Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
151


__ADS_3

Jangan lupa Rate-nya.


Setelah bersiap-siap Yudha, Kania, dan Kenzi pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan istrinya yang menginjak usia kehamilan 5 bulan.


Di perjalanan dari rumah ke rumah sakit celotehan Kenzi yang menemani ketiganya, menjadi perjalanan yang menyenangkan, karena sifatnya Kenzi yang selalu ingin tahu ini itu. Membuat Kania sebagai Bundanya semakin gemas, berkali-kali pula Kania menjahili Kenzi.


Satu jam perjalanan mereka bertiga sudah sampai ke parkiran rumah sakit, Yudha keluar duluan untuk membukakan pintu untuk istri, dan Anaknya.


"Kakak Kenzi mau digendong Daddy apa jalan sendiri?"tanya Daddy-nya.


"'Halan ndili Daddy! Kan akak udah besal." Seru Kenzi berbicara dengan Daddy-nya.


Mereka bertiga jalan bergandengan, dengan posisi Anaknya berada di tengah di gandeng kedua orang tuanya.


Senyum lebarnya tidak pernah lepas dari Kenzi, yang sebentar lagi akan tahu jenis kelamin Adik-adik nya. Sangat antusiasnya Kenzi bercerita dengan kedua orang tuanya, bahwa Kenzi menginginkan Adik cowok cewek seperti teman di sekolahnya yang mempunyai Adik kembar, tetapi beda jenis kelaminnya.


Setelah mereka tiba di depan ruangan dokter spesialis kandungan, Yudha langsung mengetuk-ngetuk pintu ruangannya, dan langsung masuk ke ruang prakteknya, karena sebelumnya Yudha sudah membuat janji ingin bertemu, dan memeriksakan kehamilan istrinya.


"Ada keluhan apa, Buk? Tanyanya Dokter Ferguson.


"Saya sering capek, Dok! terkadang nafsu makan saya Ting, bawaannya laper terus, Dok." Tutur Kania mengatakan keluhannya akhir-akhir ini yang sering di alaminya.


"Wajar Buk! kalau sering capek karena Ibu mengandung baby twins! nggak apa-apa kalau nafsu makan meningkat, berarti kedua bayi Bapak, dan Ibu sehat." Sahut Dokter Ferguson yang menjelaskan panjang lebar kali luas bangunan.

__ADS_1


"Sekarang Ibu berbaring di tempat tidur, Saya akan memeriksa usia kehamilan Ibu, dan jenis kelaminnya kalau Bapak, dan Ibu ingin tahu."


"Baik Dok!"


Kania berbaring di atas ranjang khusus pasien, seorang perawat wanita datang tergopoh-gopoh.


"Maaf ya Buk! bajunya saya naikkan untuk memudahkan Dokternya untuk memeriksanya." Tutur seorang perawat.


Perawatnya mulai menaikan baju dressnya, sebelumnya yang di bawah di tutup dengan selimut terlebih dahulu. Perawat memberikan gel di sekitar perutnya, dan mulai menggerakkan kursornya untuk mengetahui detak jantung si janin, dan beratnya.


Sang Dokter mulai menggerakkan lagi tangannya yang memegang kursornya ke kanan, dan kiri.


"Lihat Bapak, Ibu! Usianya sudah 20 Minggu, keduanya sehat, dan gerakan nya sangat aktif.


"Sabar sayang! Ibu Dokter lagi menjelaskan." Tutur Kania yang mengelus punggung Anaknya dengan lembut.


Dokter Ferguson yang melihat interaksi Bunda, dan Anak tersenyum tipis. Keakrabannya membuatnya sedikit iri, walaupun Kania adalah ibu sambungnya, tidak membuat Kania membedakan kasih sayangnya.


"Dok....." Sapa Yudha.


"Ehh Iya! Maaf."Tutur Dokter Ferguson.


Dokter Ferguson sudah menjelaskan usia kehamilan, jenis kelaminnya yang belum bisa di pastikan, karena pas kursornya berjalan kedua ngumpet seperti tidak ingin di ketahui kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Yaah! Adik ndak au ya! akak Enzi au." Tutur Kenzi sedikit lesu, kecewa Adik-adiknya malah ngumpet.


"Sabar sayang! Bulan depan kita lihat debay-nya lagi ya." Tutur Kania untuk sedikit meredakan rasa kecewa Anaknya.


Maaf Dok! kalau soal berhubungan boleh nggak, Dok?" tanyanya Yudha.


"Boleh Pak! asalkan dengan posisi yang nyaman untuk istrinya, tetapi jangan galak-galak ya, Pak." Jawab Dokternya yang tersenyum tipis.


"Terima waktunya, Dok."


"Kami permisi."


Setelah keluar dari ruang Dokter, Kania mencubit pinggang istrinya, karena saat malu suaminya tanya begituan setiap waktu periksa kehamilan.


"Auww....! sakit sayang! rasain tanya begituan melulu." Tutur Kania yang sedikit kesal dengan suaminya, yang isi otaknya cuma mesum saja.


"Tenapa? Unda ubit-ubit Daddy?" tanya Kenzi yang mendongak ke wajah Daddy, dan Bundanya.


"Nggak apa-apa sayang." Tutur Bundanya.


"Les't gooo..." Mereka bertiga berjalan saling mengengam, kali ini Kenzi ingin di gendong Daddy-nya.


***Maaf, baru UP karena ad kepentingan di dunia nyata, sedikit nggak apa-apa ya! yang penting autthor Up setiap hari.

__ADS_1


Vote, vote, votenya jangan lupa***...


__ADS_2