Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 113


__ADS_3

Seiring berputarnya bumi pada porosnya, yang bisa mengganti menit menjadi detik, detik menjadi detik kan jam, dan memutar jam menjadi berganti hari-hari berikutnya. Membuat waktu cepat berlalu, dan berganti menjadi bulan.


Satu minggu lagi pernikahan Kania, dan Yudha, kesibukan kedua keluarga telah terlihat.


Mereka bertiga kembali fiting baju pengantin, sebelum hari H yang akan tiba seminggu lagi, Yudha sudah mengambil cutinya.


Misalnya kebersamaan mereka bertiga pagi ini, sebelum mereka berangkat ke butik di Casablanca. Mereka menyempatkan untuk selalu sarapan bersama, karena Kania termasuk seorang wanita yang rajin, dan pandai memasak kesukaannya.


Dara sudah berangkat ke sekolahnya terlebih dahulu, sebelum kakaknya selesai masaknya, sebagai kakak yang baik Kania sudah menyiapkan bekal sarapannya di kotak makan yang biasanya di pakai Dara.


Yudha termasuk pria idaman, karena mau menerima Kania, dan Dara apa adanya kelebihan maupun kekurangannya yang merupakan anak yatim piatu.


Mereka hidup berdua dalam mengarungi kehidupan yang keras ini, karena harus tinggal jauh dari keluarganya di Semarang demi sesuap nasi, dan pendidikan yang lebih baik.


Meskipun hidup penuh dengan kekurangan, tetapi mereka berdua sangat rukun, hampir saja tidak pernah bertengkar.

__ADS_1


Daddy-nya Kenzi juga sangat menyayangi Dara, sudah di anggap Yudha sebagai adiknya sendiri. Sekarang di rumahnya Yudha mereka berdua tidak tinggal terpisah seperti dulu, yang harus LDR dengan kakaknya karena Kania harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan pendidikannya.


"Unda......"Sapa Kenzi sedikit berteriak, karena bundanya masih saja asyik melamun.


"Unda...." Sapa Kenzi sekali lagi, karena bundanya malah keasyikan melamun, tidak mendengar teriakan Kenzi.


"Unda! hiks....hiks...


"Kenapa menangis sayang?" tanyanya Kania tanpa ada rasa bersalahnya.


"Dari tadi Enzi teliak-teliak anggil unda, undanya ndak dengel-dengel sih!" rajuknya Kenzi yang sudah mencebikkan bibirnya yang sudah bersiap menangis.


"Enzi aapin , etapi Enzi inta uapin oleh?"tanyanya Kenzi yang seperti tatapan matanya yang memohon, dan minta di suapi dengan penuh minat.


"Spesial untuk jagoan bunda yang ganteng ini, yang tampan ini." Ujar Kania yang memuji anaknya di depan daddy-nya yang menatapnya lebih intens interaksi mereka berdua.

__ADS_1


"Sayang ayo makan dulu!" Ujar Yudha yang meminta anaknya fokus ke makan dulu, sebelum melanjutkan ceritanya.


"Aaakkkk unda." Seru Kenzi yang sudah siap menerimanya suapan demi suapan yang masuk ke mulutnya.


Setelah melalui drama sebelum sarapan, dan sesudah sarapan mereka berjalan mengendarai mobil sportnya menuju daerah Casablanca tempat mereka fiting baju pengantin.


Kedua belah keluarganya, juga di seragam kan dengan warna hijau botol, warna pilihan keluarga besar Pradipta.


Keluarga Kania cuma ngikut aja, apa maunya keluarga Yudha, karena baginya yang terpenting keponakannya bahagia, dan menikah Syah menurut hukum, dan agama.


Kania sangat bersyukur, keluarganya sangat menerima setiap keputusan yang mereka ambil, tidak mengurangi rasa bahagianya. Jagoan nya sangat pintar, dan sekarang lebih pengertian.


Semua rombongan keluarga Yudha, dan Kania bersatu, untuk fiting baju seragam pernikahannya.


"Lihat akek! enek tantik, Kek?" Seru Kenzi kelewatan bahagia, mendengar daddy-nya akan menikah lagi.

__ADS_1


"Membuatnya sumringah memperlihatkan giginya yang suka sikat gigi setiap hari, tidak pernah absen.


Yudha sangat berterima kasih dengan bundanya Kenzi, karena Kania adalah wanita kriterianya semenjak mendiang istrinya pergi untuk selamanya.


__ADS_2