wangi meskipun sudah banyak keluar keringat.
"Masih wangi, ndak acem, masih hanteng dan tantik..." ucap keduanya membela dirinya, mereka berdua tidak mau di katakan bau karena bagi keduanya keringatnya tetap wangi.
"Wkkkkwkkkk...." Kania tertawa lebar menertawakan dua kembar yang semakin narsis saja.
__ADS_1
Selesai dengan drama singkat nya di taman belakang, anak-anak sudah selesai mandi, dan berganti pakaian sendiri kecuali dua kembar yang masih harus dengan Bundanya . Mereka berdua sangat manja bila ada Bundanya, mungkin karena terlahir anak bungsu kali ya hehehe.