Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion Duapuluh Empat


__ADS_3

Setelah pertemuan satu minggu di restoran, Tom sudah memantapkan hatinya untuk memilih Intan sebagai pendamping hidupnya, menjadikan Intan istrinya, ibu dari Anak-anaknya kelak.


Tiga hari lagi lamaran akan di gelar di kediaman Intan, keluarga Tom akan datang hari ini ke Jakarta. Kedua orang tuanya Tom mendapatkan kabar bahwa putranya akan menikah, tidak henti-hentinya mengucapkan kata syukur, hari yang di tunggu-tunggu orang tuanya akhirnya mau menikah juga.


Seperti biasanya Tom tetap berkantor sekalian menyerahkan undangan ke keluarga Pradipta, mengenai acara lamarannya.


" Bro, Datang ya ke acara lamaranku lusa di jalan Kemang." Tutur Tom yang sudah duduk di depannya Yudha.


"Apa lamaran?" tanya Yudha yang sedikit terkejut.


"Setahunya Tom tidak punya pacar, kok tiba-tiba lamaran ya." batinnya Yudha.


"Woiii...! kok malah bengong!" Ujar Tom sedikit berteriak.


"Oooh tidak, hanya kaget saja tiba-tiba lamaran sedangkan kekasih saja kamu tidak punya?" tukasnya Yudha yang mengejek Tom.


"Emang kita tidak pacaran, tetapi kita sudah punya Putri cantik di antara kita entar kita jodohin anak-anak kita, biar kita bisa menjadi besan." Seloroh Tom yang bangga karena sekali cetak gol, bibitnya langsung jadi.


"Jangan lupa tidak datang!" Ucap Tom yang meninggalkan ruangannya Yudha.


Senyum bahagia sangat terpancar di wajahnya Tom, Tom berjalan ke ruangannya sembari bersiul menggambarkan jiwa mudanya yang sedang jatuh cinta.


Sedangkan Yudha terbengong-bengong mendengar kabar sahabatnya, yang tiba-tiba mau lamaran, dan mempunyai Putri masih terngiang-ngiang di kepalanya.


"Bukankah Tom belum menikah kok sudah punya Anak, terus bikinnya dimana? perempuannya siapa ya kok mau di cetak gawangnya sebelum menikah?" Ucap Tom di hatinya.


Di ruangannya Yudha masih bingung tentang sahabatnya yang tiba-tiba menghamili seorang perempuan, sedangkan di ruangannya Tom tersenyum bangga punya anak dari Intan dan memudahkan Intan menjadi miliknya.


"Tunggu Aku sayang." Ucapnya lirih hanya di dengar Tom saja.


Di kediaman Intan


Di dalam rumahnya banyak orang yang hilir mudik, dekorasi lamaran sudah terpasang sangat indah dengan tema warna putih soft pink. Tenda-tenda juga sudah terpasang rapi, rencananya pesta lamaran akan di gelar pesta kebun di belakang rumahnya.

__ADS_1


Flashback


Pulang dari pertemuannya makan dengan dengan Tommy, Intan menemui Bundanya untuk membicarakan perihal laki-laki yang akan datang melamarnya.


Awal mula Intan bercerita tentang laki-laki yang beberapa bulan mengisi kehidupannya, awal mula Intan berkenalan dan masih banyak yang Intan ceritakan, tentu bukan masa lalunya dulu tentang Tom di hotel. Intan hanya menceritakan yang baik-baik saja, Intan tidak ingin masa lalunya di ketahui orang tuanya secepatnya, Intan butuh waktu untuk semua tahu kebenarannya.


Sebenarnya Bundanya tidak setuju, takut Intan dan Aira di sakiti, tidak bisa menerima keadaan Intan yang single perent, tetapi melihat kesungguhan dari Tom yang sering datang ke rumahnya, kebahagiaan di mata kedua Intan dan Aira. Akhirnya dengan senyum bahagianya, bundanya merestui hubungannya dengan Tommy.


Sedangkan Papa ngikuti Kata istri, Intan dan cucunya Aira, bila Dia bisa membahagiakan Anak dan cucunya, Papa-nya Intan juga merestui. Bagaimana pun kebahagiaan anak yang terpenting, dan yang paling utama, Intan bisa memberikan keluarga yang lengkap untuk putri semata wayangnya.


Selesai Intan menceritakan semuanya, Intan langsung menghamburkan ke pelukan Papa-nya dan Bundanya.


"Semoga kamu bahagia, Nak!"


"Semoga Tommy laki-laki yang tepat untukmu, untuk Aira juga."


Flashback Off


Intan nampak melamun, mengingat kejadian kemarin ketika Intan meminta restu ke kedua orang tuanya. Dan pada akhirnya restu itu sudah Intan genggam, kedua orang tuanya juga merestuinya.


"Aira juga sangat antusias mendengar Mamanya akan menikah, berarti sebentar lagi Aira akan punya Papa seperti kata teman-teman Aira di Singapura."


"Aila eneng anget, Aila au unya Papa." guman Aira sembari memandangi dekorasi di taman belakang.


Waktu berputar terus pada porosnya, tepat malam ini acara sakral pertemuan dua anak manusia yang saling mencintai, babak baru kehidupan akan di mulai dengan acara pertunangan sekaligus lamaran.


Pukul 16.00 Intan sudah di make-up dengan MUA Artis terkenal di Jakarta, Aira juga tidak ketinggalan ikut-ikutan di make-up biar bisa seperti Mamanya. Jadilah mereka berdua sekarang sedang di makeup, keduanya menggunakan gaun dengan warna yang senada dengan warna soft pink menjadi pilihan keduanya.


Intan mengunakan gaun sederhana tetapi sangat elegan, rambutnya yang di Cepol dengan menambahkan aksesoris mahkota kecil di rambutnya, menambah kesan yang sangat elegan dan cantik.


"Mbak Intan-nya cantik banget mirip artis Korea." Ucap MUA yang memakeup Intan. MUA tersenyum bangga berhasil memberikan sentuhan di wajahnya sedikit, tetapi hasilnya maksimal sangat memuaskan.


"Ahh Mbak bisa aja." Ucap Intan yang sedikit malu-malu.

__ADS_1


"Benar Mbaknya sangat cantik, pasti calon suaminya akan terpesona dan pangling melihat Mbak Intan." Ucapnya MUA.


"Makasih mbak." Ucap Intan tulus.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Di apartemen-nya Tom sudah rapi dengan setelan jas berwarna soft pink sesuai kesepakatan mereka berdua, Tom sangat gagah di balut jasnya dengan perancang desainer terkenal.


Pukul 19.00 keluarga Tom dan rombongan akan berangkat ke rumahnya Intan, mereka mengendarai tiga mobil yang berbeda-beda. Di dalam mobil Tom sangat gugup, ya ini pengalaman pertamanya Tom melamar perempuan secara resmi.


Perjalanan ke rumahnya Intan di tempuh setengah jam berkendara, Tom dan rombongan sudah tiba di pelataran rumahnya calon istrinya.


Tom berdiri dengan sangat tampan, ada aura mengintimidasi karena rasa gugupnya yang berlebihan. Jantungnya terus saja bertalu-talu, yang membuat seorang pecinta wanita gugup dan tangannya dingin.


Intan melihat rombongan Tom sudah memasuki taman belakang, Keluarga Intan menyambutnya dengan senyum hangat, mereka berempat berbincang-bincang dengan calon besannya sebelum acara dimulai.


Tepat Pukul 20.00 WIB, MC memulai membuka acara pertunangan dengan bacaan Basmalah, dan di lanjutkan dengan acara lamaran, dan perkenalan dua keluarga, terakhir adalah penutup, di tutup dengan makan bersama.


"Saya Tommy Wijaya meminta Intan Putri dari Bunda dan papa untuk menjadi istri saya, untuk melangkah ke tahap yang lebih serius yaitu pernikahan. Apakah Intan bersedia menjadi istri saya, ibu dari Anak-anak kita kelak." Tutur Tom lantang, tegas, dan hanya satu tarikan nafasnya.


"Pipinya Intan sudah memerah seperti kepiting rebus, bener-bener sangat malu, sedangkan Aira tersenyum dengan lebar sembari menganggukan kepalanya, Intan beralih lagi menatap kedua orang tuanya, yang sama-sama menganggukan kepalanya."


"Terima, terima, terima...!" sorak gembira tamu undangan, dan MC yang memandu acara pertunangan juga ikut larut dalam kebahagiaan kedua calon mempelai.


"Dengan tarikan nafasnya, dan senyum lebarnya menyapa seluruh tamu undangan,


"Iya Aku mau." ucap Intan sedikit malu-malu.


"Mau apa sayang, di perjelasdong." Ujar Tom yang sudah tersenyum.


"Mau jadi istrimu." Ucap Intan tegas.


Semua tamu undangan bersorak-sorak bahagia, menyaksikan dua insan akan menjadi satu, meskipun masih tahap pertunangan atau lamaran, semua berharap dan Mendongakkan semoga sampai jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

__ADS_1


Setelah rangkaian acara pertunangan telah selesai, semua tamu undangan, calon besan, dan calon pengantin sedang menikmati hidangan yang disajikan tuan rumah. Tidak ketinggalan raut wajah bahagianya Aira, yang mempunyai keluarga yang lengkap, ada Papa, ada Mama.


Hai readers gimana pendapatnya tentang acara pertunangan Tom dan Intan??? Ditunggu komentarnya di persilahkanπŸ˜πŸ˜€πŸ˜


__ADS_2