Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 117


__ADS_3

Setelah kepulangan mereka berempat dari berziarah ke makam mendiang kedua orang tuanya Kania, dan Dara.


Kehidupan Kania kembali normal seperti biasanya, selayaknya seorang ibu, dan istri dari seorang Yudha Pradipta.


Selang dua hari kepulangan mereka dari rumah peninggalan orang tua Kania, dan melanjutkan untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya.


Tibalah Yudha mengajak Kania, dan Kenzi untuk kembali berziarah ke makam mendiang Nena istrinya, dan mommynya Kenzi.


Sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke pemakaman umum, Yudha mengajak Kania, dan Kenzi untuk mampir dulu ke rumah orang tuanya Mendiang Nena.


Sebelum berangkat mereka sarapan bersama dengan keluarga besar Pradipta, dan keluarga besar Kania.


Suasana di meja makan sangat ramai, yang biasanya hanya mereka berempat, sekarang kursi di meja makan nampak penuh.


Semua orang sudah menempatkan duduknya di kursi masing-masing, dan mengambil menu sesuai seleranya.


Giliran Kania mengambilkan untuk Kenzi, Yudha, dan Dara. mereka sarapan dengan hening tanpa satu kata yang keluar dari bibirnya.


Setelah mereka sarapan, Yudha, Kania, dan Kenzi berencana ke rumah kedua orang tuanya Nena terlebih dahulu, sebelum ziarah ke makam.


Satu jam perjalanan mereka tempuh, kini mereka telah sampai di rumah mertuanya Yudha, lebih tepatnya Kakek Neneknya Kenzi.


Tin....tin...


Yudha membunyikan klakson mobilnya, dan satpam rumahnya langsung membukakan pagarnya, dan mempersilahkan mobilnya masuk ke dalam rumahnya.


"Pagi Pak...." Sapa Yudha.


"Ehh, Den Yudha! Lama tidak kesini den!" Tutur Pak satpam.


"Iya Pak! banyak kesibukan akhir-akhir ini!" Jawab Yudha.


"Papa, mama! Ada Pak?" tanyanya Yudha sembari mengengam tangannya Kania, yang terasa lebih dingin.


"Tenang ada saya." bisik Yudha.


Kania mengangguk-anggukkan kepalanya, dan terpaksa tersenyum kaku. jujur saya sangat grogi, karena ini pertemuan pertama dengan kedua orang tuanya Mendiang Nena istri pertamanya Yudha.


"Silahkan masuk Pak! tuan, dan nyonya ada di dalam." Tutur Pak satpam yang membukakan pintu untuk tamunya.


"Accalamu'alaicum! Akek Enek." Seru Kenzi yang berjalan sedikit sempoyongan karena baru bangun dari tidurnya.


"Walaikumsalam! Cucu Nenek yang ganteng!" Tutur Neneknya yang mengangkat Kenzi, untuk didudukan di atas pangkuannya.


"Kenzi udah makan belum?" tanya Neneknya.

__ADS_1


"Udah Nek! ua kali." Seru Kenzi menghitung jari-jari tangannya.


"Makan ma apa?" tanya Neneknya.


"Yam goyeng Upin Ipin, Nek." seru Kenzi dengan sangat gembira, dan bersemangat.


"Nenek kangen banget dengan Kenzi." Seru Neneknya memeluk erat Kenzi, dan mengecupnya bertubi-tubi baik di pipinya yang bakpao, kedua matanya, dan keningnya.


Yudha, dan Kania mencium tangannya dengan takzim, dan Kania mengikuti Yudha yang berada di sampingnya.


"Silahkan duduk dulu." Tukas Mamanya.


"Makasih, Ma!" Jawab Yudha.


"Apa kabar, Ma?" tanya Yudha menatap wajah Mamanya, yang semakin tua malah semakin cantik.


"Papa mana, Ma?" tanyanya Yudha sedikit melirik ke sampingnya.


"Mama baik, tumben kesini nggak bilang Mama atau Papa dulu?" tanya Mamanya penuh selidik, dan melirik seorang wanita yang cantik yang duduk di sampingnya Yudha.


"Unda! Enzi aus ngin inum." Seru Kenzi memanggil bundanya.


Kania membuka bekalnya, dan memberikan Kenzi susu kotak kesukaannya "ini sayang." Ujar Kania.


"Kania Larissa, Ma!" Jawab Kania sedikit tersenyum untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Mama titip Yudha, dan Kenzi! Gantikan peran nya seperti mendiang Nena."


"Jadilah wanita yang bisa mendukung tugas suami, dan menjadi istri yang berbakti, dan ibu sambung untuk cucu kami!" Pesan Mamanya panjang lebar


"Pasti, Ma !" Tukas Laras dengan nada lembut, dan yakin.


Tak! Tak! tak!......


Suara langkah kaki terdengar sampai ruang tamu, "Apa kabar Yudha?" tanya papanya yang duduk di sebelah Mamanya.


"Baik Pak!"


"Sebelumnya Yudha minta maaf, karena datang secara tiba-tiba."


"Kedatangan saya kesini ingin meminta doa restu, untuk pernikahan Yudha yang kedua Pa, Ma!" yang akan di selenggarakan 5 hari dari sekarang."


Yudha berharap Papa, dan Mama sudi datang ke pernikahan kami yang akad nya di lakukan di rumahnya Yudha, dan resepsi di selenggarakan di hotel Pradipta pada malam harinya.


"Perkenalkan calon istrinya Yudha, namanya Kania Larissa! Pa, Ma!"

__ADS_1


Kania akan menjadi ibu sambung untuk Kenzi, dan menggantikan peran mendiang Nena selaku ibu kandung Kenzi.


"Jika kamu mencintainya, dan Kenzi juga Papa, dan mama merestui kalian berdua."


"Berbahagialah, Nak! jemput hari barumu dengan hidup yang baru bersama wanita pilihanmu." Tutur Papa nya menepuk pundaknya Yudha, dan memberikan lampu hijau.


"Ikhlaskan Nena! Nena juga sudah tenang di sana!" Kamu harus melanjutkan hidupmu, dan hidup Kenzi." Tutur Mamanya yang sudah berkaca-kaca.


Setelah mereka meminta restu kepada kedua orang tuanya, mendiang Nena. Mereka bertiga melanjutkan perjalanan ke pemakaman umum yang dekat dengan rumah orang tuanya.


"Yudha turun dari mobil untuk membeli bunga mawar putih kesukaannya, dan air mawar."


"Daddy! au keempat mommy ya!" tanya Kenzi yang menatap Daddy-nya menunggu jawabannya.


"Iya sayang."


"Kenzi mau bunga apa untuk mommy?" tanyanya Yudha, yang sedang membayar total semuanya.


"Enzi au uang ulip walna utih sepelti walnanya unya daddy." Seru Kenzi


Setelah selesai membeli bunga, dan air mawar yang dekat dengan pemakaman, mereka bertiga berjalan kaki menuju area dalam makam.


Mereka bertiga duduk berjongkok di pusaran makam, batu nisan bertuliskan Nena Wiratmaja.


Yudha mencuci nisannya, dan mereka menaburi bunga mawar putih, dan menyiramnya dengan air mawar.


"Apa kabar sayang." sapa Yudha dengan mengelus batu nisannya.


"Maaf ya! Kalau Mas jarang mengunjungi rumahmu! percayalah Kamu selalu di hatinya Mas, karena kamu selalu ada tempat sendiri untuk bersemayam di hati Mas!"


Mas minta doa restu untuk pernikahan Mas yang kedua, dengan wanita cantik pilihannya Mas, dan akan menjadi ibu sambung untuk anak kita Kenzi."


"Mbak Nena! Saya Kania, bila takdir mengijinkan kita untuk berjodoh, 5 hari lagi Kania akan menikah dengan daddy-nya Kenzi, yang merupakan suami Mbak."


"Ijinkan Kania menggantikan peran Mbak menjadi istri seorang Yudha Pradipta, dan ibu sambung Kenzi Pradipta."


Kania berusaha keras tidak untuk menangis, dan menguatkan hati karena menjadi yang kedua itu tidak mudah, apalagi cemburu sama yang sudah meninggal itu tidak mungkin.


"Enzi angat cayang mommy, tetapi Enzi halus ikhlas kalena mommy udah di sulga, Enzi ndak au cedih, Enzi ngin doain mommy bial bahagia sepelti Enzi ya mommy."


Selesai mengutarakan keluh kesah nya Kenzi meletakkan bunga tulip warna putih, di samping batu nisan bertuliskan nama Nena.


Setelah mengirimkan doa, mereka pergi meninggalkan area pemakaman, dan menuju ke rumahnya. Yang jaraknya satu jam perjalanan bila tidak macet.


Flashback Off

__ADS_1


__ADS_2