Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 177


__ADS_3

Kembali ke keluarga Yudha Pradipta, Kania Larissa, dan ketiga Anaknya Kakak Kenzi Pratama Pradipta, Kakak Kama Azzam Pradipta, dan si cantik Adik Kalila Azzura Pradipta.


Dua tahun kemudian....


Dulu batita kecil, hari sangat cepat berganti, bulan berganti bulan, hingga berganti tahun. Dulu si kecil yang sangat menggemaskan, sekarang tumbuh jadi tampan, dan cantik. Usia keduanya sudah tiga tahun, tetapi banyak huruf cadel yang belum fasih untuk keduanya ucapkan.


Kalila mencoba menggapai boneka yang berada di lemari khusus bonekanya, memang letak bonekanya agak tinggi, tidak sebanding dengan tubuh mungilnya.


"Ishh cucah! Adik ndak isa." gerutu'an Kalila. Berulang-ulang mengapai-gapai tangannya, tetap saja tidak sampai.


Kania yang melihat Kalila yang kesusahan mengambil bonekanya, tertawa cekikikan karena mendengar suara gerutu'an Kalila yang kesusahan, tetapi tidak mau minta bantuan orang lain.


"Unda kok ketawa? Ila cucah ambilnya! Unda ndak selu." Tutur Kalila dengan bibirnya yang sudah mengerucut seperti segitiga Piramida...


"Unda ketawain Ila ya."


"Nggak sayang! Bunda lagi ketawa menonton kartun NUSSA RARA." Sahutnya Kania beralibi untuk membuat Anaknya tersenyum ceria seperti tadi


"Kilain Unda ngetawin Ila yang ndak Ica ambil boneka."


"Nggak sayang! sini nonton NUSSA RARA aja sama Bunda."


Setelah menghampiri Bundanya, Kalila ikut menirukan suara RARA yang sedang bernyanyi Rukun Iman versinya Kalila, anak gadisnya Yudha Pradipta.


***Hai tawanku akan ku kabarkan


Tentang lukun imam


Enam lukun yang paling utama


Halus kita yakini


Satu, Imam tepada Allah


Dua, Imam tepada Malaikat


Tiga, Iman tepada Kitab Allah


Empat, Imam tepada hari Rasul


Lima, Imam tepada hari Akhir


Enam, Iman tepada Qodha dan Qodar***

__ADS_1


"Yeeeeaahh Ila hafal Unda." Seru Kalila bertepuk tangan riuh.


"Anak Bunda cantik dan pintar." Pujinya Kania mengecup rambutnya Kalila yang wangi sampho bayi.


Mendapatkan pujian dari Bundanya, membuat Kalila memainkan matanya, dan duduk kakinya seperti menirukan gaya Bundanya. Bener-bener gayanya Yudha versi perempuan, yang terlalu percaya diri persis Daddy-nya, tetapi kecantikannya perpaduan antara Yudha, dan Kania.


*****


"Unda hiks...! Unda...." Panggil Kama yang sedang bermain di taman belakang.


"Ada apa sayang?" tanyanya Kania. Kania menaikkan sedikit alisnya yang melihat Anaknya bentol-bentol merah di kaki, dan tangannya.


"Ini kena apa sayang?"


"Ndak au! gatal Unda hiks....!"


"Cup Cup jagoan Bunda yang tampan tidak boleh nangis! entar tampannya hilang di curi tikus." Seloroh Kania.


"Emang ikus Isa nyuli ampannya Ama, Unda?" Tanya Kama yang sudah tidak menangis lagi, tetapi sangat berharap mendapatkan jawaban Bundanya yang membikinnya puas.


"Bisa sayang kalau Kama nangis terus." Jawabnya Kania asal.


"Kama udah ndak angis agi, Unda." Tutur Kenzi yang tersenyum dengan giginya yang putih.


Kania mengendong Kama ke kamarnya, untuk sekalian memandikan, dan ganti pakaian karena bajunya sangat kotor tanah dimana-mana melekat pada bajunya.


***


Mendengar suara mobil Daddy-nya, keduanya berjingkrak-jingkrak senang, karena Kakak dan Daddy-nya pulang. Biasanya Daddy atau Kakak Kenzi membawakan mainan atau makanan kesukaannya.


Pukul 15.00 sore Yudha, dan Kenzi pulang dari kantor, dan Kenzi pulang dari sekolah. Mereka di jemput mang Udin, karena Yudha mengajak keluarganya untuk makan di luar. Hari ini bertepatan dengan ulang tahun kakak Kenzi ke-8 tahun.


Setelah semua bersiap-siap, Yudha mengandeng tangan istrinya, dan tangan Anak-anaknya yang saling bergandengan untuk keluar dari rumah untuk menuju restoran yang sudah Yudha booking dari kemarin.


Mereka berlima sudah tiba di restoran yang sudah di pesannya, Yudha memesan ruangan VVIP. Yudha ingin membuat ketiga Anak, dan istrinya nyaman.


"Selamat ulang tahun kakak Kenzi." Ucap Yudha Kania bareng.


"Celamat ulang ahun akak Enzi! Adik ayang ama akak." Ucap kedua Adik kembarnya yang sangat kompakkan memakai pakaian yang senada.


Berlima makan sangat khidmat, sesekali ada pertanyaan kedua Adik kembarnya, dan Celotehannya dengan akses cadel, membuat suasananya lebih hidup. Tidak lupa kekonyolan yang diciptakan Yudha, dan Kenzi yang membuat suasananya sangat meriah dengan Senda gurau.


Setelah makan malam diluar, Anak kembarnya mengatakan sudah mengantuk, dan ingin segera tidur di kasurnya. Teruntuk Kalila anak Daddy banget yang tidak mau lepas dari Daddy-nya.

__ADS_1


Perjalanannya sangat singkat, malam ini lalu lintas sangat lengang karena tidak bertepatan dengan malam minggu atau libur bersama. Kama, dan Kalila sudah tertidur di jok belakang yang bersender bahu kakaknya Kenzi.


Suara dengkuran halusnya menandakan keduanya sudah tertidur nyenyak, tidak lupa juga Kakak Kenzi yang sudah mulai menguap, dan menutup kedua matanya.


Kania yang melihat ke belakang, Membuat Kania terkekeh sendiri melihat Ketiga Anaknya yang tidur saling bersenderan. Yudha melirik dari spion mobilnya ikut tersenyum, memandangi ketiga Anaknya yang selalu rukun.


"Tidurlah yang nyenyak sayang! Jangan pikirkan hari esok, karena hari esok adalah masa depan yang kita tidak tahu skenario dari Allah."


Kania melewati masa-masa awal hidup susah, di tinggal kedua orang tuanya, hanya tinggal dengan Adiknya Dara yang sekarang sedang menempuh pendidikan di Harvard university.


Yudha pernah merasakan menikah, lalu istrinya meninggal saat putranya berusia dua bulan. Yudha pernah merasakan masa susah, masa dimana ditinggal istrinya untuk selamanya. Yudha harus hidup mandiri dengan putra semata wayangnya yang kini berusia 8 tahun.


Yudha memiliki banyak kekurangan, karena separuh jiwanya pergi bersama rindunya untuk mendiang mommynya Kenzi. Lalu Kania datang di waktu yang tepat, Kania datang sebagai pelengkap hidupnya sebagai tulang rusuknya yang hilang.


Keduanya memutuskan untuk menikah yang awalnya demi Kenzi, lama kelamaan cinta tumbuh karena terbiasa "Witing tresno jalaran soko kulino".


Memasuki usia pernikahan yang mau satu tahun, Kania dinyatakan hamil dan kabar bahagianya bertambah karena Kania mengandung baby twins.


Tiga tahun yang lalu Kania melahirkan perisai hatinya, buah cintanya dengan suaminya Yudha. Setelah kelahiran keduanya membuat rumah tangganya Yudha sangat Harmonis, dan berbahagia dengan kedua anak laki-laki, dan satu anak perempuan.


"Terimakasih sayang sudah mau menerima suamimu ini yang banyak kekurangan-nya, menjadi Ibu sambung untuk putraku Kenzi, dan telah melahirkan Anak-anakku Kama Kalila."


Banyak yang ingin saya ucapkan untuk istriku Kania, tetapi tidak cukup untuk saya tulis, karena banyak halangan rintangan telah kami lalui bersama baik suka dan duka.


Teruntuk ketiga Anakku, jadilah Anak yang berbakti kepada kedua orang tua, kepada Nusa dan bangsa, dan Agama.


"Tumbuhlah dengan sehat, Daddy dan Bunda sangat menyayangimu."


"Kelak kalian bertiga dewasa! lihatlah cerita Daddy yang Daddy tulis di Mangatoon atau Noveltoon yang berjudul "***Duda Keren Yang Tampan."


Sampai di ya! cerita Duda Keren Yang Tampan. Ingin sekali autthor melanjutkan sesion kedua antara Tom dan Intan, tetapi banyak cerita yang autthor tulis belum pada tamat, autthor memutuskan cerita yang terbekalai dulu, baru melanjutkan sesion kedua.


Terimakasih untuk like, komentar, dan votenya.


Terimakasih untuk kritik dan sarannya.


"Maaf kalau banyak kekurangan atau kesalahan dalam penulisan.


Happy New Years 2021.


Semoga covid-19 cepat berlalu, tahun 2021 bisa hidup normal kembali seperti sediakala Aamiin.


Jangan lupa mampir ke novelku

__ADS_1


Atasan Kakakku Calon Suamiku


Terimalah Stasusku Apa Adanya


__ADS_2