
Keluarga Yudha Pradipta dulu ya guyss
Tiga hari menikmati liburan di villa yang tidak jauh dari Jakarta, Membuat Yudha sudah kembali fresh dan mulai bekerja kembali esok hari. Kania dan ke lima Anaknya juga sangat bahagia, melepas sejenak dari rutinitas sehari-hari.
Hari ini terakhirnya kalinya keluarga Pradipta berada di puncak, karena sore nanti mereka akan kembali ke rumah, hari esok Daddy-nya mereka sudah harus kembali ke kantor lagi.
"Makasih untuk semua ini, Mas..." Ucap Kania bergelayut manja di lengan suaminya. Tetapi tatapan kedua matanya tidak lepas dari aktivitas Anaknya yang sedang bermain, yang tidak jauh dari sepasang suami istri yang sedang duduk santai.
"*Sama-sama sayang, hadiahnya di tunggu di rumah ya..." Sahutnya Yudha mengedipkan sebelah matanya.
"Apaan sih Mas, pakai acara kode-kode segala..." Tutur Kania yang pura-pura tidak tahu maksud suaminya*.
Tidak perlu menjelaskan ke istrinya, tangannya Yudha sudah menyusup ke dalam pakaian istrinya. Yang sudah menikah pasti sudah tahu aksi suaminya, yang sudah menunjukkan bukti bukan janji.
"Mas ini apa-apain sih, malu kalau ada Anak-anak yang lihat..." Bisiknya Kania. Kania malah memejamkan kedua matanya, menikmati permainan nakal tangan Yudha.
Melihat ekspresi istrinya yang sudah merem melek, membuat Yudha sangat semangat meneruskan permainannya. Bawah istrinya juga sudah sangat basah, tangannya Yudha tidak luput dari cairan dari istrinya.
💚💚💚
"Daddy ama Unda sedang ngapain?" tanya Kalila yang penasaran. Kalila melirik sebentar ke arah Daddy dan Bundanya sebelum duduk di bangku sebelahnya.
"hmmm itu Daddy sedang cari kutu di rambutnya bunda." Jawabnya Yudha seenaknya, karena kepergok dengan putrinya sendiri.
"Emang bunda punya kutu?" Tanyanya kembali.
"Iya sayang..." Jawabnya sedikit gugup.
"Mana coba, Kak Ila ingin lihat kutu milik bunda..." Tutur Kalila yang polos.
Kedua orang dewasa sedang saling melirik untuk mencari jawaban yang pas untuk Anaknya, belum ada yang mau menjawab, Yudha sedang berfikir bergaruk-garukan tengkuknya, sedangkan Kania melengos ke arah ke empat Anaknya yang sedang bermain.
💚💚💚
__ADS_1
"Kak Ila ayo ain cini agi..." Teriaknya Kaynuna memanggil kakaknya.
"Bental kak Ila minum dulu..." Jawabnya dengan nada yang tinggi.
"Oce ..." Ucap Kaynuna.
Kalila tersenyum tipis melihat Adik kembarnya sudah bisa berjalan, dan bisa diajak bermain. Beda dengan Kakak Kenzi, dan kak Kama mereka berdua lebih pendiam, dan tidak asyik untuk dibuat bercanda.
Kalila melupakan pernyataan buat Bundanya, dan Daddy-nya. Kalila sibuk minum, dan makan camilan yang sudah Yudha Kania siapkan untuk ke Lima Anak-anaknya.
"Ini enak kak Ila suka, ental beliin lagi ya Bunda..." Ucap Kalila dengan menggunakan jurus andalannya. Melihat Kalila dengan puppy eyes-nya membuat Kania tidak tega, tidak menuruti permintaan putrinya, yang penting bukan jajanan sembarangan di pinggir jalan.
"Iya sayangku..." Kania mendaratkan ciuman singkat di pipinya Kalila.
"Makasih bunda, bunda yang telbaik Cup... Cup....." Kalila membalas mencium pipi bundanya.
Setelah mencium Bundanya, Kalila berlari ke area bermain-nya kembali, di sana masih dengan formasi yang lengkap. Mereka berlima sedang tertawa, bercanda tidak menghiraukan kedua orang tuanya sedang melakukan apa? yang penting liburan kali ini membuatnya bahagia, dan keluar dari rumah untuk menikmati udara segar pegunungan.
💚💚💚
Sebelum ke Lima Anak-anaknya kembali, sepasang suami istri sedang memadu kasih, meskipun tipis-tipis tetapi keduanya menikmati permainannya di saksikan udara pegunungan nan hijau, seperti cinta mereka yang selalu tumbuh subur, seperti dedaunan yang berguguran yang akan selalu menumbuhkan daun yang baru.
Keduanya sudah membersihkan tubuhnya, bertepatan dengan ke lima Anaknya pulang bermain.
"Hmmm bunda udah wangi, udah tantik..." Ucap Kaynuna yang sudah bergelayut manja di lengan bundanya.
"iiiihi, Adik bau acem..." Ucap Kania yang pura-pura menutup hidungnya.
"Adik ndak au, asih angi..." Kaynuna mencium bau tubuhnya yang sedikit berbau tidak sedap, karena kering di tubuhnya mengucur deras.
Kaynuna bersiap untuk menangis, tetapi tangannya di geret kak Ila untuk masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan para pria hanya melihat, dan mendengar para wanita berbicara.
💚💚💚
__ADS_1
Kenzi, dan Kama kepribadiannya hampir sama seperti Daddy-nya. Keduanya lebih banyak pendiam, di sekolah pun keduanya selalu juara kelas. Bagi Kenzi, dan Kama waktu adalah emas, karena belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu, sedang belajar di waktu dewasa bagai mengukir diatas air.
Berbicara tentang duo kembar, keduanya sangat mewarisi sifat Kania. Kaffa lebih banyak senyum, dan mudah berteman dengan siapa saja, bila duo kembar diajak bermain di luar rumah.
💚💚💚
Setelah ritual mandinya selesai, sudah memakai pakaian rapi. Ke Lima Anak-anaknya sudah bersiap untuk pulang ke rumahnya, karena besok mereka akan bersekolah setelah menghabiskan dua hari di puncak. Yudha harus kembali ke kantor lagi, sedang duo kembar lebih nyaman di rumah karena keduanya belum mau bersekolah, menurutnya duo kembar masih kecil.
Di dalam perjalanan pulang, terjadi keheningan duo kembar sudah tertidur pulas, sedang Kama, Kalila, dan Kenzi sudah menguap berkali-kali. Ketiganya sangat lucu, meskipun sudah mengantuk tetapi ketiganya tidak mau tertidur di dalam mobil, karena mereka tidak mau merepotkan Daddy dan Bundanya.
Walaupun perjalanannya sedikit macet, sedikit merayap. Mereka tiba di rumah pukul 10.00 malam. Gurat kelelahan Kania rasakan karena duo kembar tidak pernah lepas dari dirinya, sedang kakak-kakaknya menyender di bahunya.
Setelah menidurkan Putra-putrinya, Yudha kembali ke kamarnya. Mendengar gemericik air di dalam kamar mandi, membuat Yudha paham istrinya sedang mandi.
Dengan balutan handuk yang melilit tubuhnya, handuk hanya sebatas pahanya mengekspos kaki jenjangnya, dan kulit putihnya menyajikan pemandangan yang membuatnya sakit mata.
"*Mas....." Sapa Kania sedikit gugup. Kania berusaha untuk menutupi pahanya, dan satu tangannya memegang handuknya.
"Nggak usah di tutupi, Mas juga sudah melihat semuanya..." Tutur Yudha berjalan pelan menghampiri istrinya, dengan senyum misteriusnya. Membuat Kania sadar apa yang diinginkan suaminya, berusaha untuk mundur ke belakang, tetapi naas tubuhnya Sudah mentok dengan tembok kamarnya.
"Mas mau apa?"
"Mau kamu!"
Mendengar suara suaminya, dan kedipan nakalnya, membuat Kania panas dingin melihat tatapan matanya yang tajam tetapi penuh arti*.
Yudha sudah mengecup bibir istrinya, yang awalnya hanya kecupan kecil, lama-lama kecupan-nya sangat intens. Keduanya sudah di mabuk cinta, mereka melupakan rasa lelahnya akibat perjalanan jauh. Yang niat awalnya mandi terus tidur, kini keduanya sudah mandi dengan keringat.
***Partnya gimana untuk Yudha dan Kania?
Mana tim Tom dan Intan?
Mana tim Yudha dan Kania***?
__ADS_1