Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 111


__ADS_3

...Hay..... autthor kembali Up......


^^^Maaf baru Up karena tadi ada kesibukan, jadi Up nya malam ya. ada yang masih nungguin cerita ini? kasih like, koment, dan votenya.^^^


Yudha menuruni tangga, karena hari ini pagi pertamanya Yudha untuk berangkat ke kantor, setelah kemarin tidak masuk kantor satu hari untuk mengantar keluarga Kania pulang ke Semarang memakai alat transportasi kereta api.


Pagi ini Yudha sangat bersemangat, karena pagi terbaiknya untuk memulai harapan yang baru, sebentar lagi akan memulai hidup yang baru dengan Kania, membangun rumah tangga yang baru dengan istri keduanya setelah istri pertamanya meninggal karena sakit.


"Daddy kok cenyum-cenyum sendili ya unda?" tanyanya Kenzi ke bundanya yang sedang duduk di sampingnya Kenzi.


"Iya-iya sayang, Daddy mungkin lagi memenangkan tender mungkin!" Ujar Kania.


"Tendel tu apa Unda?" Tanya Kenzi dengan wajahnya yang sangat polos.


Coba tanya Daddy, bunda juga tidak tahu! kan Daddy yang jadi CEO-nya. Bunda kan cuma bekerja sebagai karyawan biasa, tak sehebat daddy-nya Kenzi.


"Daddy tendel itu apa? unda Nda au." tanyanya Kenzi beralih ke daddy-nya yang sangat kepo dengan kata tender.


"Tender adalah meningkatkan omzet perusahaan!" Ujar Yudha mengelus pipinya Kenzi.


"Ooo mzet pelusahaan addy aik ya?" Ujar Kenzi.


"Iya sayang!"


"Yeahhh Enzi uangnya anyak! entel Enzi beyi ainan alau addy hajian yeeeehh." Seru Kenzi bersorak bahagia.

__ADS_1


Sekarang waktunya sarapan dulu, terus Daddy berangkat kerja, Kenzi berangkat ke sekolah di temani bunda.


"Ayo unda Enzi uda lapellll!"


"Iya-iya sayang! bunda ambilkan Daddy dulu ya, habis itu baru Kenzi."


"Mau makan dengan apa Mas?" tanyanya Kania yang sudah berdiri untuk mengambilkan nasi untuk Yudha.


"Pakai lauk apa Mas?" tanya Kania.


"Ayam chicken seperti punya Kenzi saja." Jawab Yudha singkat.


"Yeeeehh addy itut-itutan Enzi mam yam hicken."


"Biarin wlekk...


"Sudah-sudah kita makan dulu, kalau dingin nanti tidak enak, keburu siang nanti Daddy, dan Kenzi telat masuk kantor, dan masuk sekolah."


Mereka bertiga makan dalam keheningan, hanya suara dentingan sendok yang menemani mereka, sesekali Kenzi tertawa cekikikan melihat tingkah Daddy-nya yang minta di suapi makan bundanya.


"Addy anja sepelti Enzi." celetuk Kenzi.


"Apa kata bunda kali makan tidak boleh......"


"Bersuala unda......."

__ADS_1


"Jadi Kenzi harus......"


"Diam unda!"


Setelah sarapan bertiga, Kania tengah bersiap di kamarnya untuk mengantar Kenzi ke sekolah nya.


"Unda epetan! daddy-nya ungguin, Enzi akut telat ke cekolah." Teriak Kenzi nya dari meja makan.


"Iya sayang! bentar!"


"Epetan unda!"


Ceklek......


Pintu kamar Kania di buka dari dalam kamarnya, Kania mengintip lewat kepalanya yang di keluarkan sedikit, untuk melihat keadaan di luar, karena Kania sangat tidak pede jika harus berdandan mengunakan lipstik yang sedikit berwarna merah.


"Dorrrrrr.........


Teriak Yudha, dan Kenzi bersamaan untuk mengagetkan bundanya yang nampak malu-malu kucing, seperti orang yang ketahuan mencuri sesuatu.


"Unda tantik.."


"Bajunya bagus Enzi cuka."


"Setuju!! bunda sangat cantik! bajunya pas di tubuh nya!" Ujar Yudha mengacungkan dua jempol di tangannya.

__ADS_1


"Pipi Kania muncul semburat merah di pipinya, pipinya persis seperti kepiting rebus. Udah ah malu di puji terus-terusan entar saya tambah percaya diri ." candanya Kania


__ADS_2