Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 83


__ADS_3

...Kasih semangat untuk autthor supaya semangat update terbaru terus☺☺☺...


Setelah menempuh perjalanan dari stasiun ke rumah pakde bude, rombongan Kania sudah memasuki gang perumahan di perumahan sentosa tempat tinggal pakde, bude.


Melihat cat rumah yang berwarna kehijauan, membuat binar bahagia Kania terlihat, padahal baru kemarin Kania berkunjung ke sini, masih saja Kania merindukan suasana di Semarang.


"Sayang, bangun yuk udah sampai?""Ucap Kania membangunkan Kenzi dengan mengusap-usap pipinya lembut supaya tidak kaget.


"Sayang." Ujar Kania membelai lembut rambutnya Kenzi, dan membelai nya pelan-pelan supaya cepat bangun.


Eughhh....


"Di ana ini unda? tanyanya Kenzi mengucek-ngucek matanya, dan mengintipnya sedikit untuk melihat berhenti di rumah yang berbeda dengan rumahnya.


"Unda, ini di ana? tanyanya Kenzi menggoyang-goyangkan lengan bundanya yang nampak melamun melihat rumahnya dari dalam mobil.


"Kenapa jantungku berdebar-debar seperti lari maraton saja." guman Kania memegang dadanya yang berdebar.


"Unda!" Tanyanya Kenzi sedikit merajuk karena bundanya tidak menjawab pertanyaan, dan di tanya cuma diam saja.


"Ehhh, kenapa sayang?" tanya balik Kania yang tidak memperhatikan Kenzi bicara apa, yang ada di pikiran Kania. "Bagaimana tanggapan keluarga tentang pak Yudha?" Ucap Kania dari dalam hatinya.


"Ishhh unda! di anyain dali tadi ndak dengel-dengel." Ujar Kenzi yang sudah memonyong-monyongkan bibirnya dengan lucu.


"Anak bunda bikin gemes, ihhhh gemesin." Ujar Kania menoel-noel hidung dan pipinya yang nampak menggembung.

__ADS_1


"Ihhhh unda, cukanya gini-giniin unya Enzi." Ujar Kenzi mempraktekkan cara bundanya menoel-noel hidung dan pipinya.


"Maafin bunda ya." Ujar Kania meminta maaf karena bikin Kenzi kesal tidak mendengar pertanyaan, dan menggoda Kenzi.


"Enzi aapin, tetapi unda halus ium Daddy ya ya ya" Ujar Kenzi yang sudah tersenyum menampilkan giginya yang putih bersih seperti senyum Pepsodent.


Kania dibuat melongo dengan permintaan Kenzi yang aneh-aneh, "Pakai cium segala entar dia kepedean." gumam Kania dalam hati.


Cup...


Kania mencium singkat pipinya Yudha, dengan sangat malu-maluin, "Harga diri Kania cewek kok nyosor duluan." Ucap Kania dari hati.


Yudha yang duduk disampingnya, melihat komunikasi Kania dan Kenzi ikut tersenyum bahagia, bisa membuat anaknya mempunyai sosok seorang ibu walaupun bukan ibu kandung, tetapi kasih sayang Kania melebihi ibu kandungnya.


Yudha masih saja fokus dengan gadget di tangannya, karena ada email penting yang masuk. Yudha harus profesional walaupun sedang mengambil cuti liburnya selama satu minggu.


"Bentar! ini lagi balas email yang masuk." Ujar Yudha tanpa menoleh ke Kania, masih asyik dengan gadget-nya sesekali senyum-senyum sendiri.


"Pakk ihh katanya cuti? Kenapa bapak masih saja sibuk dengan gadget-nya? niat nggak sih pak?" Tanyanya Kania sedikit kesal dengan sikap Yudha yang masih mengurusi pekerjaan, tanpa menghiraukan ucapannya.


"Katanya libur, tetapi masih sibuk sama gadget! sama saja bohong!" Guman Kania dengan mendengus sebal sikap Yudha yang tidak memperdulikan.


Akhirnya Yudha mengalah menutup gadget, dan menoleh ke arah Kania.


Cup...

__ADS_1


"Cantik kalau lagi ngambek, ini yang selalu bikin kangen, ingin bersamamu menjadi ibu dari anak-anak kita kelak."


Gombal...


"Benar sayang, serius, duarius malahan." Ujar Yudha membentuk huruf jari dua sebagai tanda suer tidak bohong.


Kenzi yang melihat orang dewasa yang saling berdebat, membuatnya tertawa cekikikan, menikmati hiburan gratis.


"Ayo turun! nggak enak lama-lama didalam mobil!" Ujar Kania mengalihkan pembicaraan supaya tidak memperkeruh suasana kegombalan Yudha.


"Bunda kalau lagi marah, kelihatan lebih cantik ya Ken?" tanyanya Yudha meminta pertolongan kepada anaknya supaya ada temannya.


"Iya daddy, unda antik." Seru Kenzi bertos ria dengan daddy-nya.


Kania yang melihat ayah dan anak kompak cuma menggelengkan kepalanya, dengan mengusap-usap rambut ayah dan anak bergantian.


Cup...


Yudha mencium tangannya Kania berkali-kali dengan sayang.


Cup...


Kenzi mencium pipi bundanya, selanjutnya mengecup kening bundanya.


Sudah-sudah kita turun dulu ya, keduanya mengangguk. Yudha yang mengendong Kenzi, Kania yang berjalan di sampingnya membawa tas kecil berisi dompet dan handphonenya.

__ADS_1


Like nya sedikit, autthor Up sedikit ya😁😁😁


...Like yang banyak biar autthor semangat Up setiap hari☺☺☺...


__ADS_2