
Seharian Ken bermain dengan Daddy-nya quality time yang bagus, Daddy dan Anak bisa kompak dalam segala hal mulai pakai baju, dan dandanan yang sama-sama tampan versi Daddy dan Anak. Senyum dan cerewetnya mewakili senyum istrinya Nena Ibu kandung Kenzi. Melihat Kenzi tertawa lepas membuat Yudha membuncah rasa bahagia, bisa melihat Ken tumbuh dengan sehat dan semakin pintar.
"Daddy!" panggilan Ken membuyarkan lamunan Yudha
Kenzi akan merasa kesal jika di abaikan, kemauan tidak di turuti. Di tambah Yudha tetep di mode diamnya padahal sudah di panggil Ken sesekali.
"Daddy!" Ken sedikit merajuk dengan bibir sudah satu meter di monyongkan ke depan, kepala sudah menunduk, mata yang sudah memerah, siap menumpahkan laharnya. lagi-lagi Ken di abaikan Daddy-nya dengan suara sedikit terisak-isak memanggil Daddy-nya.
"Owh iya Ken, Ada apa nangis?"
"Daddy akal!"
"Kenapa hmm?"
__ADS_1
"Dari tadi Ken anggil-anggil Daddy iam aja!" Ken malah ma Daddy, Daddy akal Kenzi meninggalkan tempat bermain sedikit berlari dengan air mata mengalir di pipinya.
Kenzi berlari menuju taman belakang
"Akek, Enek Daddy akal!" hu huhu akal Daddy. cucu Kakek, Nenek sekarang tambah berat ya duhh lama-lama Kakek, Nenek tidak kuat mengendong Kenzi makin gemuk, wuahhhh huhuhu tangisan Kenzi makin kencang di tambah Kakek, Neneknya bilang Kenzi gemuk. catat ya Kenzi itu tidak gemuk tapi gembul pipinya chuby mau tumpah-tumpah.
Kenzi masih sesenggukan Kakeknya mengusap air matanya mendudukkan Kenzi di pangkuannya di bangku taman menikmati pemandangan bunga yang bermekaran berwarna-warni menghiasi taman belakang.
setelah tangisan mereda Kakeknya bertanya dengan Kenzi,
"Daddy akal!"
"Nakal kenapa?" Kenzi mulai menceritakan tadi Ken anggil-anggil Daddy, Daddy uma iam aja Ken malah ma Daddy, Daddy akal. Kakeknya mengusap kepala cucunya dengan sayang sesekali menciuminya.
__ADS_1
"Tadi kenapa nangisnya tambah kencang Ken?" nggak uka di ilangin emuk, Ken nggak emuk, Ken ampan dan anis. hahaaaaa tawa Kakek Neneknya pecah mendengar celotehan Kenzi yang menggemaskan, bisik Neneknya mirip seperti Yudha kecil yang selalu suka di puji dan tidak suka di bilang jelek, Anak dan Daddy-nya sama aja gumam Kakeknya.
Kakeknya mengalihkan pembicaraan sedikit melirik istrinya, udah ah nangisnya sini ikut Nenek menyirami tanaman bunga sebelah sana yuk kenzi, jari telunjuk Neneknya menunjukkan tempatnya. di jawab anggukan kepala, menurunkan kaki kecilnya yang tidak sampai lantai "" Nek Ulun, Ken nggak Ica?" ihhh ken asih ecil. kakinya berusaha mengampai lantai tetap saja tidak sampai. Ken esel gerutu Kenzi yang tidak bisa turun sendiri.
Sini Nenek bantuin mau jalan sendiri apa Nenek gendong
"halan sendili Ken Uda besal, Nek!"
"Tadi yang turun tidak bisa siapa?" Ken Nek kalna aki Ken asih ecil tidak sepelti aki Daddy yang anjang dan besal jawab Ken dengan bangga.
"Kenzi Anaknya siapa?" Daddy Udha ama Unda Ken, Ken Lindu ma Unda Nek.
Deg....
__ADS_1
"Apa Kenzi mau?" Aunty Kania jadi Bundanya Kenzi?" au au au Nek, Unda sayang Ama Ken, Unda suka belcelita kalau Ken mau tidul, uka di ajak Unda ke cekolah yang anyak Olang, uka mencubit pipi Ken Nek dan oel-oel idung Ken Nek. Kenzi memperagakan kejadian di kampus Kania.