Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 Part EnamPuluh Tujuh


__ADS_3

Beberapa bulan setelahnya.......


Mereka berdua sudah di airport Bandara internasional Soekarno-Hatta, Yudha sedang di undang perusahaan asing untuk mengadakan pertemuan di Bali.


Tidak mau membuang kesempatan, akhirnya Yudha mengajak sang istri untuk menemani perjalanan bisnis ke Bali, hitung-hitung melakukan bulan madu yang sekian kali yang pernah tertunda.


Keduanya sudah berada di kabin pesawat, sudah mengudara meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta menuju pulau Bali, pulau yang mempunyai sejuta keindahan.


Mereka sudah tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar, keduanya langsung ke hotel untuk beristirahat sebelum esok harinya Yudha bekerja, membahas masalah bisnis perusahaannya yang tengah berkembang di mancanegara.


Yudha dan Kania sedang berlibur ke pulau Bali, mereka menghabiskan waktunya hanya berdua, sedang ke Lima putra-putrinya sudah di titipkan ke rumah Opa Oma-nya. Hitung-hitung bekerja sembari liburan, sengaja Yudha mengajak sang istri karena keduanya jarang bisa manfaatkan waktu yang ada, setiap kali di rumah mereka berduaan selalu terganggu dengan Anak-anaknya.


Untuk duo kembar paling nggak bisa jauh dari Bundanya, dengan bujukan es krim, dan bermain Timezone di Mall. Akhirnya duo kembar memberikan ijin Bundanya ke Bali, menemani Daddy-nya bekerja.


Yudha menikmati momen kebersamaan, setiap ada kesempatan Yudha selalu membuat istrinya terbang ke awang-awang.


Saling berpelukan diatas tempat tidur seperti ini, berduaan ini membuatnya sangat merindukan sebuah arti kebersamaan yang sudah membumbung tinggi.


Cintanya dengan sang istri, membuatnya seorang CEO Pradipta Group bertekuk lutut di hadapan sang istri. Bukan suami takut istri, karena saking sayangnya dengan sang istri, Yudha rela menyerahkan harta dan jiwanya untuk selalu mencintai istrinya sampai jantung ini berhenti berdetak.


💚💚💚


Kania tidak bisa menolak pesona suaminya, lagi dan lagi mereka melakukan olahraga yang menguras energi, tenaga, dan keringat. Meskipun usianya tidak muda lagi, bukan berarti Kania tidak cantik lagi, tetapi semakin tua malah semakin cantik.


Mendapatkan pujian dari suaminya, Kania tidak henti-hentinya menebar senyumnya, mengecup pipi sang suami dengan limpahan kasih sayang..

__ADS_1


Seorang suami yang sudah memberikan anugerah terindah pelengkap rumah tangganya, ke lima putra-putrinya yang sangat cantik, dan tampan adalah harga yang tidak bisa di beli dengan uang.


Dertttt.....deeerrrttttt....


Ponsel di atas nakas bergetar, kedua insan yang sedang di mabuk cinta sedikit terusik, ponsel yang bergetar berulang-ulang menandakan ada pesan, atau telepon yang masuk.


Awalnya keduanya mengabaikan ponselnya, setelah mendengar suara ponsel yang tidak berhenti-henti. Akhirnya Kania mengalah, melepas pelukan dari dada bidang suaminya, seperti ada yang hilang tetapi harus Kania lepaskan demi mengulurkan tangannya untuk mengambil ponsel diatas nakasnya.


Setelah melihat layar ponselnya, Kania melepaskan pelukan hangat suaminya. Mulai menegakkan badannya, dan mengambil posisi senyaman mungkin untuk tidak di curagai Anak-anaknya bahwa dirinya, dan Daddy-nya baru saja selesai olahraga.


"*Assalamu'alaikum Bunda, kapan Bunda pulang? Daddy mana Bunda? Bunda lag**i **ngapain?" Tutur Kaffa yang memberondong berbagai pertanyaan ke Bundanya, sedang Kaynuna yang berada di sampingnya ikut terkikik geli mendengar kakaknya berbicara seperti tidak ada titik, dan koma.


"Walaikumsalam kak, tanyanya satu-satu dong kak, masa iya pertanyaan satu RT kakak hafal dan lancar..." Sahutnya Kania sedikit menahan tawanya, Kania ingin menertawakan duo kembar, tetapi takut dosa ujung-ujungnya duo kembar menangis.


"Hihihihihi Bunda bica aja bilang begitu ke Kakak, kan kakak jadi malu..." Ucapnya Kaffa yang sedikit masih malu-malu, ini pengalaman pertamanya berada jauh dari Bundanya***.


Kania sudah menguap, tetapi panggilan telepon belum terputus, dan duo kembar masih cerah secerah matahari membicarakan kegiatannya yang berada di rumahnya.


Sesekali menanggapi dengan senyum, dan mengacungkan jari jempolnya untuk memuji Kaffa bak pinang dibelah dua dengan sang Daddy. Senyumnya, wajahnya, gayanya persis duplikat Daddy-nya, Kania mah cuma kebagian bola matanya.


💚💚💚


Mereka menikmatinya dengan wajahnya yang berseri-seri, keduanya nampak bergandengan tangan untuk menuju ke pulau Sanur, pulau terkenal di Bali. Keduanya sedang menikmati matahari tenggelam, duduk berdua di tepi pantai sembari menggenang kebersamaan mereka dulu waktu pertama kali mengunjungi pulau Bali.


Banyak pasang mata yang mengira bahwa dua sejoli bak pengantin baru, yang sedang pergi untuk bulan madu, tetapi praduga_nya salah. Mereka berdua sudah memilik lima orang putra-putri, tetapi dari segi penampilan, wajahnya, dan semuanya yang ada pada dirinya seperti masih muda layaknya pengantin baru yang sedang pergi bulan madu.

__ADS_1


Tulang rusuk tidak akan tertukar pada pemiliknya, seperti halnya jodoh tidak akan lari kemana, meskipun jarak berkilo-kilo meter pasti akan bertemu jua.


💚💚💚


Keluarga kecil Tom dan Intan tengah berbahagia, duo bocilnya sudah bisa berjalan dengan lancar. Mereka sekeluarga sedang menghabiskan liburan di puncak, tidak lupa juga Tom membawa Mbak yang bekerja di rumahnya untuk membantu mengawasi duo bocil yang sedang aktif-aktifnya.


Aira tumbuh jadi gadis kecil yang cantik, parasnya duplikat Papa Tom versi perempuan. Semakin hari Semakin dewasa dengan bertambahnya anggota baru di keluarganya, semenjak ada Adik-adiknya Aira menunjukkan sikap dewasanya. Walaupun terkadang masih manja dengan Papa, dan Mamanya, itu tak mengapa asalkan manja masih dalam batas normal.


Senyum dua batita kecil yang sedang bermain bola, membawa warna tersendiri bagi keluarganya Tom dan Intan.


Setiap hari selalu ada warna baru yang di ciptakan batita kecil, yang membuat seisi rumah maupun villa ikut tertawa bahagia.


Dulu warnanya cuma ada warna jingga, tetapi sekarang sudah berbeda banyak ad warna-warni baru yang tumbuh layaknya pelangi di sekitarnya, yang membawa pada kebahagiaan, tertawa, dan senyum yang merekah setiap saatnya.


"***Mas...." Sapa Kania yang sedang memeluk suaminya. mereka berdua sedang berada di tempat tidur kamarnya.


"'Ada apa Yank?" tanya Tom mengusap lembut rambut sang istri, sesekali mengecup puncak kepala Intan, menghirup wangi aroma shampoo di rambutnya.


"Aku bahagia Mas." Ucap Intan mengeratkan pelukannya.


"Bahagia untuk apa?" tanya Tom menaikkan turunkan alisnya.


"Bahagia Mas jadi Suamiku, Papa dari Anak-anak kita yang cantik, dan tampan." Tutur Intan yang manja.


"Sama mas juga bahagia, kamu menjadi istrinya Mas, Mama dari Anak-anak kita." Sahutnya Tom tidak kalah manjanya***.

__ADS_1


Mereka berdua larut dalam euforia kebahagiaan, melupakan sejenak masalah pekerjaan, dan mengasuh anak-anak. Mereka hanya ingin menikmati waktu yang ada untuk kebersamaan keduanya, semenjak mempunyai duo bocil waktunya tersita untuk Anak-anak, sedang keduanya sedang aktif-aktifnya.


Cinta sejati tidak akan lekang dimakan oleh waktu, seperti halnya jodoh itu tidak akan kemana-mana, meskipun jarak yang jauh pasti Bertemu jua.


__ADS_2