Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 part Empat


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


Satu bulan kemudian......


Sudah satu bulan Tom berada di Jakarta, semenjak kepulangannya dari London. Kesibukan karena pekerjaan, membuatnya sedikit melupakan wanita di masa lalunya. Tom bertekad akan mencari keberadaan Intan, dan menanyakan sesuatu perihal mimpi-mimpi'nya.


Pagi ini semangatnya Tom berkobar-kobar seperti orang sedang jatuh cinta, karena mimpi semalam ada seorang wanita mengendong batita kecil, batita'nya mirip seperti di mimpinya tempo hari.


Tom sangat yakin wanita itu adalah Mamanya batita yang ada dalam mimpinya, sayang sekali wajah Mamanya tidak terlihat jelas. Membuatnya sedikit mendesah kecewa, sepertinya tidak ada titik temu.


"Hai Tom... Kenapa melamun?" Sapa Yudha.


"Ehhh nggak apa-apa!" Tom membenahi penampilannya, dan merubah mimik wajahnya.


"Saya ke ruangan dulu." Tutur Yudha, meninggalkan Tom yang sedang melamun di meja kerjanya.


Pikiran Tom sedang jalan-jalan ke Afrika, entah perasaan apa, yang jelas Tom ingin segera ketemu Intan. Wanita masa lalunya Yudha, tetapi Tom lah yang mengantar membawanya pulang ke negaranya.


***


Di kediaman Pradipta family...


Ada Kania dan kedua Batita kembarnya, ada bibik, ada mang Ujang juga. Kania dan si kembar sedang berada di taman belakang, setelah suami berangkat kerja, anak-anak berangkat sekolah.


Kania ingin menjemur baby Kafa dan Nuna dulu, karena matahari pagi sangat bagus untuk kesehatan tumbuh kembang Anaknya. Keduanya nampak tidak rewel sama sekali, Kafa dan Nuna sangat aktif gerakannya.


Kania sangat beruntung mempunyai batita kecil yang sangat pengertian, kalau menangis bila ingin mencari sumbernya saja, selebihnya keduanya sangat anteng.


Sudah memiliki lima anak, menurut Kania sudah cukup. Suaminya juga menyetujui ikut KB(keluarga berencana). Yang terpenting sekarang merawat, mendidiknya, dan memberikan yang terbaik untuk ke lima Anaknya.


"Drttttttttttt....." ponsel Kania bergetar. tertera nama Dara Adiknya.


"Assalamu'alaikum, Kak..." Sapa Dara yang di sana sudah malam.


"Walaikumsalam, onty Ara." Jawabnya Kania menirukan suara Anak kecil.


"Kakak lagi apa? mana si kembar?"


"Kania mengarahkan ponselnya kedua Anaknya yang sedang berjemur di stoler masing-masing, keduanya mengenakan kacamata hitam yang anti radiasi khusus untuk anak balita ya."


"Uuhhhh keponakan onty Ara makin gemesin." Kata Dara yang seperti ingin mengigit pipi tembem keduanya.

__ADS_1


"Iya dong onty! kalna unda membelikan sumbernya sangat berlimpah-limpah."


"Kuliahnya gimana, Ra?" Kania mengalihkan pembicaraan.


"Alhamdulillah tinggal ujian sidang, Kak! sebentar lagi Dara lulus kak."


"Cepat pulang ke Indonesia! Kakak sudah kangen sekali.


Oeeekkk.... Keduanya menangis bersamaan, karena di cuekin Bundanya, dan sudah kecapekan.


"Udah dulu ya, Ra! Kakak matiin."


Kania mengambil Anaknya satu-satu untuk di berikan sumbernya, setelah kenyang Kania membawa keduanya untuk masuk ke dalam, untuk mengganti popoknya yang basah, dan bajunya sekalian.


Selesai dengan ritualnya, si kembar mulai mengantuk dan akhirnya keduanya sudah bobok dengan nyenyak.


****


Intan selesai memandikan Aira, dan memberikan sumbernya. Intan bergegas pergi ke tempat kerjanya, dan menitipkan Aira ke tempat bibik Salma. Bibik Salma sudah di anggap Intan keluarga sendiri, karena beliaulah yang tahu keadaan intan, yang menemani Intan dari hamil hingga melahirkan.


"Aira ikut Nenek dulu ya! Mama kerja buat beli susu buat Aira."


Aira memberikan senyuman, seolah-olah tahu ucapan Mama-nya. Aira juga tidak rewel, tiap kali di pamiti kerja Mama-nya.


"Intan titip Aira ya bik! Maaf ngerepotin bibik terus."


"Bibik tidak merasa di repot-kan!"


"Aira sudah bibik anggap cucu sendiri."


"Makasih bik udah menyayangi, Aira."


"Intan berangkat, bik."


Setelah mengecup pipi Aira, dan mencium punggung tangan bibik Salma. Intan memesan taksi online untuk menuju kantornya, biasanya Intan menggunakan kendaraan umum, karena pagi ini Intan bangun agak kesiangan, terpaksa Intan menggunakan taksi online.


Intan adalah wanita cerdas, kecerdasan dan kecantikan membuatnya mudah mencari pekerjaan.


Setelah melahirkan Aira, Intan memutuskan untuk bekerja kembali lama-lama kalau menganggur tabungannya tidak akan cukup.


Saat ini tabungan-nya sudah mulai menipis, sedangkan kebutuhan sehari-hari semakin meningkat seperti Pampers, susu formula, dan kebutuhan makan, tidak ketinggalan juga sedikit untuk bibik Salma, sudah mau momong Aira.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan bibik Salma atau Nenek Sal. Intan tidak lupa juga mengecup seluruh wajah Aira, wajah yang membuatnya jatuh cinta berkali-kali lipat.


Intan sudah melenggang pergi dari rumahnya, menuju tempat kerjanya yang tidak begitu jauh dengan tempat tinggalnya sekarang.


Setelah membayar ongkos taksi, Intan pergi ke dalam menuju ke ruangannya. Intan menjabat sebagai Administrasi keuangan, setiap hari Intan mengaudit laporan keuangan yang masuk dan keluar.


Teman-teman kerjanya tidak tahu kalau Intan pernah mempunyai masa lalu yang tidak baik, setahu teman-temannya Intan janda satu anak, suaminya meninggal.


Intan sampai mengadu nasibnya ke negara tetangga, tepatnya negara Singapura.


"Demi putrinya Khairani Az-zahra Putri, akan Intan lakukan demi kebahagiaan orang yang Intan sayangi dan cintai setulus hatinya."


***


Lima bulan kemudian


Waktu sangatlah cepat berjalan, dentingan suara jam menggema di rumah kecilnya Intan, tepat Pukul 00.00 Wib dini hari. Bertambah usianya Aira, hari ini Aira ulang tahun yang ke satu tahun. Banyak doa dan harapan yang di panjatkan Intan untuk putrinya Aira, cintanya, nafasnya dan detak jantungnya.


Paginya Intan ijin tidak masuk kerja, Intan ingin merayakan ulang tahun Aira dengan bibik Salma dan tetangga sekitar rumahnya. Walaupun sederhana itu sudah membuat Aira tertawa bahagia, kue kecil ulang tahun sudah Intan siapkan, beberapa Snack, dan makanan khas Indonesia.


Suara gemuruh tepuk tangan mewarnai ulang tahunnya Aira, lagu selamat ulang tahun berkumandang, banyak tetangga yang turut hadir.


"Selamat ulang tahun sayang, Anak Mama yang ke satu tahun! semoga Aira jadi Anak yang berguna untuk Nusa bangsa, agama, dan kedua orang tua." Itu harapan Intan sebagai seorang Ibu tunggal untuk putrinya Aira.


"Maacih Ma." Kata Aira menerima kado dari Mamanya.


"Sama-sama sayang."


"Nek, hiyat Aila dapat kado dali Mama lho. Kata Aira menunjukkan bungkus kado pemberian Mamanya.


"Nenek juga punya kado untuk Aira lho! Aira mau nggak kado dari nenek?"


"Au au au Nek! Aila au hiyat, cepetan Nek Aila udah nda sabal."


Nenek Salma berjalan ke kamar untuk mengambil kadonya, yang sengaja nenek sembunyikan di kamarnya.


"Ini untuk Aira cucuk nenek yang cantik."


"Maacih Nek! Aila sayang nenek."


Acara ulang tahun Aira sudah selesai, tamu undangan sudah pada pulang, tinggal Aira, Intan dan Nenek Salma. Walaupun Aira baru usia satu tahun, tetapi usia 11 bulan Aira sudah bisa berjalan, dan berbicara walaupun tidak begitu jelas.

__ADS_1


Maaf ya kemarin double Up part tiga, dari hari minggu cerita autthor tidak lulus rewiew, sekali lolos malah part tiga double.


__ADS_2