
...Selamat malam...
...Selamat akhir pekan...
...Jumpa lagi dengan autthor😁😁😁...
...Happy reading😍😍😍...
...Jangan lupa Rate-nya☺☺☺...
"Jagoan bunda tambah ganteng dan tampan mirip seperti daddy-nya." Ujar Kania Selesai memakaikan pakaian ke tubuh Kenzi. Kania berulang-ulang membalikkan badannya Kenzi ke kiri, kanan dan memutarnya.
"Sangat pas ditubuhnya Kenzi, makin hari bunda makin cinta seperti cinta pada pandangan pertama." Ujar Kania tersenyum lebar melihat anaknya, baju yang di pakainya Kenzi kelewatan cocok.
Kenzi mendengar bundanya mengaguminya dan mendengar kata ganteng dan tampan membuat Kenzi tersenyum sangat lebar memperlihatkan giginya yang putih bersih.
"Jagoan bunda tambah-tambah gantengnya pas tersenyum." Puji bundanya dengan menatap Kenzi yang tidak berkedip, meleleh seperti bongkahan air es.
"Maacih unda." Ujar Kenzi mengecup bibir bundanya secara singkat.
Kenzi tertawa kecil karena bundanya membalas mengecup bibir, pipi, dan keningnya.
Setelah selesai memandikan Kenzi, dan mendandaninya. Kania mengendong Kenzi dan membawanya ke ruang depan, tepatnya ruang keluarga yang biasanya dibuat untuk tempat bersantai atau sekedar nonton televisi.
Kania menghidupkan televisi dan remote AC di ruangannya, untuk di tonton Kenzi supaya lebih nyaman dan tenang sembari menunggu daddy-nya dan bundanya bersiap-siap terlebih dahulu.
"Sayang, bunda tinggal mandi dulu ya."Ujar Kania mengelus puncak kepala Kenzi.
"Kenzi jangan main ke tempat kabel itu, nanti kalau kesetrum ya sayang." Ujar Kania menasehati Kenzi dan menunjukkan tempat kabel berada.
"Iya-iya unda, Enzi ndak ana-ana uma duduk cini hiyat telivisi." Tunjuk Kenzi kearah telivisi dengan jari telunjuknya kepada bundanya.
Membuat Kania tersenyum bangga melihat Kenzi sangat pengertian dan tidak mengeluh yang macam-macam, dan sangat menurut kepada bundanya Kania.
"Bunda tinggal sayang." Ujar Kania meninggalkan ruang keluarga tanpa menoleh ke belakang, karena waktu tinggal satu jam untuk bersiap, belum juga mengurus Yudha yang sangat susah bila berurusan dengan kata mandi.
__ADS_1
Selesai mandi Yudha keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, dan berjalan ke ruang walk in closet. Yudha sedang memilih-milih baju mana yang akan di pakainya, tiba-tiba terdengar seseorang sedang membuka pintu kamarnya.
Brruuukkkk.....
"Sayang,......." Ujar Kania dibuat melongo sebelum melanjutkan kata-katanya, di depannya ada roti sobek yang menggodanya dan tidak memakai bajunya cuma handuk yang menutupi area terlarangnya.
"Sayang... Sayang... Sayang ." Ujar Yudha di depan wajahnya Kania, yang niat banget untuk menggoda Kania.
"Mengangumi hmmm..." Ujar Yudha dengan meliriknya dan menunggu responnya Kania akan seperti apa.
Ehm...
Deheman Yudha membuat Kania sadar telah mengangumi roti sobek didepannya, dengan wajahnya yang sudah ada semburat merah di pipinya.
Kania pergi begitu saja meninggalkan kamarnya Yudha, tanpa menjawab pertanyaannya seakan-akan Kania ingin ke planet Pluto saja.
Setelah sampai di kamarnya Kania menutup pintunya, dan berdiri di balik pintu sembari memegang pipinya dan meraba jantungnya yang berdegup kencang saat ini.
"Sadar Kania! jangan mengingat roti sobek sebentar lagi Dia jadi milikmu." guman Kania sembari tersenyum, mengketok-ketok kepalanya dengan tangannya supaya sadar dari pikiran kotornya.
Membuat Yudha tertawa geli sendiri di depan cermin, dengan gaya yang sok kegantengan seperti model terkenal papan atas. Yudha memutar tubuhnya dengan memperlihatkan otot-ototnya yang seperti aktris binaragawan Ade Rai.
Setelah selesai bercermin Yudha berjalan ke walk in closet, untuk memakai pakaian santainya saja, karena ingin kerja sambil liburan dengan keluarganya di pulau Kalimantan.
Ditempat yang berbeda Kania memasuki kamar mandinya dengan langkah gontai, seperti tidak semangat akibat kejadian tadi di kamarnya Yudha. Membuat pikiran kotornya Kania cepat sekali berjalan-jalan apabila berhubungan dengan roti sobek.
"Kalau saya tidak cepat mandi, yang ada pikiran kotor ku kemana-mana." guman Kania mengguyur tubuhnya dengan air hangat dari shower tanpa melepas bajunya terlebih dahulu.
Habis mandi Kania masuk ke walk in closet untuk berganti baju santainya, yang senada dengan warna bajunya Kenzi.
Kania duduk di depan cermin, untuk memoleskan bedal tipis-tipis di wajahnya dengan sedikit makeup, dan sedikit lipbalm supaya tidak pucat.
Kania mengucir rambut panjang dengan gaya ekor kuda, yang nampak begitu cantik, enak dipandang mata walaupun make-upnya tidak tebal, tetapi tidak mengurangi kecantikan Kania yang mirip seperti anak sekolah.
Di ruang keluarga nampak Kenzi yang sudah mulai bosan, karena terlalu lama menunggu Daddy-nya dan bundanya yang tengah bersiap-siap sebelum menuju ke Bandara Soekarno-Hatta.
__ADS_1
"Ishhh, Daddy dan unda ama." Gerutu Kenzi yang nampak celingak-celinguk menunggu Daddy dan bundanya.
Kenzi semakin cemberut dengan acara televisi yang tidak ada yang disukainya kecuali nonton kartun.
"Daddy, unda Enzi bocan!" Teriak Kenzi dari ruang keluarga yang berniat Kenzi turun dari Sofanya.
Ceklek.....
Terdengar pintu yang terbuka membuat yang didalamnya tersenyum gembira melompat-lompat di sofa.
Yeahhh Daddy, Unda datang....
"Yeahhh Enzi ada emen ndak epi agi." Seru Kenzi yang kelewat bahagia melihat Daddy-nya dan Bundanya bergandengan tangan untuk masuk ke ruang keluarga.
"Sayang, jangan lompa-lompat nanti jatuh." Ujar Kania yang merasa khawatir melihat aksinya Kenzi yang melompat dari sofa.
Kenzi langsung menubruk tubuh Daddy-nya d Bundanya, dan mengecup pipinya satu-satu dengan terkikik geli karena ada air liurnya di wajah bundanya.
"Kok wajahnya bundanya jadi basah, ayo siapa tadi yang mengecupnya?" tanyanya Kania sedikit menggoda Kenzi yang nampak sangat gembira melihat ada bekas cintanya di pipi bundanya.
"Unda tantik." Celetuk Kenzi memuji bundanya yang sangat malu anaknya sendiri memujinya dihadapan Daddy-nya.
"Kenzi juga ganteng banget, bikin bunda jatuh cinta." Ujar Kania menggoda Kenzi yang tersenyum merekah lagi-lagi Kenzi di puji bundanya.
"Cuma Kenzi nich yang dipuji, Daddy-nya nggak nich?" Tanyanya Yudha memainkan matanya dengan mengerlingkan dengan cantik sembari melirik Kania yang salah tingkah.
"Daddy mah jeyek ya unda, acih antengan Kenzi ya unda!" Ujar Kenzi dengan gaya sok kegantengannya dengan tangannya di letakkan di pinggangnya.
Kania mengangguk, setuju apa yang di ucapkan Kenzi. karena kegantengan Kenzi tidak ada duanya tetap jadi yang nomor satu di hatinya.
Merupakan prioritas Kania untuk saat ini, berkat Kenzi Kania di pertemukan dengan laki-laki yang baik dan bertanggung jawab seperti pak Yudha Pratama Pradipta.
"Semoga kamu jawaban dari doa seperti malamku." Guman Kania di dalam hatinya..
...Terimakasih teman-teman yang sudah kasih votenya☺☺☺...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk like, komentarnya, bantu votenya teman-teman🤗🤗🤗...