
Besok hari 4 bulanan kehamilan istrinya, rencananya akan diadakan pengajian, dan kajian. Keluarga Pradipta mendatangkan ustadz terkenal di tanah air, untuk ikut mendoakan kehamilan menantunya.
Katanya di usia ke-empat bulan roh pertama kali di turunkan kepada Debay, Keluarga berinisiatif untuk mengadakan kajian juga, berharap banyak yang mendoakan cucu-cucunya biar sehat, kuat di rahim Bundanya.
Rencananya keluarga di Semarang akan tiba hari ini juga, tepatnya sore hari mengunakan transportasi kereta api. Mungkin keluarga Kania trauma dengan peristiwa kecelakaan pesawat Tempo hari yang lalu sebelum Kania menikah.
"Unda, lumahnya kok lame anyak olang?" tanya Kenzi barusan saja pulang dari sekolah, dan masih mengendong tasnya.
"Besok ada acara pengajian, dan kajian buat debay di perut Bunda biar sehat, biar bs nemenin kakak Kenzi bermain." Tutur Kania yang mulai melepaskan seragam sekolah Anaknya.
"Telus-telus Adik-adiknya akak Enzi lahilnya kapan, Unda?" tanya Kenzi yang mulai mengelus-elus perut Bundanya.
"Masih 5 bulan lagi sayang." Jawab Bundanya.
"Lima itu segini ya, Unda." Tutur Kenzi yang memperlihatkan tangannya, dan mulai menghitungnya satu-satu.
"Iya sayang! jagoannya Bunda dan Daddy."
Selesai mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian biasa, Kania mengajak Anaknya turun ke bawah menunggu Kakek Neneknya, dan auntynya yang mau datang dari Semarang.
"Kakak Kenzi makan dulu ya, Bunda suapin apa makan sendiri?" tanya Bundanya.
"Mam ma apa, unda?" tanya balik Kenzi.
"Ayam goreng dan sayur bening, Mau ya?" tanya Bundanya.
"Iya Unda, etepi uapin ya ya ya." Tutur Kenzi yang tertawa ingin mengoda Bundanya dengan naik turun alisnya.
Sekarang kok jagoan Bunda tambah pintar, pintar memainkan matanya yang ngajarin siapa sayang?
"Unda akak Enzi!' Celetuk Kenzi.
"Kapan?" tanya Bundanya.
__ADS_1
"Balusan itu lho!" Tutur Kenzi dengan bibirnya yang manyun.
Cup... Cup... Cup...
"Ini untuk jagoan Bunda yang tambah pintar, tambah gemuk, tambah besar, tambah apa lagi ya? yang sebentar lagi akan jadi kakak!"
"Ishhh Unda mah itu! ngilangin akak Enzi itu ukan emuk, etapi akak Enzi itu belisi kalna ayam goyeng, Unda." Tutur Kenzi yang mulai mencebikkan bibirnya.
"Iya-iya Jagoan Bunda nggak gemuk, tetapi berisi!" Sahut Kania yang membuatnya semakin gemas dengan tingkah lucu Anaknya.
***
Di kantornya Yudha sedang uring-uringan, pekerjaan nya yang belum selesai-selesai di tambah lagi nanti jam 14.00 ada rapat dengan investor dari Inggris. kekesalan Yudha bertambah, karena menelepon istrinya berulang-ulang tidak di angkat hanya suara operator saja yang bicara..
"Arraaghh!!!
Teriak Yudha sembari menjambak rambutnya untuk melampiaskan kekesalannya, di tambah lagi sedang merindukan istri cantiknya, dan Debay di perutnya.
Drttt drttt drttt....
Ponselnya Yudha bergetar terus-menerus, dan membiarkan saja ponselnya tergeletak di atas meja kerjanya. Yudha terlalu fokus mengerjakan pekerjaannya, sampai lupa mengabaikan ponsel selulernya yang bergetar terus.
"Alhamdulillah selesai." Tutur Yudha mengucap syukur, dan merenggangkan kedua tangannya untuk melepas pegal-pegal di tangannya.
"Pak! rapatnya akan segera di mulai." Tutur Nety sekertarisnya dengan menyembulkan kepalanya.
"Baik Nety! Siapkan berkas-berkas rapatnya! saya akan menyusul." Jawab Yudha singkat tetapi mudah di pahami sekertarisnya.
Kurang lebih satu jam rapat, Yudha menyenderkan kepalanya di kursi, menerawang ke atas sembari melemaskan otot-otot yang kaku, dan tegang supaya lebih rileks lagi sebelum beranjak dari duduknya untuk pulang ke rumah.
"Alhamdulillah."
Sesuai ekspektasi rapatnya berhasil sesuai harapan, dan mencapai kesepakatan bersama dalam menjalin kerjasama di perusahaannya, di bidang perhotelan.
__ADS_1
"Net, Saya pulang dulu! Jangan lupa besok saya tidak ke kantor, tolong ya limpahkan saja ke Tom." Ujarnya Yudha melalui interkom.
"Baik Pak." Jawabnya Nety.
Yudha membereskan ruangannya, dan memasukkan berkas-berkas pentingnya di brankas, dan di bawa pulang ke rumahnya, karena besok tidak masuk kantor.
"Saya duluan ya, Net." Ujar Yudha.
"Hati-hati Pak." Sahut Nety.
Dulu Nety menyukai Pak Yudha, dan pernah mengejar-ngejarnya tetapi tidak pernah Yudha menggapainya, Sekarang Nety sudah mengikhlaskan Yudha milik orang lain.
Asalkan Pak Yudha bahagia, dan mencintainya. Nety siap undur diri, dan melepaskan Yudha dengan ikhlas. Toh istrinya adalah wanita yang baik, sangat menyayangi Pak Yudha, dan Kenzi terutama mereka bahagia. Sudah cukup bagi Nety.
Pepatah mengatakan " Cinta tak harus memiliki."
"Memiliki tak harus mencintai."
Bagi author mencintai itu ya harus memiliki.
karena sejatinya pernikahan itu menyatukan dua hati menjadi satu, satu kesatuan hehehe..
Perbedaan itu indah bila keduanya saling menerima kekurangan, dan kelebihan pasangan masing-masing.
Mohon dukungannya untuk cerita ini, ditunggu dukungannya! jangan lupa like, koment, votenya yah.
Mampir juga ke ceritaku lainnya
"Terimalah Stasusku Apa Adanya"
"Calon Suamiku Atasan Kakakku"
"Kamu Bukan Jodohku"
__ADS_1