Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 72


__ADS_3

Selamat hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal bertepatan hari ini 29 Oktober 2020.


Autthor double Up, semoga suka, jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, koment☺


Jangan lupa Rate-nya ☺☺☺


Keesokkan harinya setelah Kania sampai Jakarta, Saya mengajak Kania dan Kenzi ke makam istriku Nena mommynya Kenzi.


Hari ini, bertepatan 3,5 tahun Nena istriku meninggalkan kami. Kehilangan ini masih ada, duka masih terasa. Tetapi, hidup harus terus berjalan demi kebahagiaan Kenzi putra semata wayangnya kami.


Didepan pusara Nena, kami menaburi bunga tulip kesukaan Nena dan air mawar sebagai tanda kedatangan kami, setelah itu kami mengirimkan doa dan mencuci nisan yang tertulis namanya.


Rasa pilu itu masih ada, tetapi saya sudah menyakinkan hati ini dengan tujuan saya untuk mengenalkan Kania kepada mendiang Nena.


"Sayang, kenalin. Ini Kania, teman dekatnya Mas untuk saat ini. Kalau memang nantinya Allah memberikan takdir-Nya, Saya dan Kania untuk berjodoh, Kania akan menjadi ibu sambung untuk anak kita Kenzi."


Saya seperti merasakan kehadiran Nena disini, semilir angin berhembus kala kami berada disini. Mungkin ini suatu tanda kalau Nena menyetujui keputusanku yang nantinya akan saya ambil.


Rasa sedih itu muncul kembali, saya tidak bisa menahan kesedihan ini, tak terasa air mata ini menetes, cepat-cepat saya menghapusnya agar tak terlihat oleh Kania dan Kenzi.

__ADS_1


"Pak Yudha..." kata Kania, yang berusaha menenangkanku yang sedang diliputi rasa sedih yang mendalam, sambil mengelus pundakku dengan lembut.


"Saya tersenyum, "I'm Ok" menjawab perhatian Kania yang barusan menenangkanku.


"Kamu mau bicara dengan Nena? Perkenalan dirimu tak apa, sudah waktunya Nena tahu.


Kania mengangguk, "Mbak Nena, saya Kania. senang rasanya bisa mengunjungi makam Mbak untuk pertama kalinya.


Mbak, bukan maksud saya merebut untuk merebut Pak Yudha dan Kenzi, tetapi jika takdir kami berjodoh, ijinkan saya Kania menjadi istrinya Pak Yudha dan ibu sambung untuk Kenzi.


Saya janji akan menyayangi sebisa dan semampu saya, semoga Mbak disana merestui dan meridhoi hubungan kami.


Nena adalah sosok wanita yang memberikan anugerah terindah untukku semasa hidupnya, yaitu Kenzi.


Namun, ada lagi sosok wanita yang menjadi penyemangatku untuk bangkit dari rasa terpuruk saat ini, Kania. Dia adalah wanita yang menjadi warna-warni tersendiri di hidupku semenjak saya kehilangan mendiang istriku.


"Sayang, beri salam dulu untuk mommy." Ujar Kania mengelus puncak kepala dengan lembut.


"Accalamu'alaicum, mommy. Enzi, daddy, unda atang ntuk njenguk mommy." Seru Kenzi yang ikut duduk di pusara mommynya.

__ADS_1


"Enzi angen mommy, Tetapi cekalang Enzi unya unda! mommy angan malah ya!" Seru Kenzi matanya sudah berkaca-kaca.


Kania dan Yudha mendengar isi hatinya Kenzi, ikut meneteskan air matanya. dadanya Kania terasa sesak mengingat mendiang kedua orang tuanya yang pergi ke surga lebih dulu.


Yudha mencoba menghalau air matanya yang menetes di pipinya, supaya tidak melihat daddy-nya menangis.


Mereka bertiga saling berpelukan, saling menguatkan satu dengan yang lain. Yudha menciumi matanya Kenzi kanan kiri, dan mengecup kening Kania secara singkat.


"Ayo ken doain dulu mommynya." Ujar Kania mengajari Kenzi mendoakan kedua orang tuanya.


"Gimana unda? antuin Enzi, Nda." Seru Kenzi menarik tangan Kania untuk minta di ajari mendoakan mommynya.


Kenzi duduk bersila, menadahkan kedua tangannya.


"Allohummaghfirli waliwalidaya warhamhumma kama rabbayaa ini shaghiira."


"Aamiin ucap mereka bertiga bersamaan.."


#mengetik part ini Author mewek terbawa suasana syahdu😅😅😅

__ADS_1


# dukung terus cerita ini dengan memberikan like, koment, vote biar autthor double Up terus😁😁😁


__ADS_2