
Jangan lupa Rate-nya Kaka😁☺😁☺🤗
Yudha dan Kenzi memasuki mobil untuk menjemput Aunty Kania". Kania sekarang bekerja di perusahaan Pradipta group yang di kelola Ayahnya Yudha sendiri.
Di perjalanan menuju ke tempat kerja Aunty Kania, Kenzi terlihat mulai bisa tersenyum lagi. "Daddy itu apa?" tanyanya Kenzi dengan menunjukkan jari tangannya. "Yang mana Ken?" tanyanya Yudha balik. "Itu Daddy yang Enzi unjuk akai jali!" ucap Kenzi. "Ohhh, itu namanya Menara Ken!" ucap Yudha melirik sebentar arah jari tangan Kenzi.
"Enzi cekalang jadi ngelti, edungnya inggi sekali sepelti ini Daddy" ujar Kenzi dengan memperagakan tingginya gedung.
"Daddy, cekalang unda Nia ****** ke lumah agi?" tanyanya Kenzi yang masih penasaran.
"Aunty Kania sekarang kerja di perusahaan Kakek Pradipta!" ucap Yudha mengelus puncak kepala Kenzi.
"Cenapa? ndak kelja ma Daddy aja, Daddy unya pelusahaan yang besal?" tanyanya Kenzi.
"Apa Kenzi ingin? Aunty Kania kerja di perusahaan Daddy?" tanyanya Yudha.
"Kenzi mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda Kenzi ingin lebih dekat dan sering ketemu unda Nia.
__ADS_1
"Apapun akan Daddy lakukan demi kebahagiaan putraku"
Setengah perjalanan Kenzi menguap berkali-kali dengan matanya yang mulai sayu. "Ken ngantuk?" tanyanya Yudha. "Iya Da..ddy!" ucap Kenzi dengan suara seraknya. Kenzi diam-diam sudah mulai menutup matanya.
Perjalanan dari rumah ke tempat perusahaan Ayahnya memakan waktu kurang lebih satu jam perjalanan kalau tidak macet.
Yudha melirik sebentar ke samping tempat duduknya Kenzi sudah tertidur pulas dengan sedikit tersenyum. mungkin Kenzi kecapekan karena bermain seharian di kamar, yang biasanya sangat aktif.
Setelah kejadian kemarin Kenzi benar-benar berubah jadi pendiam, lebih mengurung diri di kamar. aktivitas apapun di lakukan di kamarnya.
Yudha tiba di depan gedung perusahaan Ayahnya langsung menghubungi Kania "Kania, saya sudah di depan gedung!" ucap Yudha.
"Kania cepat keluar, saya tunggu di mobil!" ucap Yudha langsung mematikan teleponnya.
"Pak Yudha sinting, nggak tau sopan santun, belum Kania jawab langsung di matikan, nyebelin tetapi kaya dan duda keren yang tampan......"
Kania membereskan meja kerjanya sedikit tergesa-gesa karena sudah ditunggu seseorang di mobil.
__ADS_1
"Kania berlari kecil menuju lantai bawah atau lobby utama gedung"
Sesampainya Kania di gedung utama langsung menghubungi Pak Yudha
"Hallo Pak!" Kania sudah di gedung utama!" ucap Kania dengan sedikit kesal.
"Kania keluar gedung, di samping kanan ada mobil warna putih! itu mobil saya! ucap Yudha mematikan teleponnya.
Yudha bisa melihat ekspresi Kania di dalam mobil, yang sedang bicara sendiri membuat Yudha tersenyum-senyum dengan sifat Kania nampak menggemaskan seperti Kenzi putranya.
"Udah tahu Kania baru bekerja, belum tahu seluk-beluk perusahaan sudah di suruh ke gedung utama sendiri dan menghampiri mobilnya" gerutu Kania berjalan ke tempat parkir khusus mobil.
Yudha Membuka pintu mobil "Masuk" ahh Bapak nganggetin saja, "Untung Kania tidak serangan jantung bisa bahaya Pak!"
"Bicara apa kamu Kania?" tanyanya Yudha dengan menyentil' keningnya. "Aduhhh sakit pak!" ujarnya Kania memegang keningnya yang pura-pura sakit.
"Makanya kalau ada orang yang berbicara itu di dengerin bukan melamun, kalau bukan karena Kenzi saya malas jemput kamu!" ucap Yudha dengan ketus.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah vote, like, komentar
Jangan lupa vote