
Akhirnya Ken tertidur dengan pulas, dot susunya sudah terlepas menyisakan tetesan air susu di bibir kecilnya, Guman Yudha sambil terkekeh memperhatikan cara tidur Anaknya yang lasak dan bibir kecilnya nampak mengedot susu. " Sweet dream Anak Daddy!" Yudha mencium keningnya dan menaikkan selimut. Yudha membaringkan badannya di sebelah Anaknya, memeluknya dari belakang Cup cup cup mencium ceruk leher Ken.
Pagi-pagi Ken terbangun langsung terisak-isak nggak berani membangunkan Daddy nya. Yudha tidurnya terusik mendengar Isak tangis Anak kecil sebelahnya, Yudha mulai membuka matanya melihat sampingannya dengan mata terpejam
"Kenapa Ken?" Membuat Ken takut malah semakin terisak.
"Ini bangun, Daddy ke kamar mandi dulu?" Ken jangan menangis ada Daddy ucap Yudha mengusap-usap rambut Ken.
__ADS_1
Selesai dari kamar mandi Yudha menghampiri Ken yang menunduk dengan tangan di lutut. "Kenapa Ken?" Daddy angan malah ucap Ken sedikit terisak-isak, Iya Daddy nggak marah sama Anak Daddy yang ganteng tapi berhenti dulu menangisnya. "Kenapa Anak Daddy yang tampan ini?" senyum lebarnya terbit di bibir mungil Ken, Ken itu akan merasa senang kalau ada yang bilang Ken tampan, catat ya Ken Tampan. Padahal Yudha tidak pernah memarahi Anaknya walau terkadang Ken berbuat ulah. Anaknya masih kecil untuk mengerti orang dewasa.
"Aaf Ken ompol Daddy!" bacah semua celana Ken dengan muka menunduk takut Daddy-nya malah-malah, Hahaaa tawa Yudha langsung pecah mendengar Anaknya yang takut padanya. Ken melihat Daddy-nya malah melongo "Kenapa Daddy teltawa?" ucap Ken dengan polos. Daddy nggak marah "kenapa Ken minta maaf?" kalna Ken ompol, Ken masih kecil, suka angis, Daddy bahagia punya Ken Anak Daddy yang tampan ini. lagi-lagi Ken langsung tersenyum lebar, Daddy-nya berkali-kali bilang tampan.
Sekarang Anak Daddy waktunya mandi, Yudha mengangkat Ken untuk di letakkan di pundaknya saatnya pesawat terbang menuju kamar mandi. Ken tertawa terbahak-bahak melupakan kesedihan dan rasa bersalah karena mengompol. Melihat Anaknya nggak murung lagi, bisa tertawa membuat Yudha bahagia batin Yudha.
"Ken mau ikut Daddy ke rumah Kakek dan nenek nggak?" yeahhh ke rumah akek dan enek. "Ikut Daddy!" Ken udah nggak sabal ingin epet-epet ketemu Ken udah Lindu. di usia 1.5 tahun Ken belum fasih mengucapkan huruf "R" dengan bicara yang cadel membuatnya menggemaskan.
__ADS_1
"Ental beli eskim ya Daddy?" Ken ingin eskim. "Ken mau es cream berapa?" Lima Daddy ucap Ken dengan semangat menunjukkan jarinya, itu bukan Lima tapi tiga Ken. Uppzz calah ya Daddy, Ken menundukkan kepalanya yang siap-siap untuk menangis. Cup jangan menangis entar beli es cream tiga buah Yudha menunjukkan jari tangannya untuk memberi contoh.
Les't go kita berangkat, "Ken mau duduk depan apa belakang?"
"Epan amping Daddy!"
"Pake seltbeat ya?" ucap Ken mengangguk-anggukkan kepalanya, pacangin Daddy Ken Ndak Ica, tangan Ken ecil. Yudha tersenyum melihat Anaknya yang hari ini kelihatan sangat tampan seperti copypaste dirinya waktu kecil.
__ADS_1
Vote dan koment guys, dukung cerita ku ya guys☺☺☺