Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 126


__ADS_3

Happy reading


Jangan lupa Rate-nya


Setelah Yudha mengantar sahabatnya yang sudah memeriksa istrinya, lalu Yudha masuk ke dalam kamar kembali untuk menemui istrinya yang tengah memejamkan kedua matanya.


Yudha menghampiri istrinya, dan mengecup sekilas keningnya, "Sayang, maaf membuatmu kelelahan!" bisik Yudha di telinganya istrinya.


Yudha mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja nakas kamarnya, berniat untuk menelepon sahabatnya Tom, untuk membelikan obat sesuai resep yang di tulis Bima sahabatnya yang berprofesi sebagai dokter.


Yudha bersiap untuk menekan digit angka, tiba-tiba pintunya terbuka muncullah sahabatnya Tom dengan gaya cengengesan tanpa dosa.


"Hi bro! Kenapa wajahmu kelihatan masam? tidak dapat jatah dari istri ya!" tanya Tom dengan menaik turunkan alisnya, dengan nada sedikit mengejek.


"Gundulmu! itu lihat istriku lagi Sakit!" Tutur Yudha sedikit dengan nada tinggi, yang wajahnya sudah merah padam menahan ingin menonjok sahabatnya.


"Belikan ini secepatnya! di apotik, jangan di toko bunga." Tutur Yudha menyerahkan secarik resep.


"Sialan kamu! emang dipikirk saya tidak tahu ini apa?" Sahut Tom yang sudah bersungut-sungut ingin memukul kepala sahabatnya, tetapi Tom urungkan karena takut gajinya dipotong.


Sebelum Yudha menyahut ucapan sahabatnya, Tom sudah berlalu dari hadapannya.


Berjalan pelan seperti mengendap-ngendap untuk menghampiri istrinya, yang nampak tertidur dengan pulas.


"Sayang! Yudha mengecup pipi istrinya, dan tidur di sampingnya sembari memeluknya sangat erat." bisik Yudha.


Yudha mulai terlelap memejamkan kedua matanya, dan di ikuti suara dengkuran halusnya.


15 Menit kemudian Tom sudah datang, dari apotek tetapi malah memasuki kamarnya Kenzi yang tengah bermain.


"Aduhhh keponakan Paman udah ganteng, dan wangi! siapa yang mandiin sayang?" tanya pamannya yang sedang berjalan menghampiri Kenzi.


Mendengar suara pamannya yang sangat di kenalnya, membuat Kenzi mendongak ke atas untuk melihat siapa yang datang menemuinya yang masih pagi ini.


Kenzi berlari kearah pamannya, dan merentangkan kedua tangannya untuk minta di gendong pamannya.


"Uuuluuluh Jagoan Paman! sekarang sudah tambah berat, dan besar." Tutur Paman Tom mengangkat tinggi-tinggi Kenzi, yang membuat Kenzi tertawa cekikikan, karena ini lebih mengasyikkan daripada menghadapi wajah daddy-nya.


Paman Tom memberikan kecupan di sekitar wajahnya Kenzi, mulai dari kedua matanya, pipinya dan terakhir keningnya.


Setelah mereka berdua menghabiskan waktu bermain bersama dengan perbedaan usia yang nampak terlihat jelas. Keduanya sangat kompak, dan tertawa bersama.


Setelah merasakan kelelahan, dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya sembari di peluk pamannya.


"Aman Daddy ama unda! udah angun beyum ya." Tutur Kenzi yang nampak berpikir yang sedang menanyakan kedua orang tuanya, dan takut mengganggu kedua yang sedang beristirahat.


"Udah bangun! Kenzi mau ke kamar Daddy, dan bunda?" tanya pamannya.

__ADS_1


"Iya aman!" Jawab Kenzi.


Les't go! Kenzi berjalan sebelah tangannya di gandeng pamannya, dan Kenzi berceloteh membicarakan bundanya, auntynya, dan Daddy-nya dengan semangat.


Tok!..... tok!......


"Daddy Unda!" Panggil Kenzi dengan suara lantangnya.


"Iya sayang! masuk." Jawab Daddy-nya dari atas tempat tidurnya, yang baru saja terbangun karena istrinya ingin minta minum.


Ceklek...


Menampilkan Kenzi yang sudah rapi, wangi, dan ganteng, Membuat Yudha tercetak jelas senyumnya di sudut bibirnya. Diikuti Paman Tom di belakangnya, yang sudah tersenyum menyebalkan. Semakin membuat mood Yudha sangat jelek.


Tom menyerahkan kantong kresek yang berisi obat dari apotek, "Sory bro! tadi saya nemenin anakmu bermain dulu." Tutur Tom yang mencari cara aman, supaya Yudha tidak marah-marah, Karena telat memberikan obatnya.


"Daddy! Unda ana?" tanya Kenzi.


"Bunda istirahat Sayang! kelelahan!" Jawab Yudha mengendong anaknya untuk di bawa ke kamar bundanya.


"Unda akit."


"Daddy, Unda akit ya!" Tutur Kenzi dengan wajahnya yang sudah nampak mengkhawatirkannya.


"Iya sayang! cuma kelelahan." Jawab Yudha.


"Kalau bermain ingat waktu bro! jangan main celup terus." tukasnya Tom yang tersenyum misterius, karena Yudha tidak berkutik di depan anaknya.


"Hajal, ceyup apa Daddy?" tanya Kenzi.


"Hmm! bermain kuda-kudaan!" Jawab Yudha singkat.


"Enzi au ain uda-udaan!" Seru Kenzi yang sudah bersorak penuh gembira.


"Katanya Kenzi mau ketemu bunda? ayo ketempat bunda ?" Jawab Yudha yang mengalihkan pembicaraan.


"Uwing..... Uwing... telbang!"


"Unda angan akit, ental Enzi ndak unya emen, ngantelin cekolah, nyuapi mam Enzi." Ucap Kenzi yang memeluk bundanya, sembari merebahkan tubuhnya di samping bundanya, dan mengecupnya bertubi-tubi.


Kania membuka kedua matanya, melirik sekilas ke samping anaknya yang tengah memeluknya.


Lalu


Tangannya Kania mengelus surai rambut anaknya, yang nampak di wajah jagoannya mengkhawatirkan kondisinya.


Cup

__ADS_1


Kania mengecup rambutnya Kenzi yang sudah wangi, dan harum begitu menyejukkan hatinya. Rasa lelahnya langsung terobati dengan menghirup dalam-dalam wangi rambutnya.


Yudha menghampiri istrinya yang sudah terbangun, dan mengecupnya sekilas di keningnya.


"Mas ingin sayang! tetapi kamu sedang tidak enak badan." Tutur Yudha yang sudah sangat lesu, karena tidak dapat jatah dari istri tercintanya.


"Ada Kenzi Mas!" Jawab Kania mengelus pipi suaminya yang mulai cemberut, dengan keadaan bawahnya yang sudah On.


"Unda! Daddy bicala apa kok bicalanya elan-elan." Tutur Kenzi yang ingin tahu.


"Kenzi ke bik Siti dulu ya!" Ucap Kania dengan sangat lembut, dan mengusap rambutnya tak kalah lembutnya.


"Daddy sama bunda mau bicara dulu sebentar! Kenzi sama bibik dulu!" Tukasnya Kania.


"Iya unda." Jawab Kenzi yang sudah siap turun dari ranjang, langsung di cegah Daddy-nya.


Yudha mengendong anaknya, dan mengantar ke tempat bik Siti yang berada di taman belakang, yang mulai berkebun membersihkan bunga yang berguguran.


"Ibik! Enzi antu oleh?" tanya Kenzi.


"Boleh sayang!" Jawab Bik Siti.


Kenzi berjalan menghampiri bik Siti, dan mulai memungut bunga yang jatuh di sekitarnya.


"Bik, Yudha titip Kenzi dulu!" Ucap Yudha.


"Bik Siti mengangguk kepalanya, " Iya Pak" Jawab Bik Siti, yang sudah berlalu dari hadapan Yudha, dan mengikuti langkahnya Kenzi yang sudah mau mengambil bunga yang sudah mulai berguguran.


Setelah selesai mengantar anaknya ke tempat bik Siti, Yudha berjalan untuk kembali ke kamarnya menemui istrinya, yang masih terbaring di atas tempat tidurnya.


Yudha langsung menabrak , dan menindih tubuh istrinya.


"Mas kangen ini sayang!" bisik Yudha dengan suara seraknya.


Yudha mulai menjelajahi isi di dalam istrinya, dan memainkan dengan ritme yang pelan, dan sangat lembut.


"Pelan-pelan sayang." ucap Kania.


"Mas udah nggak tahan! ingin cepat-cepat masuk ke inti ini." bisik Yudha.


Sudah kepalang tanggung Yudha langsung memasukkan pusakanya ke inti tubuh istrinya, yang mulai naik turun


"Aakkk" mereka berdua meneriakkan nama masing-masing di tengah pelepasan.


Mereka berdua mengulang kembali dengan tiga ronde sekaligus, dan membuat istrinya sangat kelelahan.


"Cepat tumbuh sayang! di perut bunda." Ucap Yudha mencium perut istrinya

__ADS_1


__ADS_2