Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 part tigapuluh satu


__ADS_3

Selamat membaca☺☺☺


"Permisi Pak!" Ucap petugas hotel menundukkan kepalanya.


"Silahkan!" Sahut Tom mempersilahkan masuk.


Setelah meletakkan minuman diatas nakasnya, petugas hotel beranjak meninggalkan kamarnya Tom dan Intan. Selesai berpamitan dengan pemilik kamarnya, dan Tom memberikan tips kepada pegawai hotel, dengan senyum misteriusnya Tom menutup pintunya kembali.


Suara air gemericik di kamar mandi, menandakan bahwa Intan sedang mandi kembali. Tom menunggu istrinya keluar dari kamar mandi, dan duduk bersila diatas tempat tidurnya.


Ekor matanya Tom melirik ke arah kamar mandi, menunggu sang istri untuk keluar dari persembunyiannya.


Dertttt...dertttt....


Ponsel Intan diatas nakasnya bergetar hebat berulang-ulang notifikasi panggilan masuk, membuat ponsel Intan terus saja mengeluarkan suara getaran.


Tom langsung mengambil ponsel istrinya, dan tertera nama Aira si bayik lucu, yang senyumnya sudah Tom rindukan, meskipun beberapa jam saja mereka berpisah tetapi tl rasa kangennya Tom sudah membumbung tinggi.


"Hallo Papa.... Mama ke ana?" tanya Aira yang melihat celingak-celinguk mencari Mamanya, tetapi tidak ada sekitarnya.


"Mama lagi mandi sayang." Jawabnya Tom santai, wajahnya sangat berseri-seri melihat wajah Anaknya.


"Ohh andi ama ya pa." Tutur Aira sangat lesu, wajahnya langsung murung.


Kreet....., pintu kamar mandi terbuka menampilkan Intan dengan piyama tidurnya, Intan berjalan santai tidak tahu kalau putrinya menelepon. Intan duduk di depan meja rias mulai memoleskan krem malam kembali, mengeringkan rambutnya pakai Handryer.


"Itu Mama sayang, sedang mengeringkan rambut." Tutur Tom mengarahkan kamera ponselnya ke arah Intan, sekali Intan menengok ke arah Tom membalasnya tersenyum.


"Mama agi apa?" teriaknya Aira di ponselnya memanggil Mamanya. Tom langsung memberikan kode kepada Intan, Intan langsung paham berjalan ke arah ranjang.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


"Hallo sayang, udah makan belum Aira-nya?" tanya Intan dengan tersenyum.


"Sudah Mama tadi di suapin ama Oma, Ma." Jawabnya Aira sembari tersenyum lepas.


"Anak Mama bahagia banget sepertinya kok dari tadi senyum terus?" tanya Intan yang penuh penasaran.


"Seneng deh! Mama pulang bawa Adik untuk Aila kan, Ma?" tanya Aira yang semangat, senyum tipis tidak pernah lepas dari sudut bibirnya.

__ADS_1


Intan sudah tidak berani menjawab, Intan melirik suaminya minta bantuan untuk menjawab pertanyaan Aira. Tom yang mengerti langsung mengambil ponselnya dari genggaman tangan istrinya.


"Hallo sayang, ini Papa."


"Ehh Papa! Benelan kan Mama pulang bawa Adik untuk Aila?"


"Iya sayang, tetapi Aila bantu doa ya." Ujar Tom lembut memberikan pengertian kepada Aira yang ingin tahu.


"Pasti Pa!" Jawabnya mantap.


"Aira bobok ya udah malem, Papa Mama juga udah ngantuk." Ucap Tom pura-pura menguap berkali-kali.


"Oke Papa! Aila cayang Papa Mama, muuuachhh!"


"Muachhh juga, sweet dream sayang."


Sambungan telepon di akhiri oleh Tom, Tom meletakkan ponselnya di atas nakas kamarnya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing, tidak ada kata yang terucap, tetapi tangannya Tom tiba-tiba memeluk istrinya dari belakang.


"Mas udah lama puasa, Yank." Ucap Tom dengan suara parau.


Intan yang tahu maksud suaminya memilih diam dan menikmatinya, hati Intan bermekaran seperti berbunga-bunga di perlakukan manis dengan suaminya.


"Mas sangat mencintaimu, dan semakin hari Mas semakin mencintaimu." Bisiknya Tom di telinganya Intan.


"Intan juga mencintaimu, Mas." Jawabnya Intan menahan geleyeer yang aneh.


Tom menundukkan kepalanya mencium bibirnya Intan dengan mesra, di sertai dengan suara kecapan di bibir keduanya. Sedangkan Intan merangkulkan kedua lengannya di leher suaminya, dan membalas ciuman suaminya yang tidak kalah mesranya.


Keduanya larut dalam gelora cinta yang membara, sebelum keduanya di pertemukan dengan dua bibirnya yang menjadi candunya. Tom memeluk tubuh istrinya lebih erat lagi, dan mengangkat tubuh Intan supaya bisa sejajar dengannya.


Tom mengecup bibir istrinya dengan liar, terdengar bunyi kecapan keduanya yang saling memberikan kecupan manis diantara kedua bibir yang saling bertemu. Sesekali Tom menggigit kecil bibir istrinya, sehingga terdengar suara rintihan lirih. Lidah keduanya saling berbelit dan bergumul bahkan lidah Jamal sampai menusuk kerongkongan Intan membuat suara aneh.


Kecupan mereka usai, terdengar suara nafas tersengal-sengal. Keduanya bertatapan dengan mesra, tersirat ada cinta di antara kita. Keduanya memandangnya penuh damba, penuh rasa ingin di tuntaskan segera, kilatan keduanya sangat jelas tercetak hasrat yang membara.


"Udah siap, Yank?" Bisiknya Tom sembari lidahnya memberikan rangsangan di leher jenjang istrinya.

__ADS_1


Intan menatap wajah suaminya dengan pandangan sayu, "Intan mengangguk, Iya Mas tetapi pelan-pelan ya." Ucap Intan yang di sertai dengan wajah sedikit ketakutan, meskipun bukan yang pertama Intan yakin pasti akan Sakit.


"Mas udah kangen ini." Ucap Tom yang parau, dan tangannya mengelus lembut **** ***** istrinya.


Intan belum juga mengungkapkan isi hatinya, tiba-tiba tubuhnya bagaikan melayang ke angkasa, tubuhnya sudah di angkat suaminya untuk di baringkan diatas tempat tidur. Tom merangkak naik ke tempat tidur untuk menyusul istrinya, di pandangi wajah Istrinya yang sudah sangat ingin.


Tom mulai menindih tubuh istrinya, memberikan rangsangan demi rangsangan, keduanya seakan tidak puas untuk menikmati gelora yang menggebu-gebu di dalam hatinya.


Tangan Tom tidak tidak tinggal diam, terus saja bergeliya manja masuk ke dalam lipatan paha istrinya, sesekali menusuk-nusuk dengan jarinya, terdengar suara desisan dari bibirnya.


Tangannya sangat lihai memainkan perannya, membuka kancing kemejanya, dan melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuh istrinya maupun dirinya. Intan bangkit dari tidurnya tangan nakalnya terulur untuk mengusap-usap dada bidang suaminya, Intan memainkan perannya sangat pandai.


"Ssssttt....Yankk..." desisnya Tom. Tom dibuat mabuk kepayang oleh tangan Nakal istrinya, berulang-ulang Tom mendesis, merasakan usapan yang lembut membangkitkan gelora ditubuhnya.


Tom membalikkan keadaan, sekarang posisi Intan tidur terlentang dengan pinggulnya di ganjal bantal. Kepalanya menyelusup ke inti istrinya, tangannya juga tidak tinggal diam memainkan bukit kembarnya.


"Ahhhh... Mas...." Intan dibuat geleng-geleng dengan perlakuan suaminya yang membuat Intan ser-ser'an.


Tom mengelus-elus pusakanya yang sudah mengacung tegak lurus, kepalanya seperti helm bajanya tentara. Intan yang melihatnya membelalakkan matanya, apakah muat? apakah tidak sakit? beberapa pertanyaan Intan ingin tanyakan, tetapi belum juga membuka mulutnya, suaminya sudah berinisiatif.


"Pasti sakit Yank, tetapi Mas akan melakukan dengan pelan-pelan." Ucap Tom menenangkan istrinya, tangannya juga mengelus rambut istrinya yang basah karena keringat.


Setelah istrinya rileks, Tom memasukkan pusakanya dengan sangat pelan seperti barang porselen yang takut pecah. Berulang-ulang Tom keluar masuk ke inti istrinya, terdengar desisan, erangan lirih keduanya.


Berbagai gaya sudah mereka lakukan, keduanya mencapai puncak nirwana dengan nafasnya yang memburu, nafasnya terengah-engah tercetak jelas ada kepuasan di kedua matanya. Keduanya saling melempar senyum, saling memeluk, berkali-kali Tom mengecup puncak kepala istrinya, untuk menyalurkan rasa bahagia dan terimakasih mau menerimaku menjadi suami.


**Hai....hai.... partnya gimana? autthor sampai bingung bikin Part ini😁😁😁


Jangan lupa kasih


LIKE


KOMENTAR


VOTE


RATE-NYA


HADIAH**

__ADS_1


__ADS_2