Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bonus ekstra part


__ADS_3

Flasblack Off


Beberapa hari ini Intan sedang tidak enak badan, nafsu makan menurun, pengennya makan yang asam-asam.


Membayangkan makanan asam-asam, membuatnya air liurnya sudah menetes, kayaknya enak makan rujak di siang hari yang mangkal dekat di lampu merah.


Pagi harinya setelah bangun tidur, Intan membawa testpack. Intan sangat penasaran dengan perubahan bentuk tubuhnya, dan nafsu makan juga seperti orang hamil.


Keluar dari kamar mandi, sedikit dag dig dug menunggu hasilnya. Rasanya seperti nano-nono antara ingin melihatnya, atau takut kecewa bila hasilnya tidak sesuai harapannya.


Satu detik, dua detik dengan sabar diatas rata-rata, Intan memberanikan dirinya untuk melihat hasilnya, awalnya takut mengecewakan, tetapi melihat ada garis dua, membuatnya mengucapkan kata syukur berlipat-lipat ganda. .


Malam harinya sang suami sudah selesai mandi, mereka berdua sedang rebahan diaras tempat tidur.


"Selamat ulang tahun pernikahan, sayang..." Ucap Intan yang sudah menyusul suaminya diatas tempat tidur.


"Ini apa sayang?" tanya Tom yang sudah sangat penasaran, dahinya juga mengernyit menunggu jawaban sang istri.


"Buka saja, mas pasti suka!" Tutur Intan tersenyum tipis.


"Mas buka ya!"

__ADS_1


"Intan mengangguk kepalanya, sembari susut bibirnya tertarik keatas."


"Ini beneran sayang."


"Iya mas."


Tom langsung menghambur ke pelukan sang istri, tangis bahagia tercurahkan semuanya di hadapan sang istri.


"Terimakasih sayang."


"Sama-sama mas."


Ulang tahun pernikahan yang di tunggu sepasang suami istri, mendapatkan hadiah terindah di malam bahagianya. Mendengar kabar sang istri hamil, membuat Tom tersenyum-senyum sendiri.


Tidak sia-sia dirinya setiap malam menggarap sawah, bercocok tanam di sawah sang istri membuahkan hasil yang maksimal. Kini istrinya tengah mengandung, meskipun masih dalam hitungan minggu tetapi rasa bahagianya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Flasblack Off


Bila mengingat kembali pas waktu di dinyatakan hamil anak keempat, sepasang suami istri tersenyum tipis, membayangkan saja sudah membuatnya bahagia.


Kakak Aira, dan adik kembarnya juga turut bahagia karena akan ada anggota baru di keluarganya.

__ADS_1


💚💚💚


Yudha sedang di sibukkan dengan berbagai berkas berserakan di atas meja, pekerjaan yang padat membuatnya susah untuk membagi waktu dengan keluarga.


Tidak jarang dua bontotnya suka komplain, mungkin mereka ingin bermain dengan Daddy-nya, tetapi waktu yang membuatnya sedikit sibuk dengan kesibukan di kantor.


Malam ini Yudha pulang larut malam, seperti hari-hari biasanya, setiap pulang malam anak-anak sudah tidur, dan Yudha juga sudah lelah dengan pekerjaannya.


"Baru pulang mas?" tanya Kania mengambil tas kerja di tangan suaminya, lalu mengecup punggung tangan suaminya.


"Iya Bun, Bunda belum tidur?" Yudha menundukkan pantatnya di atas tempat tidur. tangannya mulai menggulung lengan panjang kemeja kerjanya.


"Nunggu Daddy-nya pulang, mas." jawabnya Kania.


Setelah membersihkan tubuhnya, Yudha menyusul sang istri diatas tempat tidur, kepala sang istri sudah di sandarkan pada dadanya, tangannya Yudha terus saja mengelus rambut sang istri.


Tidak ada obrolan yang berarti, hanya obrolan ringan yang mereka bahas. Lama-kelamaan mereka sudah tertidur lelap, tidurpun mereka saling berpelukan untuk memberikan kehangatan.


⭐Kemesraan ini janganlah cepat berlalu⭐


⭐Cinta sejati, cinta yang mau menerima segala Kekurangan pasangan baik buruk, atau jeleknya, saling mengingatkan bila diantara keduanya ada sedikit kesalahan bukan untuk saling saling menyalahkan⭐

__ADS_1


__ADS_2