Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
S3 Part 5


__ADS_3

Setelah berolahraga ringan di sore hari, mereka baru saja menyelesaikan ritual mandinya, keduanya mengulang kembali kegiatan olahraga nya di dalam kamar mandi... Itulah suaminya yang tidak pernah kenal kata lelah, bila ada kesempatan dalam kesempitan langsung hajar terus. Kania pun sangat menyukainya, tidak munafik bahwa dirinya membutuhkan belain lembut dari sang suami tercinta.


Setelah berganti pakaian, Kania melanjutkan melihat anak-anaknya yang masih tertidur sangat nyenyak.


Seperti biasanya, Kania lah yang memasak untuk asupan makanan yang di makan anak-anak, dan suaminya. Meskipun ada kelelahan, tetapi demi perut suami, dan anak-anak, Kania terjun langsung ke dalam dapur.


"Sedang masak apa, bi?" tanya Kania yang berjalan mengendap-endap.


"Ehhh non Kania, rebus air non buat susu den kembar." jawabnya bibi. Awalnya para pekerja di rumahnya memanggilnya dengan sebutan Nyonya dan Ibu, tetapi Kania menolak dengan alasan Kania lebih muda di antara para pekerja, akhirnya panggilan non baru Kania setujui, sebenarnya lebih suka di panggil nama saja, tetapi para pekerja katanya sungkan.


"Masak apa ya bi? biar anak-anak suka, terkadang Kania bingung bi?" tanya Kania yang minta pertimbangan bibi. Bukan tidak tahu, tetapi Kania sangat bingung, masak iya setiap harinya ayam melulu, yang makan mah senang-senang saja, kalau yang masak mah bosan hihihi.


"Ikan saja non, pasti anak-anak suka." jawabnya bibi dengan semangat.


"Kan ada durinya bi, takut kena anak-anak bi, takutnya nafsu makan malah bermasalah bi, bila kena duri." Tutur Kania. Membayangkan saja sudah bergidik ngeri, apalagi sampai durinya kena anak-anak pasti Daddy-nya ngamuk nanti.


Setelah melakukan perdebatan kecil dengan bibi, akhirnya pilihannya jatuh pada masakan cumi saus tiram. Anak-anak juga sangat menyukai yang berbau makanan seefood, memanfaatkan yang ada di kulkas. Jadilah masakan cumi saus tiram asam manis, anak-anak tidak begitu menyukai pedas persis seperti Daddy-nya.

__ADS_1


Jangan tanyakan soal Kania, Kania sangat menyukai makanan pedas terutama sambal sangat menyukainya.


Selesai masak dibantu oleh bibi, Kania sudah meninggalkan dapur, tinggal bibi yang menata diatas meja makan.


Sebelum naik ke kamarnya, Kania melihat anak-anaknya dulu untuk memastikan sudah bangun apa belum? lagi-lagi Kania hanya bisa tersenyum pasrah, belum ada tanda-tanda untuk bangun dari tidurnya.


🏓🏓🏓🏓🏓


Cekkklllekkk.... anggap saja bunyi pintu kamarnya...


Pemandangan yang membuatnya tersenyum tipis, suaminya sedang tertidur dengan ponsel masih di tangannya.


"Ganteng sih, olahraga nya ganas tidak mau berhenti-henti bercocok tanam."


"Untung dirinya pakai kontrasepsi, coba kalau tidak pasti tiap tahun hamil, dan menghasilkan anak."


Membayangkan saja mempunyai banyak anak, banyak kebutuhan tenaga ekstra untuk merawatnya, terutama kalau semuanya rewel pasti dunianya makin berputar-putar.

__ADS_1


"Mengangumi suami mu ini, tampan ya." Ucap Yudha menaik turun alisnya. Kedua matanya masih terpejam, tetapi Yudha tidak benar-benar tidur


"Eeennnggaklah ngapain!" elaknya Kania yang tidak mau mengakuinya. Jelas-jelas dari tadi mengangumi tanpa berkedip.


Yudha sudah menarik tangan sang istri, sekali di tarik Kania langsung terjatuh diatas tempat tidur, posisinya Kania berada di bawah kunkungan tubuh suaminya.


"Masih tidak mau ngaku?"


"Enggak!"


Saking gemasnya, Yudha Mulai menyambar benda kenyal di depannya, awalnya ingin memberikan pelajaran, lama kelamaan keduanya hanyut dalam kemesraan, bercocok tanam di kebun yang rimbun di mulai kembali.


Posisi keduanya sangat menguntungkan Kania, pasrah di bawah saja sudah bisa mendapatkan enaknya, tanpa harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengejar badai keringat.


Dengan gelombang terdahsyat, mereka merengkuh manis madunya cinta, bertukar keringat, bertukar kecupan manis di semua inci yang nampak oleh mata


"Demi kalian readers setia, auuttor update meskipun hari weekand."😀😀😀

__ADS_1



Mampir ke cerita auuttor selanjutnya, biar kesuksesan mengikuti cerita Duda Keren Yang Tampan, dukung ya sebanyak-banyaknya


__ADS_2