Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 9


__ADS_3

Di meja makan hanya terdengar dentingan sendok, Ken makan dengan lahap. Ken makannya pelan-pelan, entar muntah kata Yudha dengan lembutnya. Ken tidak menghiraukan kata Daddy-nya asyik makan sendiri. Katanya Ken sudah besal harus bica makan sendili, "Iyakan Unda"! matanya mengercap-gercap lucu memandang Aunty Kania minta pembelaan. Ahhh iya Ken kata Kania dengan gugup di pandangi Yudha terus-menerus.


Flashback


"Pak, Kania mau ngajak Ken ke kampus, boleh?" tangan Kania meremas-remas ujung dressnya dengan gugup.


"Sampai jam berapa?" ucap Yudha dengan ketus.


"Jam 12.00 sudah pulang Pak!" Cuma mau ngambil tugas dari dosen saja.


"Biar sopir yang mengantar!" Tapi pak?" tidak menerima penolakan.

__ADS_1


Tiba di kampus Kania di antar sopirnya Yudha. Kania berjalan beriringan dari area parkir Kenzi dan Kania tangan yang saling menggenggam jari yang saling bertautan sesekali di warnai bercanda dan tertawa. Semua orang akan menatap kagum dan iri seperti Ibu dan Anak saja


Di kampus Kania menemui sahabatnya Mitha, persahabatan mereka terjalin dari duduk di bangku SMP. dulu Mitha sering main ke rumahnya tapi sekarang jarang, semenjak Kania bekerja.


"Ini temannya Aunty , Bukan Aunty tapi "Unda Ken! Ken sudah siap untuk menangis, "Iya-iya Bunda Kenzi!" Kania menoel pipi gembul Ken.


Hah!! Bunda, ini anak kamu, Nia?" bukan Mit ini yang pernah Nia ceritakan dulu, "Anak majikan Nia!" Hahhhhh! Bapaknya pasti cakep, Anaknya aja cakep begini ucap Mitha mengerlingkan matanya.


Sihir apa yang ada pada Kania, sehingga Ken tidak mau lepas dari Kania, apa-apa Unda Ken guman Yudha di tengah-tengah melamun, menerawang ke depan mungkin Ken butuh sosok seorang Ibu. Sebenarnya Yudha keberatan Ken memanggil Kania dengan sebutan Bunda. karna Kania bukan Ibu kandung Kenzi, bukan yang mengandungnya dan melahirkan rasanya tidak adil baginya karena Ken lebih dekat dengan Kania daripada Yudha selaku Ayah kandungnya sendiri.


Setiap kali Yudha melarang dengan panggilan Bunda, Ken langsung ngambek tidak mau bicara padanya, merengek terkadang menangis sampai matanya sembab. Melihatnya menangis membuat Yudha tidak tega, mengingatkan mendiang istrinya, mengira Yudha tidak bisa membahagiakan Anak semata wayangnya dengan mendiang istrinya. Akhirnya Ken di bebaskan mau memanggil Kania dengan sebutan Bunda atau apa yang terpenting kebahagiaan Kenzi dan Kania tidak keberatan.

__ADS_1


Flashback off


Tempo hari di tempat tidur sedang berdua dengan Daddy-nya, Ken bilang banyak tentang Unda Ken sesekali Yudha memancing pertanyaan "Ken lebih sayang Daddy apa Aunty Kania?" Ken nampak berpikir kritis


"Unda Ken, berarti tidak sayang Daddy?"


"Cayang Daddy uga!" Ken memeluk Daddy-nya dengan erat seolah-olah tidak mau di tinggal.


Yudha mencium rambutnya Ken dengan sayang, saling memeluk dengan erat. "Ken cayang Daddy uga!" bisiknya di tengah dekapan Daddy-nya.


"Tadi pagi di ajak Aunty Kania ke kampus, ngapain aja Ken?" tadi Ken di kenali Ama Cemen Nda, kalau nggak calah namanya Aunty Mitha Daddy. Olangnya suka cubit-cubit pipi Ken, sepelti ini Daddy Ken memeragakan Mitha mencubit pipi Daddy-nya dengan sedikit merajuk.

__ADS_1


Auntor double up. semoga suka


__ADS_2