Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 104


__ADS_3

Assalamu'alaikum☺☺☺


Selamat pagi🌞🌞🌞


Selamat beraktivitas🌕🌕🌕


Jangan lupa Rate-nya⭐⭐⭐⭐⭐


Yudha beranjak dari kursinya, dan berjalan ke jendela ruangannya dengan tangan di saku celananya. Lagi-lagi bayangkan mendiang istrinya menari-nari di pikirannya, sejak Yudha memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengan wanita lain.


"Apakah kamu bahagia sayang, bila saya menikah lagi?" tanyanya Yudha pada tirai jendela yang tertiup angin.


Yudha menghela nafasnya kembali ke tempat duduknya, dan memainkan bolpoin di tangannya.


"Hahhhh!" Yudha membuang nafasnya, semoga bisa sedikit meringankan beban pikirannya yang sering kepikiran mendiang istrinya.


Tok!.....tok!....tok!...


"Masuk." jawab Yudha dari dalam.


"Ada apa Net?" tanyanya Yudha melirik tajam ke sekertarisnya.


"Itu Pak! ada tamu bernama nona Kania, dan seorang anak kecil kira-kira usia 4 tahun!" Jawab Nety sedikit takut mengangkat wajahnya, dan hati Bosnya seperti tidak bersahabat.


"Tunggu apa lagi? suruh masuk!" Ujar Yudha sedikit dengan nada tingginya.


"Hmm, ba..ik Pak!" Ujar Nety yang berbicara terbata-bata melihat aura bosnya sedang tidak baik-baik saja.


Nety keluar terburu-buru menutup pintunya pelan-pelan takut bos tambah marah, Nety di luar pintu ruangan CEO mengelus dadanya, dan mengucapkan syukur bosnya tidak marah-marah.


Nety menghampiri tamunya yang sedang duduk menunggu di ruang tunggu khusus untuk tamu yang ingin ketemu dengan ceo-nya.


"Silahkan masuk, Nona." Ujar Nety membukakan pintu untuk tamunya Ceo, yang membawa seorang anak kecil yang wajahnya mirip dengan bosnya.

__ADS_1


'Eh... Iya makasih Mb." Ujar Kania yang membalas tersenyum, dan mengucapkan kata terima kasih.


"Daddy....." Sapa Kenzi.


"Eh jagoan Daddy, kesini sama siapa?" tanya Yudha mengangkat anaknya, dan menggendongnya.


"Ama unda Daddy!" Seru Kenzi dengan wajah menoleh ke belakang, menunjukkan ke daddy-nya bahwa ada bunda di belakangnya.


Yudha Mendongak kepalanya keatas untuk melihat Kania yang masih berdiri di ambang pintu.


"Kania, silahkan duduk!" Ujar Yudha pindah duduk di kursi ruang tamu yang ada di ruangannya.


Kania berjalan mendekat menghampiri Yudha, dan Kenzi yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Tumben mau kesini nggak telepon dulu?" tanya Yudha yang masih intens menatap Kania dengan wajah yang begitu dekat.


"Ehh, tadi Kenzi buru-buru minta ketempat Daddy-nya jadi nggak pegang handphone dech!" Jawab Kania menoleh ke samping menyembunyikan rasa malunya menatap Yudha penuh minat.


"Kania mengecup tangan mungilnya Kenzi, dan menggelengkan kepalanya." Jawab Kania.


"Tetapi tenapa pipi unda melah-melah Daddy?" tanya Kenzi meminta jawaban dari Daddy-nya.


Pipi Kania semakin merona malu dengan Yudha, dan Kenzi. karena anaknya ingin tahu, sebelum mendapatkan jawaban yang memuaskan.


"Kenzi udah makan belum?" tanya Yudha yang mengalihkan perhatian anaknya, yang masih penasaran dengan pipi bundanya.


"Beyum addy, kata unda au mam baleng-baleng di cini!" Seru Kenzi yang menunjukkan bekal makanan yang di bawa bundanya.


"Kenzi mau makan dengan apa?" tanyanya Yudha Cup ..mengecup pipi anaknya dengan singkat.


"Ishh addy cukanya tium Enzi sepelti unda." Ujar Kenzi yang mengusapnya bekas kecupan Daddy-nya


"Ental alau Enzi seling-seling di tium ampannya ilang." Seru Kenzi yang sedikit kesal, karena suka di cium bunda, dan daddy-nya.

__ADS_1


"Kata siapa hmmm." Ujar Yudha yang sudah mengedipkan matanya kearahnya Kania.


"Enzi cendili!" Ujarnya Kenzi dengan bangganya.


Yudha langsung mengecup keningnya, pipinya, bibirnya, dan terakhir perutnya yang montok. membuat Kenzi terkekeh geli "Un...da olong-olong Enzi." Ujar Kenzi yang minta bantuan ke bundanya.


"Sudah-sudah ayo makan, nanti makanannya keburu dingin." Ujar Kania yang geleng-geleng kepala melihat Ayah dan anak sama-sama suka jahil.


Yudha menghentikan mengecupnya, dan beralih menatap Kania yang tengah membuka bekalnya, dan menghidangkan di meja.


"Hoshhhhh.... hoshhhhh suara nafas Kenzi yang terdengar memburu seperti di kejar orang jahat."


Kenzi pindah ke pangkuan bundanya, "Aus unda num." minta Kenzi yang kehausan, dan bersandar di dada bundanya.


"Capek sayang." Kania mengusap keringat di dahinya Kenzi.


"Mam ya, bunda suapin."


"Kenzi mengangguk, dan duduk sendiri di samping bundanya, "kok cuma Kenzi yang di tawarin sayanya nggak?" protes Yudha yang merasakan terabaikan karena bos kecilnya adalah Raja.


"Udah besar! ambil sendiri!" sewot Kania yang sedikit kesal membuat anaknya sampai berkeringat, dan bajunya basah.


"Yess!" unda yang telbaik.


Nggak bisa begitu sayang, Mas nggak biasa makan ambil sendiri karena terbiasa di rumah di ambilkan bik Siti.


"Kania mengambilkan nasi untuk Yudha, lauknya ambil sendiri Kania tidak tahu mas suka yang mana!" Ujar Kania melanjutkan menyuapi Kenzi.


"Daddy manja! sepelti Enzi inta di ambilkan unda adahal Daddy kan uda besal."


Kania ingin menertawakan Yudha, tetapi ia tahan takut Kenzi ikut-ikutan. Daddy yang kalah, Kenzi yang menang puas!!! Kenzi tersenyum sumringah Daddy-nya akhirnya mau mengalah juga.


Jangan lupa vote⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2