Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 38


__ADS_3

Rate-nya jangan lupa ya.


Tiga hari sudah berlalu kepergian Yudha dan Kenzi ke pemakaman Nena istrinya dan mommynya Kenzi.


Kenzi masih terlihat murung, terkadang suka menangis di kamar sendiri.


"Kenzinya masih kecil untuk mengerti dengan keadaan, seharusnya seusia Kenzi di temani Ibu kandungnya."


"Tetapi Kenzi harus hidup mandiri dan dewasa sebelum waktunya tiba untuk memahami."


Menjadi orang tua tunggal tidak mudah bagi Yudha, yang biasanya apa-apa di siapkan istri, sekaranglah Yudha yang harus menyiapkan kebutuhan diri sendiri dan putra semata wayangnya.


"Tiga tahun kepergiannya masih meninggalkan bekas yang mendalam di hati Yudha, di tambah Kenzi tumbuh tanpa Ibu kandungnya."


Hidup harus terus berjalan, seiring berjalannya waktu pasti Kenzi akan tumbuh jadi laki-laki hebat dan tampan mewarisi kharisma Daddy-nya.


Yudha pulang kantor bergegas ke kamar anaknya untuk melihat aktivitas Kenzi yang sekarang lebih pendiam.


Ceklek....


Yudha Membuka pintu secara perlahan mengintip sedikit , melihat Kenzi bermain mobil-mobilan lantas membuat Yudha menghampirinya.

__ADS_1


"Anak Daddy, lagi apa?" tanyanya Yudha duduk berjongkok di sampingnya. Kenzi masih diam sibuk dengan mobilnya.


"Anak Daddy, lagi apa?" tanyanya Yudha sekali lagi mengusap-usap keringat Kenzi.


"Ain obil-obilan Daddy!" ucap Kenzi tanpa melihat lawan bicara.


"Kenzi, udah makan belum?" tanyanya Yudha


"Lum ungguin Daddy ulang!"ucap Kenzi


"Daddy mandi dulu, entar Daddy suapin!" ucap Yudha mengacak-ngacak rambutnya Kenzi.


Yudha terdiam sesaat sebelum mengguyur air di tubuhnya, "Apa yang harus dilakukan? agar Kenzi bisa ceria seperti dulu!"


"Mungkinkah dengan mengajak Kenzi ke rumah Kania, moodnya Kenzi bisa ceria lagi" di sana juga ada Dara Adiknya kania, yang sangat sayang Kenzi.


Yudha menyelesaikan mandi kilatnya, karena Yudha berencana mengajak Kenzi, Kania, Dara untuk makan di luar.


Yudha Membuka walk in close memilih-milih baju yang akan di pakai untuk jalan keluar. Yudha menjatuhkan pilihan dengan kaos warna abu-abu di padukan dengan jaket warna hitam dan celana panjang dengan warna senada, meninggalkan kesan yang lebih medley dan muda.


Yudha berjalan menghampiri Kenzi dengan mainannya. "Ken, makan di luar sama Aunty Kania dan Dara! mau nggak Ken?" tanyanya Yudha duduk di depan Kenzi. "Au au au..... Daddy!" ucap Kenzi dengan manik matanya yang berbinar seketika. "Ayo Kenzi, ganti baju dulu!" Yudha mengendong Kenzi untuk memilih bajunya sendiri di walk in close.

__ADS_1


Kenzi menjatuhkan pilihannya dengan kaos berwarna biru dan celana pendek warna mocca.


"Gantengnya anak Daddy!"


Yudha menuruni tangga sambil mengendong Kenzi yang sedang bercerita bahwa kangen "Unda Ken" atau Aunty Kania.


"Bik Siti, tolong siapkan kebutuhan Kenzi di kamarnya ya! jangan lupa susu dan baju ganti ya bik!" ucap Yudha mendudukkan Kenzi di ruang tamu.


"Baik Pak!" ucap bik Siti dengan undur diri menaiki tangga.


"Semua sudah bibik siapkan di tas ini Pak!" ucap bik Siti menyerahkan tas ransel punya Kenzi.


"Makasih bik!" ucap Yudha


"Sama-sama Pak, sudah jadi tugas bibik!" ucap bik Siti dengan tersenyum.


"Yudha dan Kenzi berangkat dulu ya bik, Kenzi berjalan dengan mengendong tas ranselnya di tuntun Daddy-nya dengan wajah yang sudah berbinar.


Da...da.. da da da ibik, Enzi pelgi uyu.....


jangan lupa vote.....

__ADS_1


__ADS_2