
Assalamu'alaikum☺☺☺ Selamat pagi🌞🌞🌞 Happy weekand 😍😍😍
Kelelahan bermain, kekenyangan makan Kenzi tertidur di pangkuan Kania yang sedang menunggu waktu pukul 15.00 sore, Kania menghabiskan waktunya untuk menonton televisi.
Pak Yudha kembali ke kantor setelah makan siang karena ada meeting jam 13.00. sedangkan Dara kembali ke kamarnya untuk beristirahat siang terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan panjang.
Kania membawa Kenzi ke kamarnya untuk beristirahat di atas tempat tidurnya, hari masih siang, masih ada waktu untuk mengistirahatkan badannya sebentar.
Kania tidur memeluk Kenzi yang sangat hangat untuk dipeluk, postur badan Kenzi yang sedikit gemuk seperti bukan pada usia nya. gemuk bukan sakit, tetapi karena keturunan Pradipta yang mempunyai postur tubuh yang lebih besar.
Tak....tak....tak....
Yudha memasuki pintu rumahnya berjalan sedikit tergesa-gesa karena ingin menghampiri anaknya.
"Bik Kenzi mana?" Tanya Yudha yang berjalan ke dapur untuk mengambil air minum dingin. "tumben rumah sepi, biasanya ramai." guman Yudha membuka pintu kulkas.
"Non Kania, non Dara, dan Kenzi tidur siang pak!" Ujar bik Siti mengabsen satu persatu majikannya.
"Yudha ke atas dulu bik!" Ujar Yudha meletakkan air minum di dalam kulkas, setelah selesai meminumnya.
Berjalan menaiki tangga untuk ke kamarnya, sebelum Yudha kembali ke kamarnya untuk membersihkan badannya kembali, Yudha menyempatkan diri untuk melihat anaknya yang tertidur memeluk bundanya.
Cup Cup....
Yudha menyingkap rambutnya yang menutupi keningnya, lalu mencium keningnya Kania dan Kenzi secara bergantian. tak lupa juga Yudha mengelus pipi Kania yang lebih berisi di bandingkan awal pertama kali bertemu sebagai pengasuh anaknya.
Cup...Cup....
Yudha menciumi pipi kanan kiri Kania dengan sangat gemas, dan menariknya kecil-kecil karena terlalu gemas ingin menciumnya Terus-menerus.
Melihat bibirnya Kania yang sedikit melongo, membuat Yudha menelan salivanya, ingin sesekali menempelkan bibirnya dengan bibirku, Ahhh kok saya jadi mesum ya cuma melihat gaya tidurnya. "Bisa bencana bila lama-lama disini, bisa habis Kania." guman Yudha yang berperang pada dirinya sendiri, melihat saja sudah panas dingin.
Akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kamarnya Kania yang di tempati bersama anaknya, Yudha langsung memasuki kamar mandinya untuk merendam hasrat yang tidak-tidak tentang Kania.
__ADS_1
Ceklek
Keluar kamar mandi dengan handuk basahnya, membuat Yudha pikirannya lebih fresh, lebih segar juga. Memasuki walk in closed untuk mencari baju santainya jatuh pada celana boxer dan kaos.
Setelah selesai mandi dan berganti baju, Yudha mesuk ke kamar yang di tempati Kania, Yudha merebahkan badannya untuk beristirahat di samping Kenzi, memeluk anaknya sesekali mengecupnya.
Dengkuran halusnya terdengar merdu, Yudha ikut tertidur di samping anaknya yang lebih nyaman karena ada tangan yang bisa di genggamannya.
Satu jam kemudian Kenzi terbangun terlebih dahulu, untuk melihat samping kanan kirinya yang memeluknya membuatnya tersenyum bahagia "Enzi unya daddy dan unda!" guman Kenzi menyatukan tangannya dengan kedua tangan daddy dan bundanya.
Kenzi beranjak dari tempat tidurnya, turun pelan-pelan dari tempat tidurnya dan mengendap-ngendap untuk keluar kamar. Kenzi membuka gagang pintunya sangat pelan takut Daddy dan bundanya ikut terbangun.
Kenzi berjalan turun ke bawah untuk mengambil air minum di dapur, bik Siti kaget melihat den Kenzi berjalan dari arah pintu masuk yang masih mengucek-ngucek matanya.
"Den Kenzi mau cari apa? Tanya bik Siti menghampiri bos kecilnya yang masih belum terkumpul semua nyawanya.
"Enzi aus, ngin num cucu, bik!" Ujar Kenzi mengalungkan kedua tangannya ke leher bik Siti.
"Den Kenzi duduk disini dulu, bibik buatkan sebentar." Ujar bik Siti meninggalkan Kenzi yang menopangkan tangan di dagunya.
Kenzi naik ke tempat duduknya dengan kesusahan karena Kenzi sangat susah mengangkat pantatnya yang montok, badannya yang montok juga.
"Bik Enzi ndak Ica!" teriak Kenzi di ruang keluarga, yang tidak bisa naik ke atas sofa.
Bik Siti berjalan tergopoh-gopoh mendengar teriakan bos kecilnya, "Ada apa sayang?" tanyanya bik Siti langsung menghampiri Kenzi.
"Enzi ndak Ica, aik ini!" Ujar Kenzi menunjukkan tempatnya yang ingin di naikinnya.
Bik Siti mengangkat Kenzi untuk di dudukan di sofa dan menyandarkan kepalanya. "Maacik ibik!" Ujar Kenzi menampilkan senyum Pepsodent.
"Enzi ngin onton telepisi, Bik!" Ujar Kenzi yang merengek minta di nyalakan Chanel telivisinya.
Bik Siti menyalakan saluran televisi kesukaan Kenzi film kartun kesukaannya. Kenzi merebahkan tubuhnya di sofa untuk minum susu dan menonton acara televisi favoritnya.
__ADS_1
Di kamarnya Kania dua insan anak manusia sedang berpelukan mencari kehangatan bersama. Yudha mendusel-dusel Kania di ceruk lehernya mencari kenyamanan. mereka berdua saling memeluk sangat erat, seperti yang lainnya ngontrak.
Setelah satu jam kemudian, Kania terbangun terlebih dahulu karena mendengar teriakan Kenzi dari lantai bawah. Kania menyesuaikan cahaya dan melihat langit-langit kamar, Kania menoleh ke sampingnya ada tangan besar yang ikut memeluknya.
Blusssshhhh
Kania mencoba melepas tangan pak Yudha yang memeluk pinggangnya.
"Pak lepas!" bisik Kania di telinganya Pak Yudha, Pak nanti kalau ada yang melihatnya bagaimana?.
"Hmm," Ujar Yudha semakin mengeratkan pelukannya mencari kenyamanan."
"Pak lepas, Kenzi dari tadi memanggil Kania." bisik Kania, yang berusaha melepas diri dari Kungkungan tangan Pak Yudha yang sedang memeluknya.
Yudha melepas tangannya dari pinggang Kania, berniat beranjak dari tempat tidur tangan Kania di tarik Yudha ke belakang, terjatuh lah di pelukan dada bidangnya Yudha.
Cup...Cup Yudha mengecup pelipisnya Kania dan mempererat pelukannya "Pak anakmu memanggilku.' bisiknya Kania. Yudha langsung melepas pelukannya dan meraba dadanya yang berdetak lebih kencang memejamkan matanya sebentar untuk mengatasinya debaran jantung yang dag dig dug.
Kania terbangun dari tidurnya dan mengucir rambut panjangnya, berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sekalian mandi sebelum Kania memandikan Kenzi.
Ceklek
Kania membuka gagang pintunya melirik ke arah depan, samping kanan kirinya. Kania bernafas lega Pak Yudha masih memejamkan matanya, Kania berjalan mengendap-endap dengan handuk melilit di tubuhnya, karena Kania lupa membawa baju ganti. Kania masuk ke walk in closed terburu-buru mencari baju gantinya.
Belum selesai Kania mengeringkan rambutnya, tiba-tiba ada sebuah tangan besar memeluk tubuhnya dari belakang, "Untung Kania sus selesai ganti baju!" guman Kania mengelus dadanya.
"Lepas Pak! Mandi sana gih ini sudah jam 14.00 lho!" Ujar Kania berusaha melepas dari dekapan Pak Yudha.
"Kamu wangi! saya suka!" bisiknya Yudha.
Bbbluushh.....
Rona merah di pipi Kania membuat Yudha gemas sendiri, rasanya ingin cepat-cepat sampai Semarang meminta untuk di nikahkan sekarang juga.
__ADS_1
Like, koment nya jangan lupa biar autthor semangat bisa Up setiap hari.☺☺☺
Jangan lupa Ngevotenya☺☺☺