
Selamat hari libur☺Selamat hari minggu☺
Jangan lupa Rate-nya☺☺☺
Happy reading
Yudha merengkuh pinggangnya Kania sebelum masuk ke dalam mobil, tangan satunya menjawil hidung anaknya.
"Pak jangan seperti itu?" bisiknya Kania lirih.
"Hmm." Jawab Yudha dengan deheman tangannya tambah melingkar di pinggangnya.
Kepalanya Yudha sengaja di letakkan di pundak Kania, menghirup dalam-dalam wangi wanita yang sedang berdiri di sampingnya. tiba-tiba tangan Yudha usil menoel-noel pipi dan hidungnya Kenzi.
"Iiihhh daddy ental idung Enzi peyek." Ujar Kenzi yang sedikit merajuk karena daddy-nya sering jahil kepadanya.
"Ihhh jangan oel-oel pipi enzi, ental ambah besal addy!" Ujar Kenzi memeragakan kata besar.
Sekarang anak daddy sudah besar ya, udah tahu hidung pesek.
"Iya daddy kalna bental agi Enzi au unya adik seperti kakak enjel." Celetuk Kenzi yang membayangkan bundanya mengambulkan permintaan di belikan adik untuknya.
Mereka berdua melongo mendengar Celotehan Kenzi tentang adik seperti kakak Angel.
"Menikah saja belum sudah minta adik, Ken." Ucap Yudha di dalam hati.
__ADS_1
"Kenzi ada-ada saja! emang punya adik seperti beli bakso di warung Hahahaha." Ucap Kania tertawa geli sendiri membayangkan bayi di warung bakso☺☺☺
"Kakak Angel itu siapa?"
Kakak Angel adalah anak dari kakaknya Yudha yang pertama sekarang mereka tinggal di luar negeri mengikuti suaminya tinggal di sana.
Yudha melepas diri dari Kania, mencuri satu kecupan di pelipisnya.
Cup.....
Yudha bergantian memberikan satu kecupan juga untuk anak gantengnya.
Cup....
Sebenernya Kania mendengarkan gerutu'an Yudha yang masih di dalam mobil. Tetapi Kania membiarkan saja takutnya Yudha tidak jadi berangkat kerja.
"Dadada..... daddy...." Ujar Kenzi melambaikan tangannya.
"Take care!" Celetuk Kania dengan melambaikan tangan seperti Kenzi.
Yudha dari dalam mobil tersenyum mendengar kata Take care dari Kania, benar-benar seperti keluarga sungguhan.
Mobil Yudha sudah hilang dari pandangan, Kania, Kenzi masuk ke dalam rumah menemani Kenzi yang bermain di ruang khusus untuk bermain.
Kania melamun membayangkan kejadian demi kejadian yang dialami selama ini. selama mengenal Pak Yudha membuat pipinya bersemu merah karena akhir-akhir ini Pak Yudha sangat berubah sikapnya.
__ADS_1
"Tidak.. tidak.. boleh jatuh cinta." Ucap Kania di dalam hati menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Cenapa pipi unda merah? unda akit!" Ujar Kenzi memegang kening Kania yang tidak panas.
"Cenapa unda eleng-eleng kepala? unda ucing?" Ujarnya Kenzi yang mengkhawatirkan bundanya takut-takut bundanya sakit.
Bunda nggak apa-apa sayang! sini peluk bunda. Kania menghujani ciuman bertubi-tubi di pipi kanan kiri, keningnya, dan mendusel-dusel di perutnya.
Geyiiii.... unda geyi... geyi unda...
Kania menyudahi menciuminya mereka berdua sama-sama terlentang di karpet lantai dengan mengatur nafasnya.
Drttt... drttt... drttt..
Bunyi getaran handphone Kania bergetar, Kania merogoh sakunya untuk mengambilnya dengan nama "Daddy Tampan" ishh memuji dirinya sendiri, memang sih tampan ucap batin Kania.
"Accalamualaicum addy." ujar Kenzi di telepon.
"Walaikumsalam! bunda mana sayang?" Serunya Yudha di telepon
"Unda agi ain ma Enzi, addy!" Ujarnya Kenzi.
"Kasih ke bunda, bilang daddy mau bicara." Ujar Yudha.
"Iya daddy! Kenzi menyerah telepon selulernya ke Kania."
__ADS_1