Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 62


__ADS_3

"Ehh Pak Yudha! tum..ben pu..lang " Ujarnya Kania terbata-bata karena gugupnya.


Kangen.....


Yudha menggeser kursi yang ada di samping anaknya, memicingkan matanya sebentar untuk melihat Kenzi yang makan sangat lahap.


Yudha meneguk air liurnya melihat makanan yang terhidang di meja makan, sederhana tetapi sangat nikmat kelihatan nya.


"Sayang ambilin dong." Ujar Yudha menyodorkan piringnya ke tangan Kania.


"Ambil sendiri udah besar." tukas Kania sedikit jengkel dengan sikap Yudha yang seperti Kenzi yang manja.


Yudha mengerlingkan matanya meminta bantuan Kenzi untuk membantunya menyakinkan Kania.


"Pasti Kania tidak akan menolak keinginan Kenzi." Ucap Yudha di dalam hati.


"Un...da da..ddy ing..in mam." Ucap Kenzi yang penuh dengan makanan yang belum di telannya.


Lalu Kania mengambilkan nasi yang piringnya di sodorkan Yudha ke Kania,


"Mau lauk pauk apa Pak,?" tanyanya Kania berdiri di samping meja makan menunggu jawaban Pak Yudha.


"Sama seperti punya Kenzi." Ujar Yudha melirik ke piring anaknya.


Hik...hik...hik...

__ADS_1


Cie... cie.. cie.. unda dan daddy pacalan sepelti bundanya dan daddy-nya kak Angel.


Kenzi kalau makan harus diam ndak boleh bersuara, harus di telan dulu baru berbicara ya. "Mengerti!"


"Kenzi ngerti kan bunda bilang apa?" Ujar Kania mengelus puncak kepala Kenzi.


"Hehe iya unda!" Jawab Kenzi yang menampilkan giginya dengan tangan membentuk huruf V.


"Anak pintar." Celetuk Kania mengecup kening Kenzi dengan sayang.


"Nambah sayang." Ucap Kania.


"No unda!" Jawab Kenzi dengan tangan memberikan isyarat kalau Kenzi sudah kenyang.


Hanya Kenzi saja yang di tawarin , sedangkan saya tak di anggap sama sekali uhh menyebalkan Kania pilih kasih gumam Yudha sambil memasukan makanan ke mulutnya dengan bibirnya monyong ke depan penuh dengan makanan.


Hussstt...


Kenzi nggak boleh bilang begitu sama daddy, nggak baik sayang. Kania memberikan pengertian ke Kenzi tentang menghormati kedua orang tuanya dan yang lebih dewasa.


"Baik unda." Jawab Kenzi menundukkan kepalanya takut-takut Kania akan marah dan membentaknya.


"Enzi inta aap addy." Ucap Kenzi menatap daddy-nya yang sedang menatapnya juga, yang berani mengakui kesalahannya.


Yudha mengangkat Kenzi untuk duduk di pangkuannya, menciuminya wajahnya.

__ADS_1


"Daddy nggak apa-apa, Son! besok nggak boleh seperti itu lagi ya!" Ujarnya Yudha mengacak-acak rambutnya.


Selesai makan siang Yudha mengendong Kenzi untuk ke ruang keluarga untuk menonton televisi tentang bursa saham di perusahaannya.


"Enzi ndak cuka belita." Serunya Kenzi dengan menghentakkan-hentakkan kakinya.


"Enzi ke unda aja." Ujar Kenzi berjalan ke dapur untuk mencari bundanya..


Tak...tak...tak...


Suara kaki kecilnya Kenzi berjalan menghampiri Kania yang sedang membereskan sisa makanan tadi.


"Unda... nda." Ujarnya Kenzi memeluk kakinya Kania.


"Apa sayang!" Jawab Kania menundukkan tubuhnya untuk menyamai tingginya Kenzi dan mengusap surai rambutnya.


"Daddy akal! Enzi ndak cuka belita! tetapi daddy ajak Enzi nonton belita." Adunya Kenzi ke Kania dengan bibirnya di monyong-monyongkan ke depan.


Bunda beresin ini dulu, nanti main sama bunda. berselang lima menit tak..tak.. suara kaki Yudha memasuki dapur untuk mencari Kenzi. ternyata anak daddy di sini tadi daddy nyariin lho.


"Ken mau ikut ketempat Kakek Nenek nggak?" tanyanya Yudha.


kalau nggak mau jawab dan masih saja diam daddy tanya. "Pergi sama bunda! Ken tidak di ajak ah! Ujar Yudha mendekati Kania.


"Itutt addy ,unda ." Serunya Kenzi.

__ADS_1


#Terimakasih yang sudah kasih vote, like,koment.☺☺☺


#Jangan lupa VOTE


__ADS_2