
...Assalamu'alaikum☺☺☺☺☺...
...Good morning😁😁😁...
...Selamat hari Senin...
...Selamat beraktivitas...
Setelah selesai bersiap-siap Yudha, Kania, dan Kenzi menunggu kedatangan Paman Tom di ruang tamu. di selingi dengan candaan mereka bertiga otomatis Kenzi yang paling menang, karena kedua orang dewasa lebih baik mengalah dari pada Kenzi ngambek atau menangis.
Setelah menunggu 5 menit Paman Tom sudah datang, berjalan dengan memasukkan tangannya ke saku celananya untuk masuk ke ruang tamu.
Tugas beliau untuk mengantar mereka bertiga ke Bandara Soekarno-Hatta dan mengurusi perusahaan yang ada di Jakarta selama mereka bertiga berada di Kalimantan.
"Hallo Son." Sapa Paman Tom yang langsung berjongkok di depannya Kenzi yang lagi ngemil kue buatan bundanya.
"Hallo aman Tom." Sapa Kenzi dengan memperlihatkan giginya dengan penuh cokelat dan bibirnya yang belepotan.
Hei! saya berdua kamu anggap nyamuk, masuk rumah orang pakai nyelonong tidak mengucapkan salam Kek, ketok-ketok pintu dulu Kek.
Ini yang di sapa Kenzi saja kita berdua tidak, terus kamu tidak lihat kami berdua duduk di sini juga.
Yudha dan Tom tidak pernah akur dari kecil, sekolah mereka berdua selalu rebutan untuk jadi juara kelas hingga mereka masuk ke perguruan tinggi juga selalu bersaing secara ketat.
Saya kan sering lihat kamu hampir tiap hari, beda dengan Kenzi yang sangat jarang sekali bertemu kalau tidak saya kerumah.
Tetapi nggak begitu juga saya tetap majikanmu, yang harus kamu hormati dan hargai juga.
Kenzi yang melihat interaksi Daddy-nya dan Paman Tom. Kenzi melongo, ketakutan, dan beringsut turun dari tempat duduknya berjalan ketempat bundanya karena mereka seperti orang berantem.
"Unda, Enzi akut." Ujar Kenzi memeluk bundanya sangat erat, dan tidak mau lepas dari pelukan bundanya.
"Ssssttt! mereka sedang bercanda sayang." Ujar Kania membenahi poni rambutnya Kenzi yang menutupi matanya.
"Sepelti olang belantem! Enzi akut." Ujar Kenzi merentangkan kedua tangannya yang minta di gendong dan menjauh tempat daddy-nya dan pamannya yang berdebat tidak mau kalah.
"Sudah-sudah kalian seperti anak kecil saja, lihat ini Kenzi takut." Ujar Kania bersungut-sungut menahan emosi dan mengendong Kenzi untuk menjauh tempat orang dewasa yang sedang berdebat.
"Ke ruang bermain sama bunda ya." Ujar Kania menenangkan anaknya yang masih nampak ketakutan akibat insiden di ruang tamu.
__ADS_1
Kenzi menjawab dengan memberikan anggukan saja, karena masih memeluk bundanya sangat erat, belum mau turun dari gendongannya.
"Turun ya sayang mainan Enzi banyak, sayang kalau di anggurin." Ujar Kania mengelus lembut surai rambutnya Kenzi yang sudah agak panjang.
"Turun ya sayang." Ujar Kania memperlihatkan satu persatu mainannya yang ada di kotak box khusus mainan.
"Iya unda, tetapi emenin unda ya ya ya." Ujar Kenzi dengan puppy eyes dan mengedipkan matanya yang sangat lucu, siapa saja yang melihat pasti akan terpesona dan jatuh cinta pada anak pipi bakpao ini.
"Bunda fota ya sayang, senyum dong biar gantengnya nggak hilang." Ujar Kania meminta ijin ke Kenzi untuk memfoto Kenzi yang sedang bermain.
"Iya unda Enzi action ya." Ujar Kenzi yang sangat antusias, dan mulai mau berinteraksi dengan bundanya.
1 2 3 4 5 Cekrek Cekrek......
Ini hasil jepretan bundanya Kenzi lho☺☺☺
Kenzi gantengan ndak nich Om Tante😁😁😁
Biasanya Kenzi sangat murah senyum, di fotonya nampak Kenzi yang terpaksa untuk tersenyum.
"Lihat foto-foto nya Kenzi ganteng kan." Ujar Kania memberikan hasil jepretan kepada Kenzi yang tengah menggeser satu persatu fotonya di handphone bundanya.
"Iya unda Enzi anteng." Ujar Kenzi yang sudah mulai tersenyum kembali walaupun belum seperti dulu, setidaknya Kenzi tidak merasa takut lagi.
...Miopay...
"Bik Siti." Panggil Yudha kepada pembantu dirumahnya.
"Iya Pak." Jawab Bik Siti menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada majikannya.
"Tom, mau minum apa?" tanya Yudha.
"Kopi atau teh manis juga boleh." Jawab Tom seenaknya karena bukan tipikal pemilih antara makanan dan minuman, yang penting bisa makan dan minum tidak kekurangan sudah bersyukur.
"Buatkan kopi 2 dan kue buatan Kania bawa kesini ya bik." Ujar Yudha mendikte minuman dan makanan.
"Baik Pak." Jawab bik Siti sembari membalikkan badannya berjalan ke ruang dapur untuk membuatkan minum dan camilan.
__ADS_1
Setelah 5 menit "Ini Pak kopi dan kuenya." Ujar bik Siti meletakkannya di meja ruang tamu.
"Makasih bik." Ujar Yudha dan Tom secara bersamaan.
"Sama-sama pak! sudah menjadi tugas bibik, kalau begitu bibik permisi dulu, kalau kalian butuh apa-apa jangan sungkan memanggil bibik." Ujar bik Siti berjalan meninggalkan ruang tamu kembali ke halaman belakang untuk berkebun.
"Silahkan diminum Tom! ini kue buatan Kania dicoba kuenya rasanya enak." Ujar Yudha memperkenalkan hasil buatan Kania yang begitu pas di lidah.
"Kuenya enak manis seperti orangnya." Celetuk Tom sengaja memuji Kania didepannya Yudha, karena Tom ingin tahu reaksi Yudha seperti apa.
"Semprull!!" Yudha melempar bolpoin yang ada di tas kerjanya yang berisi laptop dan dokumen penting lainnya nya.
Di ruang tamu Yudha dan Tom membicarakan urusan pekerjaan, karena selama satu minggu perusahaannya di serahkan kepada Tom untuk mengurusnya.
"Gimana kerjasama dengan perusahaan X ?" Tanya Yudha karena yang menghadiri rapat, dan kesepakatan deal kerjasama antara perusahaan X dan Pradipta Group adalah Tom.
"Sejauh ini masih aman-aman saja belum ada perubahan signifikan." Jawab Tom dengan tenang di buat raut muka yang begitu serius, mungkin karena tidak ada kendala selama menjalin kerjasama dengan perusahaan X jadi Tom menjawabnya dengan mantap.
"Gimana dengan cabang kita di Surabaya, Tom?" Tanya Yudha yang memandangnya Tom sangat intens tanpa berkedip sedetik saja karena terlalu serius.
"Omset kita naik, Dha! dari penjualan bulan kemarin karena pengunjung di Hotel Surabaya meningkat secara pesat." Jawab Tom memperlihatkan grafik di tablet nya kepada Yudha.
"Kerja yang bagus." Puji Yudha sembari melihat jam di tangannya yang berarti kurang dari 15 menit pesawat take On.
Yudha beranjak dari tempat duduknya berjalan ketempat Kenzi dan Kania berada untuk melihat anaknya sebentar.
"Saya percayakan perusahaan kepadamu selama saya di Kalimantan." Ujar Yudha yakin menepuk pundaknya karena Tom bisa di andalkan dan tidak akan mengambil keputusan yang salah.
"Sayang, ayo kita berangkat sekarang!" Ujar Yudha masuk ke ruang bermain dan langsung mengendong Kenzi.
Yudha mengandeng tangannya Kania dan satu tangannya untuk menggendong Kenzi, "Daddy ita au ke ana?" tanyanya Kenzi dengan polosnya.
"Kita mau ke Bandara, sayang!" jawab Yudha mengecup pipinya Kenzi.
"Aik pecawat." tanyanya Kenzi.
"Iya sayang." jawab Yudha.
"Yeahhh aik pecawat." Serunya Kenzi uwing....uwing....
__ADS_1