
"Hiks... Mama Aila au Ma...ma." Suara Aira yang sesenggukan membuat hatinya Tommy teriris sembilu seperti di iris pisau belati, tetapi tidak berdarah.
"Cup....Cup..." Tommy mengecup pipi gembil-nya Aira, dan mengecup rambutnya Aira yang wanginya shampo bayi membuatnya sedikit lebih menenangkan.
"Aila au nya Ma...Ma..."
"Iya entar cari Mama, tetapi Aira makan dulu ya, biar ada tenaga untuk cari Mama ya, sayang." Rayuan Tommy membuat Aira Mendongakkan wajahnya.
**Deg
Deg
Deg**
Wajahnya Anak kecil ini mengingatkan Tommy akan dirinya di kecil, seusianya gadis kecil di gendongan-nya ini, tetapi wajahnya versi perempuan.
"Anak cantik namanya siapa? kenalan dulu yuk sama, Om?" Ajaknya Tommy mengulurkan tangannya untuk mulai berkenalan, batita kecil ini menyambutnya sangat baik.
"Aila Om." Ucap Aira dengan malu-malu
"Om Tommy Wijaya, panggilan Om Tom." Sahutnya Tom dengan gemasnya.
"Oooo Aila, nama yang cantik seperti orangnya." Kata Tom memuji gadis kecil bernama Aila.
"Ukan Aila, etapi Aila, Aila Om." Ujar Aira yang sedikit tidak suka namanya salah sebut.
"Iya-iya itu!"
__ADS_1
Tommy berjalan ke meja yang kosong, tidak ada yang mulai berbicara, Aira tidak berani menatap wajah Om yang menolongnya, wajahnya Aira sembunyikan di ceruk lehernya Om Tom.
"Mau makan apa, Sayang?"
"Aila au es klim aja, Om." Jawabnya dengan mata yang berbinar, tetapi sedikit sembab.
"Gadis kecilnya Om sudah makan belum?"
"Beyum Om! Aila au nya es klim!"
"Iya-iya, tetapi dengan syarat harus makan nasi dulu baru boleh minum es krim, Bagaimana mau?"
"Aira menganggukan kepalanya." Iya Om Aila au mam nasi."
Aira makan dengan sangat lahap beberapa suap nasi sudah masuk ke dalam mulutnya, bibirnya tidak berhenti bercerita tentang Mamanya yang selalu menyayanginya, Aira cuma punya Mama dan Nenek Salma.
"Tata Mama, Papa agi kelja cali duyit buat beli ainannya Aila, Om."
"Tata Mama, "Keljanya Auh anget, Aila ndak au tempatnya di ana, Om."
"Aila ayang Mama Papa, Om! ayang anget." Ucap Aira dengan wajahnya yang berbinar bahagia menceritakan Papa Mama-nya.
"Good girl." Sahut Tommy mengacungkan jari jempolnya.
"Papa-nya sama Om gantengan mana, sayang?" Tanya Tommy menatap wajahnya gadis kecil di depannya sangat intens, sepertinya Aku mengenal seseorang, warna kulitnya yang putih mulus seperti mirip dengannya.
"Aira menundukkan kepalanya dan memainkan ujung bajunya, tidak ada yang terlontar dari bibir mungilnya, mimik wajahnya langsung berubah redum, setiap kali mengingat kata Papa."
__ADS_1
"Aira belum sama sekali melihat wajah Papa-nya, Lewat selembar foto atau petunjuk lainnya, kata Mamanya, foto Papa-nya hilang dan Mamanya langsung menangis, sejak saat itu Aira tidak pernah menanyakan keberadaan Papa-nya kembali.
"Wajahnya sudah memerah dan kedua matanya sudah berkaca-kaca, tanpa bisa di bendung lagi Aira nya kembali menangis."
"Hiks.... huuuuaaaaaa....." Aira menumpahkan kesedihannya lewat air matanya.
"Ma...Ma ... Aila au Mama...."
Yang Aira butuhkan dekapan lembut Mamanya, dan usapan tangan Mamanya membuat Aira lebih nyaman.
"Cup...Cup..." Sayangnya Om jangan nangis lagi, nanti Om bantu cari Mamanya deh."
"Aira mengusap air matanya, "Janji Om! Om ndak hohong."
"Janji Om tidak bohong."
"Kalau Om ndak hohong ayo Om jalinya sepelti Aila." Tutur Aira mengulurkan jari kelingkingnya.
"Siapa takut!"
Keduanya saling menautkan jari kelingkingnya, Aira langsung bersemu merah di pipinya, wajahnya yang berseri-seri karena sebentar lagi akan bertemu dengan Mamanya.
"Aila lindu, Mama." Aira membatin di dalam lubuk hatinya terdalam
Tommy tersenyum tipis, melihat gadis kecilnya mulai bisa tersenyum kembali, nampak jelas binar penuh pengharapan untuk bisa kembali bertemu Mamanya.
Aira hanya punya Mama dan Nenek Salma, menyebut kata Papa pun rasanya tidak sanggup, hatinya sakit bila mengingat Papa yang belum pernah di temuinya sampai usia Aira satu tahun, bertepatan satu minggu yang lalu ulang tahun Aira yang ke- satu tahun.
__ADS_1
Autthor mengucapkan terima kasih atas pencapaiannya, Alhamdulillah masuk level 8 bulan. tanpa kalian semua apalah autthor tidak berarti apa-apa tanpa dukungan kalian semua.
Suka cerita autthor? bantu like, komentar, dan votenya sebanyak-banyaknya.