Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
The end


__ADS_3

Pertemuan pertama dengan onty Ara membuat keponakannya tidak mau lepas dari genggaman tangan onty nya. Mereka selalu mengekori onty Ara kemana pun onty Ara pergi, seperti sore ini baru saja selesai bermain di taman belakang. Ara harus di sibukkan dengan keponakannya, minta ini itu sungguh sangat manja dengan Ara.


"Nuna mau di mandiin onty." ucap si bungsu yang akrab disapa Nuna.


Balita ini wajahnya duplikat daddy Yudha banget, cantiknya duplikat Bunda Kania.


"Sama Bunda ya, onty kan masih capek, onty harus istirahat dulu!" Kania mencoba untuk menjelaskan, berharap putri bungsunya mau mengerti tentang penjelasan nya.


"Ndak mau sama Bunda, maunya sama onty Ala.." Nuna masih kekeh pada pendiriannya, dan tidak bisa di ganggu gugat...


"Hiksss mau sama onty Ala..." Nuna sudah mengeluarkan air mata nya, tangisnya pun sangat lirih.


Kania kelabakan mendengar suara tangis putrinya, walaupun manja Nuna jarang sekali menangis kecuali di gangguin kakak-kakaknya atau Daddy nya.


"Cup.... sayang...." Kania mengecup pipi yang memerah akibat tangisnya.


"Jangan nangis, nanti Bunda sedih.."


"Tenapa Bu...nda se..dih? Nuna ndak na..kal, hanya mau mandi sama on..ty Ala, apa ndak ***..eh ya ??" Ucap Nuna dengan sedikit menyisakan Isak tangis nya, meskipun tangisnya sudah berhenti.


"Boleh sayang..."


Kania memeluk putrinya, kedua matanya sudah berkaca-kaca mendengar suara Nuna membuatnya sakit hati dengan permintaan putri kecilnya.


Kecil tetapi menyentuh kalbu nya.


Tok .... Tok.... Tok...


"Masuk, tidak di kunci...."


Kleekk.....


"Kenapa Kak?"


Ara mengajukan pertanyaan ke kakaknya, mendengar suara tangis seseorang membuat dirinya penasaran ingin menanyakan, siapa tahu bisa membantunya.


"Ini lho Nuna minta di mandiin sama kamu, dik..." jawabnya Kania sebenarnya.


"Owhhh!"


"Kenapa keponakan onty pakai nangis? entar cantiknya hilang lho buat onty semua, Nuna mau ndak?"


Ara mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi badan keponakannya, meskipun gemas sendiri dengan pipi merah seperti tomat. Ara menahan nya untuk tidak mencubitnya, walaupun ingin.....


"Nuna menggeleng" ndak mau cantik kan Nuna, onty dan Bunda..."


Nuna menghitung jarinya, menunjukkan angka tiga orang yang di anggap nya cantik.


Tidak termasuk kakaknya Kalila seperti...


"Wkwkwk...."


Tawa renyah kebahagiaan perempuan cantik, kecantikannya tidak ada duanya. Mereka menertawakan aksi keponakannya yang sangat menggemaskan dengan pipi chuby, jawaban nya sangat jujur.


*************


Mereka sudah berada di meja makan, Nuna duduk di dekat onty nya. Makan pun Nuna hanya mau di suapin onty nya, semua orang dewasa yang berada di dalam satu meja makan hanya bisa tersenyum tipis menyaksikan keponakan dan onty Ara seperti perangko yang tidak bisa terpisahkan.


"Cieee... yang di mandiin onty nya lengket terus...."

__ADS_1


Kaffa menggoda sang adik, semenjak kedatangan onty nya kembaran nya sangat begitu manja.


Sampai dirinya pun di cuekin, bener-bener kembaran yang melupakan kembarannya sendiri demi onty cantiknya.


"Bialin ..... wlekkkk...."


Nuna menjulurkan lidahnya untuk membalas godaan kembaran nya.


"Abang Affa ili sama Nuna, iya kan onty?"


Nuna mendongakkan keatas untuk melihat jawaban onty nya.


Meminta persetujuan, berharap onty nya berpihak pada dirinya.


"Iya sayang..."


"Horee Nuna menang." seru Nuna kegirangan melihat onty nya berpihak pada dirinya, Nuna pun berada diatas angin dari kembarnya.


Di meja makan pun terjadi keseruan, akibat ulah twins nya yang tidak bisa diam, tidak mau mengalah satu dengan yang lainnya.


Di situlah terjadi canda tawa yang tidak pernah lepas dari keluarga besar Pradipta, berkat kedatanga Dara Larissa rumahnya semakin ramai penuh dengan kebahagiaan.


*********


Satu minggu berada di Indonesia, membuat Ara cepat sekali beradaptasi dengan lingkungan yang baru.


Lingkungan yang dulu pernah di tinggalkan demi mengejar cita-cita nya, masa depannya dan kemapanan nantinya...


Seperti halnya kemarin, Nuna yang tidak pernah bisa lepas dari onty nya masih saja berlanjut sampai sekarang.


Terkadang Ara pun tidak bisa bergerak bebas, karena ada makhluk kecil yang tidak bisa lepas dari dirinya.


Tekad bulat yang di miliki Ara membawa pada keberuntungannya. Belum ada satu minggu Ara manaruh lamaran, selang tiga hari Ara sudah di panggil untuk memenuhi jabatan yang kosong. Kebutuhan yang mendesak membuatnya mudah sekali di terima, lulusan juga menjadi nilai tersendiri untuknya.


"Alhamdullilah"


Satu minggu, bulan Ara lewati dengan perasaan bahagia. Bahagia karena bisa mandiri, meskipun tinggal di apartemen kecil tidak membuatnya merasa malu, atau gengsi.


Ara bersyukur di berikan rezeki, bekerja dan mendapatkan tempat tinggal yang layak untuk Ara berteduh di Kala Hujan.


Panas di Kala terik matahari menyengat kulitnya.


********


Weekand ini Ara habiskan dengan membersihkan apartemen nya. Rencananya agak siang nanti, Ara ingin berkunjung ke rumah Kaka nya Kania.


Semenjak dirinya bekerja waktu untuk bertemu pun sudah sangat jarang, Ara mempunyai mesin sendiri, sedang kakaknya pun sama sibuk mengurus keponakannya dan suaminya.....


Ara sudah berpakaian rapi, tas selempang kecil sudah di pakai nya. Meskipun sangat kecil tetapi mempunyai arti tersendiri bagi Ara, bukan harganya yang mahal, atau limited edition hanya saja pemberian seorang sahabat yang tinggal nan jauh di sana.


Perjalanan menuju rumah sang kakak sangat dekat, hanya beberapa menit saja pun Ara sudah sampai, meskipun sedikit panas tak masalah asalkan bisa secepatnya bisa ketemu keponakannya yang sudah membuatnya rindu-serindu-rindunya.


Ting Ting Tong.....


"Ehhh non Ara, masuk non!"


"Makasih bi."


Ara sudah duduk di sofa ruang tamu, sesekali memainkan ponselnya untuk mengusir kejenuhan karena yang punya rumah sedang berada di dalam kamar utama.

__ADS_1


Tidak mau berfikir yang macam-macam, tetapi ada tahu di dalam kamar berdua, pasti sedang membuat adonan roti.


"Onty....." teriak keponakannya.


Mendengar suara keponakannya, Ara kembali ke posisi semula. Lamunan nya yang melalang buana, tiba-tiba ambyar mendengar suara keponakannya yang sudah sang Ara rindukan.... ..


"Hi sayang..."


"Onty kenapa lama main ke sini?"


"Sibuk ya sekarang."


"Maafkan onty ya, onty kan sudah bekerja jadi onty sekarang sedikit sibuk, tetapi kalian jangan khawatir onty akan sering-sering mau ke sini bila weekand kog..."


Ara berucap dan memberi penjelasan, pengertian dengan menarik sudut bibirnya yang melengkung sangat manis.


"Iya onty...."


Mereka berpelukan bersama menyalurkan kerinduan yang sekian hari tidak bertemu. Bukan tidak sayang atau tidak rindu, hanya saja Ara punya kesibukan. Keponakan pun juga punya kesibukan untuk menuntut ilmu di bangku sekolah.


"Kebahagiaan ini jangan cepat berlalu"


Sampai disini cerita othor, sampai jumpa di cerita othor lainnya.


Jangan lupa mampir ya ke lapak othor...


Terimakasih readers, kalian the best.


I Love You readers.


Cerita ini tidak othor lanjut lagi ke next berikutnya, ad cerita baru yang berhubungan dengan Dara Larissa dan Reksa Bhakti.


Takdir Cinta ini adalah sequel dari DUDA KEREN YANG TAMPAN.



Pasti tahu dong, putra pertama Yudha Pradipta?


Ini menceritakan tentang putra-putrinya Yudha dan Kania yang mulai tumbuh dewasa.


Nanti ada Putra-putri nya Tommy dan Intan. Mereka juga sudah tumbuh dewasa, seperti halnya putra-putrinya Yudha dan Kania.


Akankah keluarga Yudha dan Tommy bisa jadi besan? apakah diantara putra-putrinya ada yang berjodoh ?


Temukan jawabannya di Takdir Cinta.


Ramaikan ya...


********


Suamiku Atasan Kakakku, ada pemeran Dara Larissa dan Reksa Bhakti. Meskipun keduanya hanya sebagai intermezo saja, sebagai Pemain pendukungnya othor ambil dari cerita Duda Keren Yang Tampan ya untuk pemeran Dara Larissa ya.


Jangan lupa mampir ya .


Ramaikan juga ya...


Biar othor semangat


__ADS_1


__ADS_2