Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 160


__ADS_3

Di dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, Kania tetap pengen melahirkan secara normal, karena Kania ingin merasakan menjadi ibu yang sesungguhnya. Keadaan di mobilnya sangat hening yang biasa cerewet, dan banyak kepo sedang tertidur pulas di jok belakang.


Yudha masih terngiang-ngiang ucapan sang Dokter, yang menyarankan untuk Caesar saja karena hamil kembar lebih beresiko besar, daripada kehamilan tunggal.


Setelah sampai rumah pun, tidak ada yang berbicara semua nampak hening. Kania memasuki dapur terlebih dahulu sebelum kembali ke kamarnya untuk berganti baju rumahan.


Di usia kehamilan yang menginjak sembilan bulan, Kania sering mengeluh susah tidur, sering kencing setiap lima menit sekali. Terkadang juga Kania membolak-balikkan posisi tidurnya yang kurang nyaman, untuk mencari kenyamanan dalam tidurnya.


Kania melangkahkan kakinya untuk masuk ke kamar, dan berganti baju rumahan dengan baju daster andalannya. Melihat suaminya yang sedang memegang gadget-nya dengan kepala di sandarkan di kepala ranjangnya.


"Mas mandi dulu ganti baju! nggak baik dari rumah sakit, Mas." Tutur Kania.


Yudha mendengar langkah kaki istrinya, dan suaranya yang semakin mendekat. Membuat Yudha Mendongakkan kepalanya sembari tersenyum tipis dengan istrinya.


"Mandi gih! baru nanti main ponsel lagi." Tutur Kania yang duduk di sebelah suaminya, dan memperhatikan suaminya yang semakin tampan, tampannya berkali-kali lipat.


"Cium dulu baru mandi." Tuturnya Yudha menyodorkan wajahnya.


Cup.... Cup ......


Kania mencium pipinya Yudha singkat, menimbulkan semburat merah di kedua pipinya yang seperti kepiting rebus. Walaupun mereka sudah menikah, dan mau punya anak tetapi Kania masih ada rasa malu untuk memulai mencium duluan.

__ADS_1


"Kenapa, pipinya merah sayang?" tanyanya Yudha yang sedikit ingin menggoda istrinya, yang masih saja malu.


"Mas maunya cium ini! bukan pipi, sayang." Tutur Yudha yang membuat istrinya semakin menundukkan kepalanya sembari meremas-remas dressnya.


Tidak ada tanggapan dari istrinya, Kania beranjak dari tempat tidurnya, dan nmemasuki pintu kamar mandi. Kania menutup pintunya sedikit kasar, dan bersandar di balik pintu dengan memegang dadanya yang semakin berdebar-debar.


Kania tersenyum-senyum sendiri, di balik pintu mengingat Kania mencium pipi suaminya duluan. Membuatnya sumringah dengan semburat rona merah di kedua pipinya.


Kania memutuskan untuk mandi sekalian mulai menyiapkan air di bathub terlebih dahulu, memberikan aromaterapi lavender yang sangat menyejukkan pikirannya.


Setelah selesai mengisi air di bathub, Kania mulai melepaskan bajunya satu persatu, dan mulai masuk ke dalam bathub yang menurut Kania berat badannya semakin bertambah, dengan perut semakin membesar menjelang HPL ( hari perkiraan lahir).


Kania masih dengan matanya yang terpejam, tiba-tiba ada pintu yang membuka kamar mandinya. Yudha mulai meloloskan bajunya untuk bergabung dengan istrinya yang berendam air di bathub.


Kania mulai terganggu dengan gerakan seseorang yang mulai masuk ke dalam bathub, membuat Kania sedikit terkejut, dan ingin menjerit dipikirannya ada maling yang masuk ke rumahnya.


Setelah membuka matanya karena menikmati tangan suaminya yang nakal, membuatnya ingin melakukan lebih. Saking tidak sadarnya Kania mulai menikmati permainan suaminya yang memabukkan.


Suara desahan menghiasi kamar mandinya, olahraga di dalam kamar mandi adalah sensasi yang berbeda, kayaknya lebih mengasyikkan bila dinikmati, diresapi pasti rasanya yang berbeda.


Sebelum anaknya bangun, Yudha melanjutkan aksinya mulai mengecup seluruh wajah istrinya, mengendus-endus lehernya yang sangat leluasa untuk di mainkan. Tangannya yang tidak tinggal diam memainkan bukit kembarnya, mengakses inci demi inci tubuh istrinya yang semakin seksi.

__ADS_1


"Aakhhh......" desahan lolos dari bibirnya Kania.


Yudha langsung membukam bibir istrinya, menginvasi rongga mulutnya, dan membelit lidahnya untuk saling bertukar saliva. Yudha melepas ciumannya untuk memberikan akses istrinya untuk bernafas dulu, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


Permainan yang di mainkan suaminya sangat indah, membuat keduanya klepek-klepek mabuk kepayang. Yudha tidak tinggal diam mulai menyusuri aset istrinya, tidak ketinggalan barang sejengkal pun.


Yudha mulai masuk ke permainan intinya, meninggalkan jejak keunguan di sekitar bukit kembarnya karena menahan sakiing enaknya terasa mengigit inti bawahnya.


Lagi-lagi Kania dibuat gerakan erotis akibat suaminya ulah suaminya, Kania yang tidak pernah bisa menolaknya apalagi semenjak hamil, Kania ingin selalu menikmati permainan suaminya yang menurutnya sangat hebat.


Dengan gerakan yang cepat, lebih intens. Yudha maju mundur dengan keringat membanjiri keduanya.


"Akhhhhn......." lolongan desahan keduanya saling bertautan menyebutkan namanya masing-masing.


Setelah mencapai puncak nirwana, Yudha berulang-ulang mencium seluruh wajah istrinya, dan menggangkat untuk di letakkan di atas kamar tidurnya.


Yudha mulai memainkan inti istrinya kembali, seperti orang tidak pernah puas. berulang-ulang Yudha menikmati keindahan surga dunia yang di ciptakan mereka berdua. Saking banyaknya keduanya tidak bisa menghitungnya beberapa kali keluar masuk.


Next part lahirnya Kania guys.😁😁😁


Votenya jangan lupa

__ADS_1


__ADS_2