Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 71


__ADS_3

Semarang, 29 Oktober 2020


Kania mempacking pakaian nya untuk di masukkan ke dalam koper, sore nanti penerbangan Kania di jadwalkan pukul 16.00 sore. Selesai packing Kania keluar dari kamar menghampiri saudaranya yang tengah berbincang-bincang di teras depan rumah.


"Nduk, pesawatnya jam berapa?" Tanya budenya.


"Jam 4 sore, bude!" Ujar Kania meletakkan pantatnya di sebelahnya budenya, dan menidurkan kepalanya di pangkuannya.


"Sering-sering main sini ya, nduk." Ujar budenya membelai rambut panjang Kania dengan lembut.


"Insyaallah bude! Kania, Dara akan sering-sering telepon bude dan pakde!" Ujar Kania mendusel-dusel di perut budenya sesekali menciuminya, bagi Kania budenya adalah ibu keduanya.


Di tengah obrolan tiba-tiba handphone Kania bergetar berkali-kali. Membuat suasana yang tadinya berisik jadi terdiam.


"Nduk, handphonemu berbunyi terus." Ujar budenya, angkat dulu siapa tahu penting.


"Iya bude!" Ujar Kania.


Kania merogoh sakunya untuk mengambil handphone-nya dengan matanya terpejam karena Kania sudah tertidur.


"Siapa siang bolong menelepon! ganggu saja!" Guman Kania yang memdumel karena waktu tidurnya terganggu.


Tertera nama "Pak Yudha calling" di layar handphonenya, buru-buru Kania menggeser icon warna hijau.


"Accalamu'alaicum unda." Ucap Kenzi di Jakarta yang sedang bermain dengan daddy-nya.


"Walaikumsalam sayang." Jawab Kania bangun dari pangkuan budenya, dan berjalan menjauh dari teras depan.


"Unda pulang kapan?" Tanyanya Kenzi yang sedang sibuk dengan mainnya, sesekali melihat wajah bundanya yang baru bangun tidur.


"Entar sore sayang! pesawat bunda jam 4 dari Semarang." Jawab Kania yang sedikit melirik Pak Yudha sedang menemani Kenzi bermain Lego.


"Unda ati-ati di halan." Ujar Kenzi yang bahagia karena bundanya pulang, tertawa menampilkan giginya yang putih.


"Iya sayang!" udah dulu ya teleponnya, bunda mau mandi dulu takut bunda ketinggalan pesawat!" Ujar Kania tersenyum manis kepada Kenzi.


"Dadada sayang, sampai jumpa di Jakarta." Ujar Kania melambaikan tangannya.


"Dadada unda, unda ati-ati di halan muachh!" Seru Kenzi mencium jauh bundanya.


Pukul 15.30 Kania tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, Kania menggeret kopernya untuk masuk ke Bandara di belakang nya ada pakde bude yang mengantarkannya.


Pakde, bude Kania pamit pulang, terima kasih sudah memberi tumpangan untuk tinggal selama Kania dan Dara di Semarang.


Sama-sama nduk, pakde bude sudah menganggap Kania dan Dara anak sendiri. Jangan sungkan kalau ada apa-apa kabari lewat telepon ke nomor ponsel pakde atau bude.

__ADS_1


Kania dan Dara mencium tangan pakde, bude dengan takzim, dan mencium pipi kanan kiri bergantian sebagai salam perpisahan.


Kania berjalan dengan tangan satunya menggeret kopernya, dan tangan satunya memegang tangan adiknya Dara.


Bandara sore ini sangat ramai orang berlalu lalang untuk pergi dan pulang menggunakan pesawat, karena waktu yang lebih cepat dan efisien.


Setelah bording, Kania dan Dara menunggu waktu keberangkatan di kursi tunggu.


"Kak, Dara takut!" bisiknya ke kakaknya.


"Kenapa?" ini pertama Dara naik pesawat!" Bisik Dara.


Kania sudah ingin menertawakan adiknya yang ketakutan naik pesawat, maklum Dara anak rumahan masih sekolah jadi belum pernah pergi jauh.


"Jangan takut! ada Kakak." bisiknya Kania mengengamgam tangan Dara untuk saling menguatkan.


Kania dan Dara sudah memasuki kabin pesawat sebentar lagi pesawatnya Take off, Dara sudah memejamkan matanya karena takut.


"Tenang ada Kakak." Ucap Kania memberikan kekuatan.


"Iya kak." Jawab Dara.


Di Jakarta


Belum Kania menyetop taksi yang lewat, sayup-sayup Kania mendengar seseorang memanggilnya.


"Unda Nia!" teriak Kenzi yang berlari menghampiri bundanya.


Kania menoleh ke asal suara yang memanggilnya, Kania membalikkan badannya untuk merentangkan kedua tangannya untuk memberikan pelukan hangat untuk Kenzi yang sudah sangat di rindukan satu minggu ini.


"Kejutan unda!" Seru Kenzi tertawa cekikikan melihat ekspresi bundanya.


"Biar saya saja membawa kopernya." Ujar Yudha yang memecahkan keheningan antara Kania, karena Yudha bingung mau menyapa duluan.


Yudha berjalan di depan di ikuti Kania yang mengendong Kenzi di belakang, dan tangannya memegang tangan adiknya.


"Kita mampir dulu untuk makan! Kenzi belum makan dari siang." Ujar Yudha to the point.


"Kenapa nggak makan?" tanyanya Kania.


"Enzi au akan di cuapi unda!" Ujar Kenzi yang tiba-tiba menciumi pipi bundanya.


"Angen unda!" Ujarnya Kenzi memeluk bundanya.


"Unda juga kangen Ken!" Jawab Kania mengecup pipinya.

__ADS_1


"Besok-besok harus makan ada bunda, dan tidaknya karena bunda tidak mau Kenzi sakit, nanti bunda sedih." Ujar Kania.


"Siap unda!" Ucap Kenzi dengan tangan memberi hormat seperti tentara.


"Anak bunda makin pintar!" Ujar Kania mengelus puncak rambutnya.


Tiba di tempat makan, Yudha memesan makanan untuk Kenzi karena anaknya suka sekali dengan ayam dan ikan yang penting masakannya tidak pedas.


"Auu ayam addy!" Seru Kenzi.


"Iya, sudah Daddy pesankan!" Ujar Yudha mengusap surai rambutnya Kenzi.


Melihat Kenzi yang lahap makan di suapi bundanya, membuat Yudha tersenyum tipis sangat tipis sekali.


"Makan yang banyak biar Kenzi cepat besar!" Seru Yudha mengusap pipinya yang penuh dengan makanan.


"Alau uda besal, Enzi au cekolah unda!" Seru Kenzi membayangkan di sekolah pasti banyak teman bermainnya.


"Iya bentar lagi sayang, Ken sudah 4 tahun, waktunya Ken sekolah." Ujar Kania.


"Horreeee! Enzi cekolah!" Seru Kenzi dengan bertepuk tangan.


Selesai makan, Yudha melanjutkan perjalanan ke rumahnya. di perjalanan terjadi keheningan cuma celotehan Kenzi yang memenuhi mobilnya. Dara sudah tertidur dengan bersandar ke pundak kakaknya.


Yudha mencuri-curi pandang dari spion mobilnya untuk melihat Kania yang sedang meladeni anaknya yang berbicara panjang kali lebar.


"Enzi au bobok dengan unda!" Ujar Kenzi memeluk ceruk leher Kania.


"Iya bobok dengan bunda." Ucap Kania lirih takutnya Dara terbangun mendengar suara keras Kania.


"Enzi antuk Nda." Bisik Kenzi tepat di telinganya Kania.


Sini bunda pok-pok, Kenzi tidur yang benar ya, Kenzi membetulkan posisi tidurnya biar nyaman.


"Unda pok-pok." Ucap Kenzi dengan matanya yang sayu, dan tangannya menunjukkan ke pantatnya.


Kania menepuk-nepuk pantatnya Kenzi sambil bernyanyi dan memejamkan matanya karena hari ini sangat lelah.


Kania langsung tersadar untuk membuka handphonenya untuk melihat siapa tahu pakde, budenya menelepon. ada beberapa pesan yang masuk, ada panggilan tak terjawab semua dari pakde budenya.


Kania mengetik pesan untuk memberikan kabar , kalau Kania sudah sampai Jakarta dengan selamat. Kania menekan tombol kirim, satu menit dapat balasan. Kania tersenyum memeluk handphonenya di dadanya.


Semua gerak-gerik Kania tak luput dari perhatian Yudha.


#Kasih like, koment, votenya dong biar autthor semangat untuk Up.

__ADS_1


__ADS_2