
Ken bermain dengan Daddy nya dari pesawat terbang, kuda-kudaan, hingga petak umpet walau Ken belum begitu tahu permainannya yang dimainkan Daddy nya, setidaknya Yudha bisa bermain dengan Ken dan bisa melihat tawanya sedikit mengurangi kelelahan pekerjaan di kantor.
kelelahan bermain Ken merengek matanya sudah berkaca-kaca minta di gendong, matanya sudah sayu dan menguap terus.
"Anak Daddy ngantuk ya?" tanya Daddy-nya.
Ken sudah mencebikkan bibirnya, siap-siap air matanya tumpah.
Bapaknya nggak mau mengalah." kata Kania mengendong Ken, dan menimang-nimang nya.
"Ikut Aunty yuk, Ken mandi dulu ya habis mandi terus makan terus tidur ya Ken, langsung di kasih senyuman ken, seolah-olah mengerti maksud Aunty Kania.
__ADS_1
"Pak anaknya jangan di gangguin terus, ntar malem kalau rewel, Bapak yang repot!"
kurang lebih satu jam meninabobokan Ken, akhirnya tidur juga. pundak Kania rasanya pegel semua hari ini, Ken benar-benar rewel, mengendong baby gembul walau usia baru tujuh bulan tapi Ken tumbuh tidak seperti anak pada umumnya, Ken tumbuh dengan sehat semakin hari makin gembul.
"Aunty sayang, cinta Ken!" Bisik Kania, dan mencium pipinya singkat.
Kania mencium kening Ken dengan sayang, menaikkan selimut sebatas dada. "Good Night Ken!" ucap Kania dengan tangan menepuk-nepuk pantatnya Ken.
Bisa sedikit istirahat Kania merentangkan kedua tangannya untuk menghilangkan rasa pegal-pegal di pundaknya.
"Maaf!" ucap Yudha lirih takut mengganggu Anaknya yang baru di tidurkan, karna hari ini Ken sangat rewel akibat ulahnya suka menjahilinya.
__ADS_1
Kania cuma diam tidak menanggapi ucapan Yudha karna terlalu lelah untuk hari ini. Kania memejamkan matanya sebentar untuk menikmati udara sore hari di kamar Ken yang di dominasi warna biru dan abu-abu yang terletak sebelah kamar Daddynya.
Ken di pindahkan ke kamar Daddynya karna Ken setiap hari tidurnya dengan Daddynya, Ken masih terlalu kecil jika harus tidur di kamar sendiri, jika terjadi apa-apa Yudha akan merasa bersalah sama anak semata wayangnya.
Harta dan belahan jiwa Yudha setelah kepergian mendiang istrinya, Ken adalah bukti cintanya, sekarang Yudha banyak menghabiskan waktu di rumahnya karna Yudha nggak mau, Ken kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya setidaknya masih ada Daddynya yang sayang Ken.
Malam ini Ken tidur dengan nyenyaknya, sesekali bangun cuma popoknya basah di ganti yang baru langsung tidur lagi, merengek karna haus di buatkan susu formula Ken langsung diam dan tertidur lagi.
"Anak Daddy makin pintar!" sekarang sudah gak rewel." gumam Yudha memegangi dot susunya.
Pagi harinya Ken terbangun terlebih dahulu ketimbang Daddynya, tangan Ken yang kecil mulai pluk-pkuk ke wajah Daddynya di iringi dengan tertawa-tawa mungkin Ken mengira mainan barunya. Yudha langsung terbangun mendengar tertawa anaknya.
__ADS_1
"Anak Daddy sudah bangun ya, sekarang udah pintar nggak nangis daddy!" ucap Yudha menirukan suara anak kecil, Ken malah semakin tertawa melihat Giginya yang nambah tumbuh menjadi tiga buah, ken merangkak dan merentangkan kedua tangannya untuk minta keluar kamar.
Ken bangun jam 05.00 pagi, Ken minta jalan-jalan sama Daddy ya, Tangan Yudha mengelitik perutnya Ken, seketika Ken tertawa dengan lepas seolah-olah tidak ada beban karna Yudha tidak mau Ken tumbuh kekurangan kasih sayang dari mommynya yang telah berada di Surga.