
Satu minggu usia pernikahan Tom dan Intan, satu minggu pula kebahagiaan mereka bertiga, hanya ada senyuman, rasa cinta yang menggebu-gebu, rasa sayang yang semakin tumbuh membuat kedua pengantin baru terasa dunia ini milik berdua, Semakin hari menunjukkan rasa bahagianya.
Apalagi untuk si kecil Aira tumbuh menjadi gadis yang sangat manja, di tambah lagi Papa-nya sangat memanjakan Aira, apa-apa harus Papa bukan Mama seperti dulu.
Seiring pertumbuhan Aira-nya Tom sangat protektif terhadap hal-hal kecil, meskipun Aira hanya bermain di halaman belakang. Terkadang jalan-jalan sekitar taman, apabila kedua orang tuanya libur kerja, itupun tidak di lakukan setiap hari cukup satu minggu sekali. Tetapi Itu sudah membuat Aira bahagia, bisa keluar rumah meskipun jalan-jalan nya tipis-tipis.
💚💚💚
Satu minggu pasca pernikahannya, Intan kembali lagi mulai beraktivitas di kantor orang tuanya, tidak ada bulan madu atau liburan lainnya, yang ada kesibukan yang menunggunya di kantor pasca menikah kemarin.
Pagi ini, pagi pertamanya Intan mulai masuk ke kantor, Setelah Sholat subuh Intan tidak tidur kembali, tetapi Intan memilih masuk ke dalam dapur untuk memasak menu sarapannya untuk suami, Aira, dan Intan sendiri.
Walaupun Intan sebagai wanita karir, Intan tidak akan melupakan kodratnya sebagai seorang istri dan ibu dari Anaknya Aira. Tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri apalagi masih pengantin baru, Intan selalu melayani suaminya baik kebutuhan batin dan lahir kapanpun suaminya minta di manja dengannya.
Dirumah yang sudah Tom beli satu minggu sebelum hari pernikahannya, meskipun tidak mewah, nampak sederhana tetapi ada cinta di dalam rumahnya itu sudah membuat Intan sangat bahagia.
Di temani bik Jumi, bik Jumi merupakan asisten rumah tangganya mereka berdua yang sengaja Tom persiapan jauh-jauh hari sebelum hari pernikahan. Tom tidak ingin istrinya kerepotan dengan urusan rumah, belum juga mengurus dirinya, Aira-nya.
__ADS_1
Di dalam dapur Intan memasak menu kesukaan suami dan anaknya di temani bik Jumi, sedangkan bik Jumi membantu memotong sayuran, dan mencucinya saja, sedangkan yang memasak adalah nyonya-nya. Suaminya dan Aira-nya sudah terbiasa dengan masakan Intan, mau tidak mau Intan harus bisa terjun ke dalam dapur hanya untuk memasak untuk kedua belahan jiwanya.
"Bik Jumi, Intan minta tolong tatakan di meja makan ya bik?" Ucap Intan.
"Iya nyonya." Jawabnya bik Jumi.
"Makasih ya bik." Tutur Intan sembari tersenyum ke bik Jumi.
"Sama-sama nyonya." balasnya bik Jumi dengan tersenyum juga.
Setelah memasak, Intan kembali ke kamar untuk mempersiapkan pakaian kerja suaminya, dan membangunkan suaminya. Satu kecupan di pipi kanannya tidak bangun, satu kecupan di pipi kirinya juga tidak bangun, lalu Intan berinisiatif untuk mengecup bibirnya baru sang suami mulai menggeliat tubuhnya.
"Hemm, masih ngantuk Yank." Ucap Tommy.
Tom mulai memejamkan kedua matanya kembali, dan menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Di dalam selimut Tom mengintip istrinya, Tom ingin menunggu reaksi istrinya dalam membangunkan tidurnya seperti apa lagi. Intan mengecup pipi, kening terakhir bibir suaminya, meskipun tertutup selimut tetapi Intan bisa merasakan respon dari suaminya.
Pertama kali hanya kecupan kecil, kecupan itu berkembang menjadi gelora yang ingin saling di tuntaskan segera mungkin, dan pada akhirnya terjadi olahraga yang panjang, keduanya saling memadu kasih, saling mendamba, saling mengugkapkangkan rasa cintanya dengan menikmati pagi yang indah bersama. Mereka tidak memikirkan Aira-nya dulu, yang ada kenikmatan meneguk surga dunia bersama menuju puncak nirwana.
__ADS_1
Masih ada waktu satu jam, tom mengendong istrinya untuk di bawa ke dalam kamar mandi dengan posisi tubuh yang masih menyatu. Nafas keduanya terengah-engah untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, nampak jelas kebahagiaan yang ketara. Mereka berdua mandi bersama bukan hanya mandi saja, tetapi mereka mulai memacu olahraga paginya di bawah cucuran air shower yang menjadi saksi bisu cinta keduanya bersatu, berharap ada malaikat kecil yang akan tumbuh, untuk melengkapi rumah tangganya.
**Maaf ya autthor baru bisa Up, karena ada kepentingan yang tidak bisa di tinggalkan di dunia nyata, Mas ada yang nungguin nggak ya cerita ini??
Menurut kalian semua partnya gimana, di bagian ini?
Jangan lupa sumbangkan
LIKE
KOMENTAR
VOTE
RATE-NYA
KOIN
__ADS_1
HADIAH
Seikhlasnya ya😁😁😁**