Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 part Enam puluh tiga


__ADS_3

Yudha dan Kania sudah berbaikan, mereka berdua sudah tidur dalam satu ranjang. Malam ini Yudha bisa berbuka puasa, selama dua hari tidur terpisah dari sang istri bagaikan dua tahun Yudha tidak bertemu.


Meskipun tinggal satu atap, tidak saling bersentuhan membuat Yudha sedikit menjaga jarak dari sang istri. Moodnya yang naik turun membuatnya enggan berdekatan dengan sang istri, bukan karena sedang marahan atau tidak cinta lagi karena kesalahannya membuat sang istri memberikan hukuman untuknya selama dua hari.


Di kantornya Yudha senyum-senyum sendiri, membayangkan nanti malam membuatnya seperti abege yang sedang kasmaran menunggu kencan untuk bertemu.


Tok.... Tok


Berulang-ulang pintu ruang kerja Yudha di ketuk oleh sekertarisnya, tetapi nihil tidak ada suara yang bersahutan dari dalam, padahal ada kolega kerjanya yang ingin bertemu. Jauh mereka datang dari luar negeri demi bisa bertemu dengan seorang orang CEO Pradipta Group.


Ketukan pintu terakhir baru Yudha tersadar dari lamunannya, bahwa di luar seperti ada orang yang memanggilnya.


"***Iya siapa?" tanyanya Yudha.


"Saya Pak, Mila sekertarisnya Bapak." Jawabnya Mila bisa bernafas lega.


"Ada apa Mil?" tanya Yudha dari dalam , dan pos Yudha masih duduk d kursinya.


'Ada tamu Pak." Jawabnya Mila menarik nafasnya.


"Siapa?"


""Kolega dari perusahaan X Pak..."


"Silahkan masuk saja Mil..."


"Baik Pak***..."


Di dalam Yudha sedang membenahi penampilannya, dan posisi duduknya supaya lebih elegan dalam duduknya.


"Tok!...Tok...."


Ceklek...


Pintu terbuka dengan sempurna, menampilkan seorang pria yang membalas dengan senyuman tidak kalah manisnya dengan senyuman CEO Pradipta Group.


"*Silahkan duduk, Pak!" Tutur Yudha mempersilakan tamunya untuk duduk di sofa yang berada di ruang tamu.


"Makasih Pak Yudha..." Jawabnya dengan tersenyum tulus.

__ADS_1


Mereka berdua duduk di ruang tamu, keduanya ngobrol begitu banyak bercerita karena keduanya adalah teman. Mereka kenal waktu sama-sama masih duduk di bangku kuliah, meskipun beda kelas, dan jurusan juga*.


Pembicaraan keduanya terjadi tawa renyah antara keduanya, karena ini pertemuan bukan masalah membahas masalah bisnis atau kerjaan.


Mereka bernostalgia masih menjadi mahasiswa, atau bangku kuliah. Bila sedang mengingat perkenalan yang tidak sengaja, pertemuan yang sudah di takdir-Nya, akhirnya saat ini mereka berdua menjalin pertemanan, dan kerjasama antar perusahaan.


Mereka ngobrol berdua sampai lupa waktu makan siang, akhirnya Yudha mengajak temannya untuk makan siang bersama yang tidak jauh dari kantornya.


Setelah pertemuan dengan teman selesai, Yudha bergegas ingin pulang lebih cepat karena sudah tidak ada yang harus di kerjakan di kantornya.


Daripada hanya duduk-duduk saja, lebih baik pulang bisa menghabiskan waktu dengan sang istri, mumpung Anak-anaknya sedang tidak di rumah.


(Seperti dugaan autthor Yudha ingin cepat-cepat buka puasa 😁😁😁)


Setelah berpamitan dengan sekertarisnya, Yudha bersiap-siap meninggalkan ruangannya dengan lift khusus untuk petinggi di perusahaannya, atau untuk tamu-tamu penting yang datang ke kantor.


Sampainya di rumah, Yudha menemukan sang istri yang habis selesai mandi. Hanya handuk melilit di tubuhnya, nampak jelas kulit putih kuning Langsat menjadi pemandangan yang indah, yang sayang kalau dilewatkan.


Di ruang walk in closet Kania sedang mematutkan dirinya di cermin, meskipun sudah memiliki seorang putra-putri tetapi bentuknya tidak berubah, masih seperti seorang gadis.


Yudha tersenyum kecil memperhatikan istrinya berlegok-legok di depan cermin, bagaikan peragawati yang sedang fashion show.


💚💚💚


Hari ini acara aqiqah dua jagoannya, Tom tidak masuk kantor demi ada hajat di rumahnya.


Persiapan yang disiapkan keluarga kecil mereka sudah rampung, tinggal esok acaranya.


Rasa lelah, capek, dan kurang tidur hal yang biasa apalagi mempunyai seorang batita kecil berusia masih satu bulan.


Momen seperti ini tidak Tom sia-siakan, Tom selalu ada untuk istri, dan kedua jagoannya. Karena Tom tidak bisa melihat tumbuh kembang putrinya, dan merasakan terjaga malam waktu kelahiran putrinya Aira.


Walaupun pada akhirnya takdir mempertemukan mereka berdua, secuil ada rasa bersalah di lubuk hatinya terdalam kepada istri, dan putrinya.


Makanya Tom ingin menebusnya dengan menjadi seorang Ayah yang baik, tanggung jawab, dan memberikan kasih sayang yang berlimpah untuk putri semata wayangnya.


💚💚💚


Keesokan harinya, hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Kedua orang tuanya, dan mertuanya juga sudah datang ke rumahnya sejak semalam.

__ADS_1


Kedua keluarga besarnya menyambut aqiqah dua cucunya dengan sangat bahagia, karena ini merupakan cucu laki-laki pertamanya untuk kedua keluarga, meskipun usianya sudah tua tetapi jiwanya masih muda tidak mau kalah dengan lainnya.


Tamu undangan juga sudah berdatangan, sedangkan di dalam kamarnya Intan sedang mendandani kedua jagoannya yang di bantu dengan dua Oma kece, dan cantik.


Sesekali kedua jagoannya menangis, karena menjadi bahan rebutan dengan dua Oma-nya. Pasti selalu ada gerakan, suara meskipun kecil tetapi dua cucunya merasa sedikit terganggu karena acara nyamannya ada pengganggu dua Oma yang cantik.


Di bawah suasananya sudah sangat ramai, Yudha dan keluarga juga sudah datang. Yudha datang dengan istrinya saja, ke Lima Anak-anaknya sedang tidak mau ikut kemana-mana, katanya mereka sudah besar.


Akhirnya Yudha dan istri yang datang tanpa di dampingi Anak-anaknya, meskipun ada yang kurang Yudha menikmati kebersamaan dengan sang istri.


Sayang kalau dilewatkan


Tempat acara mulai ramai, sudah ada pembacaan ayat suci Al-Quran, dan pembacaan doa. Acara di pimpin oleh ustadz terkenal di pondok pesantren yang tidak jauh dari rumahnya.


Tom, Intan, dan Aira sangat khidmat mengikuti jalannya acara. Kedua jagoannya sangat anteng, sesekali ada rengekan kecil, setelah di tenangkan Mamanya keadaan kembali normal, dua jagoannya malah tertidur sangat pulas.


Kedua jagoannya di gendong Intan, Tom mulai pelan mencukur sedikit rambut putranya secara bergantian.


Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran, dan doa-doa. Dua jagoannya sudah mulai di masukkan dalam box bayi yang tidak jauh dari tempat duduknya Intan, dan keluarga. Bila menangis ada yang membantunya menenangkan jagoannya.


Kedua jagoannya sudah di letakkan ke dalam stolernya masing-masing, sudah di kasih empeng di keduanya. Nampak anteng dua jagoannya, meskipun kedua matanya cerah ceria tidak membuatnya keduanya menangis.


Selamat satu bulan sayang.


***Kakak berbaju warna merah


Adiknya berbaju warna biru


Keduanya sudah sepakat memberikan nama berinisial huruf K seperti kakaknya Aira, yang mempunyai nama Khairani Az-zahra Putri***.



Kakak bernama Kalandra Kalingga Manggala


Adik Kawindra Kalingga Manggala.


(*Autthor artinya nggak tahu, autthor suka aja dengan nama yang autthor tulis hehehe)


Setelah mengumumkan nama kedua jagoannya, Tom berulang-ulang tersenyum tipis seolah-olah ingin menyampaikan rasa kebahagiaannya dengan lahirnya anggota baru di keluarganya*.

__ADS_1


__ADS_2