Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
EkstrakPart tiga


__ADS_3

Keesokan harinya kedua Daddy dan Bunda bangun kesiangan, gedoran pintu memekik dua sejoli yang sedang dimabuk cinta yang tidak tahu usia. Sedangkan kedua Anak kembarnya terbangun dengan posisi pintu kamar Daddy Bundanya masih tertutup rapat.


Dor....Dor......


"Addy, Unda angun! udah iang Adik au cucu, Unda." Teriaknya keduanya.


Berulang-ulang keduanya terus saja menggedor pintu kamar kedua orang tuanya, karena tidak ada respon dari keduanya. Kama Kalila semangat banget untuk membangunkan kedua orang tuanya, yang masih asyik di dalam mimpi indah keduanya.


***


Di dalam kamarnya, keduanya semakin mengeratkan pelukannya terutama Kania untuk mencari kehangatan makhluk tampan yang sedang di pelukannya.


Mendengar gedoran pintu keduanya semakin mengeratkan selimutnya, tanpa memperdulikan gedoran pintu di luar.


***


" Dor.....Dor.....Dor....."


"Hiks Hiks.... Unda Addy anggun!"


"Ila au cucu dali Unda! Ndak au dali ibik atau akak! aunya Unda."


***


Tangisan Kalila memekik telinganya bik Siti yang sedang memasak di dalam dapur, buru-buru bik Siti mematikan kompor, dan menghampiri keduanya yang sedang duduk di kamar Daddy, Bundanya.


"Sama bibik yu, Non Ila?"


"Ila menggeleng, sedangkan Kama berusaha menenangkan Adiknya sembari mengusap air mata di pipi Adiknya."


"Cup Cup sayang...."


Setelah Kakak Kenzi datang, bik Siti meninggalkan ketiganya untuk kembali ke dalam dapur untuk melanjutkan memasaknya yang sempat tertunda. Karena sudah ada kakaknya Kenzi, takutnya Kalila muntah bila kelamaan menangis.


***


"Gendong kakak ya, Dik?"


"Ndak au! au...au.. Unda!"


"Ila au Unda taja!"


Kama Kenzi saling melirik untuk memberikan respon kepada Adiknya, yang masih saja menangis, walaupun banyak yang ingin menggendongnya tetapi tidak membuat Kalila berhenti dari tangisnya.


Kenzi berusaha untuk menenangkan Kalila, tetap saja nihil Kalila sangat keras kepala, semua kemauannya harus dituruti. Kenzi, Kama sangat menyayangi Adiknya yang kelewatan susah di bujuk bila sedang ngambek.

__ADS_1


***


Sayup-sayup Kania mendengar suara tangisan Kalila, dan suara percakapan ketiga Anaknya. Membuat Kania bangkit dari tempat tidurnya, untuk segera membersihkan tubuhnya, dan memakai pakaian asal yang ada di lemari, tetapi sopan.


Ceklek....


"Sayang, kenapa nangis?"


"Unda..."


"Cup Cup! Kania mengecup kedua mata Anaknya yang sedikit bengkak akibat menangis sedikit lama."


"Anak Bunda mau apa, Hmmm?"


"Kalila menggeleng, semakin mengeratkan pelukannya pada Bundanya. Kepalanya di taruh di ceruk leher Bundanya, seperti bayi koala yang tidak mau lepas sedikitpun dari dekapan Bundanya."


"Kakak, Adik sudah mandi?" tanyanya Kania. Yang masih mengendong Kalila, dan mengusap jejak air mata yang jatuh bercucuran di pipinya.


"Kakak udah, Bunda!"


"Adik Ama beyum, Unda."


"Kakak Kenzi bangunin Daddy ya! Bunda mau mandiin Kama Kalila."


"Baik Bunda."


Kania membawa keduanya ke kamarnya, guna untuk memandikan keduanya. Setelah mandi, ketiganya turun ke bawah untuk sarapan bersama, yang di meja makan sudah ada Kenzi dan Daddy-nya Yudha.


Hari ini Yudha memakai pakaian kasual, siang nanti mereka berlima akan terbang liburan ke Bali bersama keluarganya, dan bik Siti, mang Udin yang sudah di anggap keluarga sendiri oleh keluarga Pradipta.


"Cantiknya Anak Daddy sama Bunda! Ikut Daddy yuk biar Bunda ambilkan nasi untuk Kakak, Adik, dan Daddy dulu ya."


***


Setelah sarapan bersama, kelimanya makan dengan sangat khidmat. Tidak ada yang berani bersuara, karena Daddy Bundanya mengajarkan kepada anak-anaknya makan harus diam, tidak boleh berbicara.


Yudha dan ketiganya Anaknya bermain, Kania dan bik Siti membantu untuk packing barang-barang yang akan di bawa ke Bali. terutama pakaian ketiga Anaknya yang sangat di butuhkan selama di Bali, Kania cuma membawa satu koper itupun barengan dengan pakaian suaminya.


Nampak Kalila yang sangat anteng bermain dengan kedua kakaknya, dan Daddy-nya. Muncul semburat tipis di kedua pipinya yang sudah mau tersenyum kembali, sembari bermain, bercanda dengan kakaknya.


Kania yang melihat dari kejauhan ikut tersenyum tipis, memperhatikan interaksi keempatnya yang sangat rukun. Yudha merasa di perhatikan istrinya, mengedipkan matanya untuk menggoda istrinya yang semakin hari tambah seksi, dan cantik.


***


Siang pun tiba, Paman Tom datang ke rumah, setelah kepulangannya dari London Inggris. Nampak gurat lelah di kedua matanya karena kurang tidur, memikirkan mimpinya ada batita kecil memanggilnya dengan sebutan Papa. Paman Tom memikirkan mimpinya, mengakibatkan tidak bisa memejamkan matanya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum...."


"Walaikumsalam...."


Yudha mengajak Tom ke ruang kerjanya untuk membicarakan masalah perusahaan cabangnya di London Inggris. Yudha menyerahkan perusahaan untuk di kelola Tom, satu minggu mendatang Yudha sedang cuti untuk liburan ke Bali bersama keluarganya.


Setelah pertemuan keduanya, Tom mengantar rombongan keluarga Pradipta untuk berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.


Rombongan mengudara, nampak Kama Kalila tidak rewel walaupun ini perjalanan pertamanya naik pesawat, dan perjalanan jauhnya. Kedua Anak kembarnya tertidur dengan posisi memeluk Bundanya dari samping, nampak keduanya sangat pulas tidurnya. Sedangkan Kenzi masih asyik melihat awan Lewat jendela pesawat, tidak ada gurat kelelahan atau ketakutan.


Bik Siti, dan mang Udin tertidur pulas. takut kalau bangun akan mabuk, karena bik Siti, mang Udin pertama kalinya naik pesawat. Bali adalah impian keduanya, untuk melihat pulau Dewata, dan pantai Sanur yang terkenal dengan keindahannya.


Yudha mengusap-usap surai rambut Kenzi, Yudha sangat bersyukur dan berterimakasih di berikan titipan Anak yang super dupeer pengertian, dan tidak iri kepada kedua Adiknya yang selalu nemplok terus kepada Bundanya.


Setelah menempuh perjalanan panjang di udara, rombongan tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali. Nampak jemputan mobil rombongan sudah menunggunya di pintu keluar Bandara. Bertuliskan nama Keluarga Pradipta, sang sopir memudahkan menemukan rombongan, dan mengantarkan ke Villa penginapan di Bali yang dekat pantai Sanur.


Di dalam perjalanan ke Villa, nampak Kenzi ikut memejamkan kedua matanya seperti kedua Adiknya. Perjalanan rombongan tidak terlalu lama, Satu jam kemudian rombongan tiba di Villa tempatnya untuk menginap.


Yudha, Kania masuk ke kamarnya setelah menidurkan ketiga Anaknya di kamar sebelahnya, di temani bik Siti dan mang Udin yang satu kamar dengan ketiga Anaknya.


Yudha Kania membersihkan tubuhnya, dan berganti pakaian. Keduanya merebahkan tubuhnya yang ada gurat kelelahan di matanya Kania.


"Capek sayang! Mas pijat ya."


"Kania mengangguk, sembari memposisikan dirinya supaya tidurnya nyaman. Kania sangat kelelahan akhirnya mereka berdua tertidur dengan saling memeluk, memberikan kehangatan untuk keduanya.


1.***Kenzi Pertama Pradipta


Kakak yang sangat menyayangi kedua Adiknya, Kakak sangat pengertian kepada Bundanya, dan Daddy-nya***.




***Kama Azzam Pradipta



Batita kecil yang pengertian dengan Adiknya Kalila, yang selalu mengalah dengan saudara kembarnya***.



***3. Kalila Azzura Pradipta


Batita kecil yang sangat manja dan ceria selalu menebar senyumnya***.

__ADS_1



__ADS_2