
Yudha duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi dengan acara berita kriminal yang terjadi sepekan ini. Terjadi penculikan anak dengan motif menyamar sebagai pengasuh anak dari agen biro jasa babysister X.
Bergidik ngeri membayangkan bila itu terjadi pada anaknya Kenzi. Pasti Yudha akan membunuh siapa saja yang berani menculik anaknya.
"Sudah lama, Nak?" Tanyanya nyonya Pradipta.
Tetapi tidak ada jawaban, Yudha masih asyik dengan dunia beritanya tanpa memperdulikan orang yang sedang memanggilnya.
"Yudha!" Teriaknya nyonya Pradipta.
"Ehhh, Maaf Ma!"Ujarnya Yudha dengan tangan membentuk huruf V sebagai tanda permintaan maaf.
Yudha langsung menyalami tangan Mamanya tidak lupa mencium pipi kanan, kiri, dan keningnya.
"Kenzi mana?" Tanyanya nyonya Pradipta mencari celingak-celinguk keberadaan cucunya.
"Tidur Ma!" Ujarnya Yudha merebahkan badannya di kursi, kaki Mamanya sebagai bantalnya.
"Kenapa kamu? nggak seperti biasanya?" Tanyanya nyonya Pradipta memicingkan matanya.
"Yudha kangen Mama saja." Ucap Yudha mendusel-dusel di perut Mamanya.
Terdengar bunyi dengkuran halus dari anaknya, nyonya Pradipta cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang masih saja seperti dulu tidak pernah berubah walaupun sudah punya buntut satu.
Mamanya mengelus rambutnya Yudha dengan lembut, menyanyikan lagu kesukaannya dulu, ketika Yudha kecil susah untuk tidur pasti Mamanya akan menyanyikan lagu kesukaannya sampai Yudha kecil tertidur.
__ADS_1
Mengingat itu nyonya Pradipta tersenyum geli. Yudha kecil dulu sangat manja dengan mamanya, tetapi sekarang Yudha sudah sangat berubah semenjak menikah dan punya anak.
Di tempat lain, di kamar atas
"Unda" Ucap Kenzi dengan mengucek-ngucek matanya, melihat ke atas celingak-celinguk mencari bundanya.
"Iya sayang! bunda di kamar mandi." Teriaknya Kania dari dalam.
Kenzi bangun dari tidurnya mendudukkan dirinya di atas tempat tidur, sambil melihat-lihat isi kamarnya yang berwarna serba hitam dan grey.
Ceklek....
Kania membuka pintu kamar mandi dengan handuk basah di kepalanya, Kania membersihkan badannya dengan menggunakan handuk Yudha yang tersedia di kamar mandi kamarnya.
"Uluuhh anak unda minta gendong ya!" Ucap Kania menciuminya bertubi-tubi di pipi dan perutnya.
Geyiiii unda.... geyi.......
Kenzi tertawa terbahak-bahak bundanya menciuminya bertubi-tubi membuat Kenzi tertawa sampai mengeluarkan air matanya.
"Daddy mana?" Tanyanya Kenzi menatap manik mata bundanya.
"Daddy di bawah!" Ujar Kania.
"Mau ketempat daddy, Nda?" Serunya Kenzi meminta kepada bundanya.
__ADS_1
Setelah selesai memandikan Kenzi dan minum susu, Kania mengendong Kenzi untuk turun ke bawah menemui daddy-nya Kenzi.
Tak...tak...takk...
Suara langkah kaki Kania menuruni anak tangga satu persatu dengan mengendong Kenzi.
"Enek Enzi," Serunya Kenzi menunjuk tangannya untuk memberi tahu Kania bahwa di bawah ada Neneknya.
"Enzi ulun unda," Bisik Kenzi ke bundanya.
Kania menurunkan Kenzi setelah sampai di tangga bawah, Kenzi berlarian ke tempat neneknya dengan tertawa cekikikan melihat daddy-nya tidur di pangkuan neneknya.
"Sayang! jangan lari-lari nanti jatuh." Teriak Kania.
"Ayo unda kejal Enzi," Serunya Kenzi membalikkan badannya ke bundanya dengan tertawa cekikikan.
Kania cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah Kenzi yang semakin aktif, keinginan tahunya sangat besar. Kania berjalan pelan di belakang takutnya Kenzi nya jatuh.
"Akekk, enekk..." Teriaknya Kenzi berlari ke ruang keluarga.
Enek.... Akek....
#kayaknya cerita autthor nggak nyambung terkadang autthor bingung sendiri
#Maaf kalau partnya sedikit☺sengaja author bikin yang pendek karena autthor pusing berlama-lama mengetik terkadang idenya tidak muncul.
__ADS_1